Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Bukan Akhir Dari Kisah Kita


__ADS_3

Joe semakin tidak sabar menunggu Via mengatakan yang sejujur-jujurnya dan sejelas-jelasnya tentang kejadian kecelakaan waktu itu. Karena yang menjadi saksi kunci utamanya adalah pasti Via.


" Aku hampir melupakan tentang kejadian itu! ucap Joe pura-pura.


" Kamu bisa lupa peristiwa kecelakaan itu? Via mencoba meyakinkan ucapan Joe barusan.


"Iya, aku hampir saja melupakannya! yakinkan Joe.


" Hemmmmm... memang sih peristiwa itu sepertinya biasa saja. Buktinya dia masih bisa selamat. Seharusnya saya memikirkan cara yang lebih hebat lagi kali ya untuk melenyapkan Eva!? ujarnya dengan nada sedikit kecewa.


" Cara apa maksudnya? Tanya Joe dengan penasaran.


" Tapi menurut aku sih kecelakaan mobil itu bukanlah hal yang biasa. Hanya saja orang-orang bodoh itu tidak tahu bekerja dengan benar. Padahal aku sudah membayar mereka mahal-mahal, kerjaannya tidak beres. Tahunya hanya minta uang doang.! keluhnya tentang perbuatan orang-orang jahat suruhannya itu.


Joe menatap ke arah Via dengan pandangan tajam. Sebenarnya di dalam hatinya marah dan emosi mendengarkan setiap perkataan gadis itu, yang dengan santainya dan tanpa rasa bersalah sama sekali.


" Kamu tidak perlu merasa kagum begitu kepadaku. Otakku ini memang berguna untuk hal-hal seperti itu! ucapnya dengan senang yang salah mengartikan dari tatapan Joe kepadanya.


" Kamu memang berbakat dalam hal itu! ucap Joe seakan memuji Via. Yang tentu saja membuat hati Via berbunga-bunga mendapatkan pujian seperti itu apalagi pujian dari seseorang yang sangat dicintainya.


Hal itu nampak dari senyuman di wajahnya yang begitu cerah dan ceria. : -)


" Kalau seseorang ada yang mencoba untuk menyakiti diriku atau pun mengusik kebahagiaanku dan orang-orang yang kusayangi, aku yakinkan orang tersebut tidak akan bisa hidup dengan tenang.! ucapnya dengan sombong dan angkuh. Wajahnya tiba-tiba berubah tersenyum dengan mimik yang menakutkan.


Seandainya bisa dilihat dengan mata telanjang, dua tanduk tumbuh di atas kepalanya, taringnya berubah panjang dengan mata memerah.


"Kamu akan melakukan apapun demi orang yang kamu cintai? Tanya Joe kemudian.

__ADS_1


" Aku akan melakukan apa saja demi cintaku, demi kebahagiaanku.! ucapnya dengan bangga.


" Sekalipun itu harus mencelakai orang lain seperti yang kamu lakukan kepada Eva? Joe berusaha memojokkan Via. Dan Via yang dengan polosnya mengira Joe sudah berada dipihaknya segera menjawab dengan ringan tanpa beban.


" Iya dong Joe. Aku melakukan semua itu untuk membalas perlakuannya kepadaku yang sudah merebut kamu dari aku. Dan dia pantas untuk itu. Hanya saja Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup di dunia ini!


Mendengar ucapan Via yang tidak memiliki sedikitpun rasa penyesalan membuat amarah hati Joe tidak dapat dibendung lagi.


" Kamu memang tidak berubah ya. Kamu perempuan yang tidak punya hati sama sekali. Kamu tidak pantas untuk dicintai oleh siapapun. Aku bersyukur bisa mengenal siapa diri kamu yang sebenarnya, dan aku tidak akan pernah menyesali lagi karena sudah menolak cintamu yang egois dan tidak tulus itu.! Ucapan Joe yang tiba-tiba berubah 360 derajat membuat Via terkejut. Rona wajahnya berubah. Nampak shock dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Apa maksud perkataanmu itu? Tanya Via meminta penjelasan.


" Aku akan katakan yang sejujurnya sama kamu. Dan kamu harap dengar baik-baik. Aku tidak pernah mencintaimu dari dulu hingga saat ini. Dan tidak akan pernah mencintaimu. Wanita yang tidak punya hati dan perasaan. Egois dan jahat.! Joe memandang wajah Via dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.


Via yang sadar jika selama beberapa waktu ini Joe hanya sekedar bersandiwara merasa sangat terlihat buruk. Hatinya tersakiti oleh orang yang begitu diharapkannya yang akan menjadi pasangan belahan jiwanya. Pada akhirnya impian dan harapannya itu pupus sudah. Tanpa terasa air mata menetes dari kedua pelupuk matanya.


