Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Keluarga Baru.


__ADS_3

Bangun pagi, Joe terkejut ketika melihat Xhena tidur disampingnya. Joe lupa jika kemarin mereka telah sah menikah sebagai suami istri. Sesaat Joe terpaku dan kemudian tersadar lalu ingat jika Xhena adalah istrinya saat ini. Pesta yang melelahkan membuat Joe tidur begitu nyenyak dan malam pertama mereka lewati hanya dengan tidur bersama sepanjang malam. Joe segera turun dari tempat tidurnya dan berniat menyiapkan sarapan pagi untuk Xhena.


Istrinya itu juga pasti sangat kelelahan. Hingga sampai pagi ini dia masih terlelap manis. Joe yang tidak tega membangunkannya membiarkan Xhena menikmati istirahatnya lebih panjang sedikit lagi. Joe pun sibuk menyiapkan roti bakar dan susu panas sebagai sarapan pertama mereka pagi ini. Joe yang terbiasa hidup sendiri sangat tahu persis melakukan pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan orang lain. Grego pun lumayan tenang karena sahabatnya itu bukanlah tipe pria yang ribet. Dalam segala situasi bagaimanapun Joe paling bisa beradaptasi dalam situasi dan kondisi apapun.


Aroma makanan yang dihidangkan oleh Joe ternyata membangunkan Xhena dari tidurnya. Xhena memandangi sekeliling kamar tidurnya, mencari sosok pria yang sudah menikahinya itu. Ruangan itu nampak kosong. Pandangannya menyapu seluruh ruangan di kamar itu tapi sosok yang dicari tak ditemukannya jua. Xhena bangkit dari tempat tidurnya. Masih dengan piyamanya Xhena keluar dari kamar dan turun ke dapur. Dapur minimalis bergaya klasik itu nampak rapi dan bersih. Terlihat pria tampan yang sudah sah berstatus suaminya itu nampak sibuk menghidangkan sarapan di atas meja makan.


" Selamat pagi Mas.! sapa Xhena mengalihkan perhatian Joe dari kesibukannya pagi ini.


" Ya, selamat pagi juga sayang! balas Joe mesra meski sedikit rasa canggung.


" Maaf ya Mas, aku terlambat bangun. Mas Joe jadi siapin sarapan sendiri! ucap Xhena merasa bersalah. Karena sebagai istri seharusnya dia melayani sang suami.


" Ahhh... tidak papa sayang. Kamu pasti kecapean setelah seharian acara kita kemarin! ucap Joe menyenangkan hati istri nya itu. Joe paham betul sepanjang acara pernikahan mereka kemarin sungguh sangat menguras tenaga. Meski hanya berdiri seharian diselamati oleh para tamu undangan rasanya memang melelahkan. Xhena pun langsung membantu Joe menyiapkan peralatan makan. Mereka berdua bekerja sama menyiapkan hidangan sarapan pagi mereka. Sekilas pandang terlihat romantis dan mesra. Sebagai pasangan muda baru, bumbu-bumbu romantis masih terlihat segar dan menyenangkan.


Joe dan Xhena menikmati sarapan pagi berdua sebagai suami-istri baru. Joe yang sudah terlalu tidak pernah bersikap romantis dan mesra dengan lawan jenis, terlihat sedikit kikuk dan segan. Tapi dia tetap berusaha untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya sebagai seorang suami. Xhena yang menyadari hal itu juga mencoba menyeimbangi dengan menyambutnya dan membalasnya dengan sikap romantis dan mesra juga. Sehingga Joe semakin percaya diri dan semakin berani menunjukkan kemesraannya.


Pengantin baru yang sepertinya baru saja merasakan gejolak cinta. Meski tidak muda lagi tapi menunjukkan cinta dan kemesraan kepada pasangan tidaklah melihat batas usia. Selama masih memiliki napas untuk bisa hidup dan merasakan kenikmatan cinta maka tidak pernah ada larangan untuk menunjukkannya.


