Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Kejujuran Tak Disengaja.


__ADS_3

Via memasang wajah cemberutnya. Joe yang melirik dengan ekor matanya tersenyum dalam hatinya. Joe masih asyik menikmati hidangan yang masih utuh dihadapannya itu. Via kemudian melanjutkan pembicaraannya.


" Bagaimana kerjaanmu dikantor?


Joe yang ditanya tidak langsung menjawab. Tunggu beberapa saat baru kemudian dijawabnya.


" Semua berjalan baik dan lancar! jawab Joe singkat padat dan jelas. Meski pun sebenarnya ada rencana yang sedang dipikirkan olehnya.


" Weekend ini kita pergi liburan yuuk? ucap Via dengan harapan Joe bersedia memenuhi permintaannya itu.


Joe yang tidak segera menjawab malah asyik menyantap makanan yang ada dihadapannya itu.


" Kamu mau ya? rengek Via setengah memaksa.


Dan Joe tak juga menggubrisnya. Hal ini tentu saja mengundang reaksi kesel dari Via.


"Kok diam aja sih Joe ? rengeknya manja.


" Hemmm? balas Joe dengan nada seolah-olah dia tidak mendengarkan pembicaraan Via.


" Aku bilang weekend ini kita boleh pergi liburan ya? ulang Via dengan sikap manja dan kekanak-kanakannya.


" Kayaknya aku masih banyak pekerjaan dech yang aku harus selesaikan! jawab Joe beralasan untuk menolak ajakan Via.


" Tapi kan itu weekend. Masa weekend kamu juga harus kerja sih? Wajah Via terlihat memelas karena ajakannya ditolak oleh Joe.


" Iya. Ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan bersama dengan klien aku. Dan itu tidak bisa ditunda." jawab Joe dengan sangat meyakinkan sehingga Via dapat merasa percaya kepadanya.

__ADS_1


"Kita sama sekali belum pernah liburan bersama. Dan sebenarnya minggu depan itu hari ulang tahun aku. Makanya aku ngajakin kamu untuk pergi liburan sekaligus merayakan hari ulang tahun aku! ucap Via dengan semburat kekecawaan di wajahnya.


Joe yang terus menikmati makan siangnya seakan tak menunjukkan reaksi tertarik sedikitpun akan ucapan Via. Melihat sikap cuek Joe, Via pun menjadi terpancing rasa jengkel dan marahnya.


" Sebenarnya kamu itu beneran suka sama aku dan mau jadi tunangan aku nggak sih? Atau kamu masih belum bisa move on dari perempuan itu.? kekesalannya mulai memuncak.


" Perempuan siapa maksudnya? Joe balik bertanya.


" Siapa lagi kalau bukan si Eva, perempuan sialan itu.? maki Via dengan geramnya.


Mendengar ucapan Via yang menghina Eva hampir saja membuat Joe ingin marah dan meneriaki Via, tapi demi rencananya dia harus bersabar.


" Maksud kamu apa sih omong begitu!? ujar Joe berpura-pura tetap tenang.


" Karena sikap kamu sangat berbeda kepadanya dan juga dengan aku. Kamu dulu sangat perhatian kepada Eva. Bahkan kamu bela dia mati-matian." curhat Via mengenangkan masa lalu.


"Kenapa sih ungkit masa lalu? ucap Joe dengan tampang tidak suka.


" Jangan ungkit nama itu lagi! ujar Joe dengan ekspresi mulai kesel.


" Tapi emang benarkan. Kamu itu dulu cinta mati dengan si Eva itu. Bahkan kamu lebih memilih untuk membela Eva dari pada ibu kamu. Kamu lebih memilih untuk mencintai perempuan itu dan meninggalkan aku yang sangat mencintaimu. Bahkan saat kamu sakit, aku yang selalu menjaga dan merawat kamu tapi kamu malah mencari-cari Eva. Semuanya Eva, Eva dan Eva.! teriak Via meluapkan kekesalannya.


" Cukup Via! bentak Joe.


" Jangan lagi sebut nama perempuan itu dihadapanku. Perempuan yang sama sekali tidak menghargai perasaan dan pengorbananku selama ini kepadanya. Perempuan yang sudah menyakiti hatiku dan melukai perasaanku dengan memilih menikah dengan pria lain. Perempuan yang tak pantas untuk mendapatkan cinta dari siapapun. Perempuan yang seharusnya..........! Joe tidak melanjutkan perkataannya. Tapi di wajahnya masih terlukis rasa kecewa dan marah. Kemudian Joe berkata lagi.