Sambil terisak Via berkata kepada Joe.


" Kenapa kamu melakukan hal ini kepada ku Joe? Aku sudah percaya kamu dengan seluruh jiwa ragaku. Bahkan aku percaya kamu adalah masa depanku. Aku tidak menyangka kamu hanya berpura-pura selama ini. Kenapa kamu tega melakukannya Joe?


Joe mendesah pelan. Lalu dijawabnya pertanyaan Via dengan balik bertanya.


" Seharusnya kamu menanyakan hal itu kepada hatimu. Kenapa kamu bisa sekejam itu padahal kamu itu seorang wanita. Mengapa hatimu bisa bertindak sejahat itu?


" Aku hanya ingin membuktikan rasa cintaku kepadamu. Aku ingin membuktikan betapa besar rasa cintaku. Lebih besar darinya.! Ucap Via dengan derai air mata.


" Tapi bukan berarti kamu bisa bertindak seperti itu. Mencelakai orang lain hingga hampir membunuhnya hanya untuk memuaskan hasratmu yang tidak beralasan.! bantah Joe yang tidak membenarkan tindakan Via meski mengatasnamakan cinta. Joe lanjut berbicara lagi.

__ADS_1


" Cinta yang tulus dan sejati tidak akan membuat seseorang menjadi seorang pembunuh. Itu bukan cinta tapi nafsu dan ambisi. Kamu hanya memuaskan nafsu dan ambisi karena sikap sombongmu yang tidak mau menerima kekalahan.!


Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Joe bagaikan tusukan sebilah pisau tajam yang menyayat hati dan meninggalkan bekas luka yang perih. Kebahagiaan yang baru saja dirasakannya sesaat tadi lenyap seketika tanpa jejak dan bekas. Semua angan, harapan, impian dan cita-citanya tentang masa depan yang berbahagia bersama pujaan hatinya sirna sudah. Hatinya hancur lebur. Remuk redam tak bernyawa lagi. Kedatangannya ke tempat ini ternyata hanya untuk menambah luka baru di hatinya.


Makanan lezat yang baru saja disantapnya dengan begitu nikmatnya berubah menjadi hambar. Lidahnya seperti mati rasa. Mungkin hanya rasa pahit yang kini mampu dia rasakan.


Bayang-bayang masa depan yang menurutnya akan menjadi masa depan terindah dalam hidupnya buyar seketika dalam benaknya. Bagaikan serpihan cermin yang takkan bisa disatukan kembali.


Via mengepal kedua tangannya kuat-kuat. entah perasaan apa yang berkecamuk dalam dirinya kini. Marahkah, benci, sakit, perih, kecewa, putus asa atau apapun itu. Tak terlukiskan oleh kata-kata.


Via hanya menatap kosong ke arah Joe. Dan Joe balas menatapnya dengan tatapan menghakimi. Meski di dalam hati kecilnya yang paling terdalam ada rasa kasihan karena walau bagaimanapun Via adalah seorang perempuan yang memiliki hati yang rapuh. Dan juga Via adalah temannya di masa lalu.


Mereka bersama pernah melewati kenangan yang boleh dikata kenangan yang indah. Dan itu tak dapat disangkal. Namun Joe sudah bertekad tidak akan bermurah hati untuk kali ini. Via harus diberi hukuman yang setimpal agar dia sadar dan mau bertobat setidaknya menyadari akan kesalahan-kesalahannya dan dengan tulus hati mau meminta maaf.


Via bangkit dari tempat duduknya, menggubrak meja dengan kedua tangannya. Sorotan matanya memancarkan amarah dan emosi yang membara. Kemudian dia berkata kepada Joe.


"Jangan harap, aku akan membiarkan perempuan itu hidup bahagia. Aku akan membuat hidupnya lebih menderita dari sebelumnya.!


Joe langsung membalasnya.


"Jangan harap kamu bisa melakukannya lagi. Aku sudah merekam semua perkataanmu dan aku akan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib sebagai bukti atas perbuatan jahatmu itu.! Joe menunjukkan alat perekam yang disimpannya di dalam kantong bajunya itu yang ternyata sudah dipersiapkan olehnya sebelumnya.


Muka Via menjadi merah dan ketakutan.


"Ka...ka...ka... mu....?? ucapnya terbata-bata. Via tidak tahu lagi harus berkata apa.


Dia segera kabur dari sana. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Tanpa tahu arah dan tujuan dia berlari seperti orang linglung dan kebingungan sambil berteriak histeris.

__ADS_1


" Tidaaak.... tidak.... tidak... Aku tidak mau dipenjara. Aku tidak mauuuuuu!!!!


__ADS_2