Sedangkan Eva dan Grego yang sedang quality time bersama dengan Gio dan Gia setelah kemarin seharian penuh menjadi seksi report membantu mempersiapkan segala kebutuhan pesta pernikahan Joe dan Xhena. Sedikit melelahkan tapi terbayarkan dengan kebahagiaan yang mereka rasakan melihat Joe boleh menikmati kebahagiaannya. Siapa yang dapat menafikan jika kita pasti akan merasakan kebahagiaan ketika orang-orang yang kita sayangi juga merasakan kebahagiaan.

__ADS_1


Dalam pelukan Grego, Eva mengungkapkan rasa bahagianya yang begitu begitu teramat dalam.


" Hati ini rasanya bahagia sekali ya Mas. Melihat Joe kini meraih kebahagiaannya. Hati ini rasanya lebih tenang dan damai. Semoga kebahagiaan ini selalu ada untuk selamanya.! Doa dan harapan Eva dari hatinya yang terdalam.


" Iya, Mas juga bisa merasakannya. Joe memang pantas untuk mendapatkan kebahagiannya. Selama ini Joe selalu berusaha untuk membahagiakan orang lain dan mengabaikan kebahagiaannya sendiri. Tapi syukurlah sekarang dia telah menikmatinya! ucap Grego menyetujui ucapan Eva.


" Semoga kali ini Joe benar-benar menemukan cinta dan kebahagiaan sejatinya.! sambung Eva kemudian.


" Gio yakin kok Bunda. Om Joe sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini dirindukannya! Gio menimpali perkataan bundanya itu.


" Kakak Gio benar. Gia juga bisa merasakannya! sambung Gia.


Demikian juga sebaliknya dengan Gia. Kasih sayang dan cintanya kepada kakaknya itu tulus dan murni seperti cinta dan kasih sayang seorang adik kepada kakaknya, seperti kasih sayang orang tuanya kepada kakaknya. Meski secara fisik tak ada kemiripan diantara mereka. Namun fisik bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayang diantara mereka.


" Bagaimana kalau kita pergi liburan? Bersama dengan keluarga baru Joe? usul Grego. Ketiganya langsung menanggapinya dengan senang hati. Namun Gio berkata, " Tapi Yah, Om Joe pasti ingin pergi bulan madu dong? Gia dan Eva mengangguk setuju.


" Kan Joe bisa bulan madu, sementara kita berlibur tanpa harus mengganggu acara bulan maduan mereka.! ucap Grego menjawab. " Dan Joe pasti setuju!


" Gia nggk setuju. Biar bagaimanapun Om Joe butuh waktu berduaan dengan tante Xhena. Ayah jangan jadi pengganggu dong! Gia menyampaikan pendapatnya.

__ADS_1


Eva dan Gio tersenyum mendengarkan ucapan Gia. Benar kata Gia. Joe dan Xhena punya privacy dan tidak boleh ada yang mengganggu.


" Yaahh, baiklah. Maksud ayah kan cuman supaya kita bisa liburan sama-sama.! ucap Grego.


" Kan bisa kapan-kapan Yah. Om Joe kan baru aja nikah, jadi perlu bulan madu berdua saja. Kayak Ayah nggak pernah nikah aja! ujar Gia spontan.


Mendengar ucapan Gia, Grego dan Eva saling melirik. Kenangan itu memang hampir terlupakan. Apalagi mengingat banyak memori yang cukup menyedihkan untuk dikenang. Tentu saja membuat mereka berusaha untuk tidak mengenang lagi ingatan di masa lalu. Namun tetap saja, suatu waktu pasti akan muncul ingatan-ingatan yang mungkin hanya tersembunyi untuk sementara waktu.


Melihat reaksi Ayah dan Bundanya Gio pun mengalihkan bahan pembicaraan.


" Gimana kalau besok kita liburan ke pantai saja. Sudah lama kan kita nggak pergi bersama? usul Gio.


" Gia setuju! Jawab Gia langsung setuju.


" Bunda juga setuju! jawab Eva menyusul.


" Ayah juga setuju! Grego pun turut menimpali.


" Okeh. Semua setuju. Besok langsung cusss...! ucap Gio dengan semangat.

__ADS_1


" Oke! sahut mereka bersama dengan kompak.


__ADS_2