Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Malam Pertama


__ADS_3

Rasanya begitu melelahkan setelah seharian melayani para tamu undangan. Entah berapa banyak tamu undangan yang diundang oleh Grego karena ballroom utama tempat resepsi pernikahan seakan penuh sesak. Padahal ruangan itu terbilang cukup luas sekali mampu menampung sekitar 500an orang.


Padahal tamu undangan dari pihak Eva tidaklah banyak. Bahkan mungkin tidak sampai 50 undangan.


Jadi bagaimana rasanya menyalami sekian banyaknya orang tentu saja sangat melelahkan.


Itulah sebabnya setelah acara resepsi selesai Eva, Grego dan Gio langsung masuk ke kamar hotel yang sudah dibooking untuk segera beristirahat.


Apalagi Gio yang masih kecil sangat butuh istirahat.


Grego sampai harus menggendong Gio karena sudah tertidur dari tadi saat masih acara berlangsung.


Dibawanya ke dalam kamar hotel dan langsung dibaringkannya.


Wajah polosnya terlihat begitu lelah tapi semakin menggemaskan.


Eva pun juga ikutan membaringkan tubuhnya disamping Gio. Masih dengan gaun pengantinnya. Grego memandang dengan senyum kedua insan yang sangat dicintainya

__ADS_1


itu.


Kemudian diraihnya tangan Eva dan disentuhnya dengan lembut.


" Va, kamu ganti dulu gaun kamu ya. Di lemari sudah disiapkan pakaian tidur sekalian bersihkan badan supaya kamu enak tidurnya sayang." ucap Grego dengan lembut setengah berbisik agar suaranya tidak mengganggu Gio yang memang sudah terlelap.


Eva membuka matanya, menatap wajah Grego dan membalasnya dengan senyuman.


Mendengar panggilan sayang untuk yang pertama kalinya dari laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu membuat hatinya begitu bahagia.


Eva mencoba bangkit dari tidurnya lalu di bantu oleh Grego.


Beberapa pakaian tidur tersedia didalamnya.


Diambilnya piyama berwarna biru motif teddy bear. Yang pastinya terlihat lucu dan menggemaskan. Bukankah seharusnya di malam pertama itu Eva harus memilih pakaian tidur yang sexy untuk menarik perhatian sang suami?


Tapi ini malam pertama yang berbeda karena tidak hanya mereka berdua yang ada disana.

__ADS_1


Ada Gio yang menemani malam pertama mereka. Ya, malam pertama mereka sebagai satu keluarga baru sekarang.


Setelah Eva selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, lalu giliran Grego yang membersihkan dirinya dand mengganti pakaiannya juga.


Setelah dia keluar dari kamar mandi, dilihatnya Eva sudah berbaring kembali di samping kanan Gio. Eva berbaring sambil memeluk tubuh Gio dari samping.


Dan Grego memutuskan untuk pergi tidur juga. Direbahkannya tubuhnya di samping kiri Gio. Lalu dipeluknya juga Gio dengan tangan kanannya. Pemandangan yang sempurna. Gio yang dipeluk oleh kedua orang tuanya, Ayah dan Bundanya. Melihat keluarga kecil mereka yang begitu sempurna memenuhi impian Eva dan Gio juga Grego. Terlihat indah sekali.


Mereka jatuh terlelap dalam tidur mereka dan masuk ke alam mimpi indah.


Namun jauh di seberang sana, Joe yang masih terbaring di tempat tidur dan tidak bisa bergerak sama sekali, ketika mendengar berita pernikahan tersebut dan menyaksikannya sendiri lewat video yang dikirim oleh seseorang ke handphonenya merasa seperti terluka. Hatinya sakit dan ada rasa benci muncul dari sana. Wajahnya terlihat marah dan murka.


Disaat dia sedang terbaring lemah dan tak berdaya, malah perempuan yang dulu dicintainya itu hidup berbahagia dengan pernikahan yang mewah.


Entah mengapa rasa benci begitu besar kini merasuki hatinya.


Dia tidak menyangka perempuan yang di kaguminya itu tega-teganya berbahagia diatas penderitaannya.

__ADS_1


Eva sama sekali tidak mempedulikannya. Mengunjunginya ataupun bahkan menanyakan kabarnya saja tidak pernah.


Kini hanya benci dan benci yang mengisi hatinya. Benci yang amat dalam kepada sosok wanita yang disayanginya dan dikaguminya. Wanita yang dianggapnya dulu seperti sosok malaikat yang diutus oleh Tuhan ke bumi.


__ADS_2