" Aku berharap tidak akan pernah bertemu dia lagi. Bahkan aku berharap waktu dapat diputar kembali agar aku bisa memilih untuk tidak pernah bertemu dia sama sekali! ucap Joe dengan penuh rasa penyesalan. Meski sesungguhnya itu semua hanyalah sandiwara untuk mengelabui Via.

__ADS_1


Mendengar penuturan Joe yang menunjukkan ekspresi kekecewaan, kebencian yang mendalam kepada Joe membuat hati Via begitu bahagia. Dia bahagia jika akhirnya keluar juga kata-kata kebencian dari hati Joe untuk Eva. Via pun mencoba untuk mengetahui lebih jelas lagi untuk bisa meyakinkan dirinya jika Joe memang benar-benar telah berubah.


" Tapi bukannya dulu kamu begitu mencintai Eva? Bahkan kamu sangat bucin kepada perempuan kampungan itu. Dan kamu sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang ada disekitarmu!


Joe mendesah pelan, menarik napas dalam-dalam.


"Mungkin itu adalah kebodohanku yang tidak bisa melihat dengan jelas sosok aslinya. Aku telah dibutakan oleh cinta.!


" Tapi kini hatiku sudah bisa mengenal siapa dirinya sebenarnya. Bahwa hatinya tidak tulus. Kasih sayang dan perhatiannya selama ini adalah palsu. Aku tidak menyangka sama sekali jika dirinya seburuk itu. Ingin rasanya dia menghilang dari muka bumi ini agar aku tidak bisa melihatnya lagi.! Keluh Joe dengan sangat begitu meyakinkan. Via pun sangat bahagia sekali. Ternyata usahanya selama ini tidaklah sia-sia.


" Kamu benar Jo, seharusnya perempuan itu tidak pernah hadir dalam kehidupan kita berdua. Sayang sekali dia masih bisa hidup dan selamat. Padahal aku berharap sama seperti dirimu agar dia lenyap dari muka bumi ini. Hanya saja keberuntungannya cukup besar. Padahal aku sudah berpikir jika kejadian waktu itu pasti akan merenggut nyawanya.! cerita Via yang tanpa sengaja hampir saja membongkar kedoknya sendiri.


Joe semakin yakin jika rencananya sudah mulai berhasil untuk memancing kejujuran dari mulutnya Eva.


" Aku tidak menyangka sama sekali jika perempuan itu hanya mempermainkan perasaanku. Perasaan cintaku yang tulus dibalasnya dengan luka dan sakit hati.! ujar Joe seperti seorang pria yang tersakiti oleh karena cinta.


Via semakin senang dan bahagia mendengar Joe berkeluh kesah tentang Eva. Bukankah hal ini yang selama ini diharapkan olehnya.?


" Aku sudah mengingatkan kamu tentang siapa Eva yang sebenarnya. Hanya saja kamu tidak mau mendengar kata-kataku. Sekarang kamu sudah menyadarinya kan Joe? ucap Via dengan perasaan bangga seolah-olah apa yang dilakukannya selama ini adalah suatu kebenaran. Via melanjutkan perkataannya.


" Tapi kamu tidak perlu khawatir atau merasa bersalah, karena aku sudah membalas perlakuan buruk Eva kepada kita dengan hukuman yang setimpal."


" Hukuman apa? tanya Joe dengan ekspresi biasa saja. Tapi sesungguhnya dalam hatinya dia sudah tidak sabar lagi mendengarkan kejujuran Via.


" Ya......hukuman yang sepantasnya dia dapatkan dari sikapnya yang sombong dan sok hebat itu.! ujarnya dengan senyum sinisnya.


Joe berusaha diam tak berkata apa-apa sambil menunggu dengan sabar apa lagi yang akan disampaikan oleh perempuan licik itu.

__ADS_1


" Tapi, dia cukup beruntung karena dia masih bisa selamat. Padahal aku sangat berharap jika dia itu lenyap saja dari dunia ini.! ungkapnya dengan sedikit rasa kecewa dan penyesalan.


Joe semakin tidak sabar menunggu Via mengatakan yang sejujur-jujurnya dan sejelas-jelasnya tentang kejadian kecelakaan itu.


__ADS_2