
Setelah Gia pamit pulang dan berjanji akan kembali lagi tapi dia tidak akan kembali seorang diri. Seseorang yang seharusnya kembali sejak dulu akan dia bawa kembali bersamanya. Grego pun dengan senang hati mengharapkan hal itu segera menjadi kenyataan. Hatinya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan kekasih jiwanya itu.
Gio pun berbicara empat mata dengan ayahnya itu.
" Ayah, apa ayah sangat percaya dengan cerita gadis itu? Bisa saja dia sedang berbohong hanya untukmu mendapat keuntungan dari kita? Gio berusaha meyakinkan ayahnya itu.
" Ayah tidak melihat kebohongan di mata gadis itu. Ayah melihat kejujuran dan ketulusan di mata itu. Tidakkah kamu lihat tatapan mata itu persis dengan tatapan mata Bundamu? Grego balik meyakinkan putranya itu.
" Gio hanya tidak ingin ayah kecewa jika seandainya gadis itu ternyata membohongi ayah!
Grego mengerti kegelisahan putranya itu. Tapi hati nuraninya sudah yakin dan percaya dengan semua yang diungkapkan oleh gadis itu. Mungkin karena hubungan darah yang menggerakkan hatinya untuk mempercayai gadis itu. Karena walau bagaimanapun ikatan darah antara ayah dan putrinya tidak dapat diingkari.
Gia yang begitu bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan sosok yang selama ini dirindukannya selama 17 tahun ini, masih menyimpan sedikit keraguan dan ketakutan. Bagaimana jika seandainya ibunya itu tidak bisa menerima kenyataannya dan menolak untuk kembali kepada masa lalunya?
Gia pun pergi menemui orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan semua peristiwa ini. Setidaknya dia yang mengetahui rahasia ini selama tujuh belas tahun dan menyembunyikannya dari semua orang yang berhubungan dengan kejadian tersebut.
Savio sedang merenung sendiri di ruangannya. Sedang memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk memperbaiki semua kekacauan yang telah terjadi. Dirinya berperan besar atas semua peristiwa yang telah terjadi. Sedikit banyaknya dialah yang telah menciptakan rahasia besar ini dan membuat lubang penderitaan yang cukup dalam diantara orang-orang yang saling mencintai itu.
Dalam saat permenungannya itu, Gia pun muncul dan membuyarkan khayalannya itu.
" Om Savio, Gia ingin mendengarkan semua kebenarannya dari Om sendiri. Gia sangat siap untuk mendengarkannya.! ucap Gia yang tiba-tiba tanpa salam atau sapa seperti kebiasaannya jika mengunjungi Om kesayangannya itu.
Savio tersentak dari lamunannya dan agak kaget dengan ucapan Gia yang tiba-tiba.
__ADS_1
" Gia sayang, kamu mengagetkan Om saja. Apa yang baru saja kamu katakan? Om kurang mengerti? Tanya Savio yang memang tidak menyadari maksud pertanyaan Gia baru saja.
" Gia sudah mendengar semua cerita Om kepada tante itu, teman Om bercerita tentang masa lalu Ibu. Tapi Gia belum sepenuhnya mendengar dengan jelas. Karena itu sekarang Gia meminta Om Savio menjelaskannya dengan sejelas-jelasnya kepada Gia apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Om merahasiakannya selama ini! ucap Gia blak-blakan tanpa basa-basi sedikitpun.
Savio tidak terlalu terkejut jika Gia akhirnya mengetahuinya. Karena dia tahu cepat atau lambat rahasia itu akan terbongkar. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.
" Hmmmm! Desah Savio. Apakah ini waktunya baginya untuk menceritakan semuanya kepada Gia? Tidak perlu lagi untuknya menunggu waktu atau menunda-nundanya.
" Baiklah sayang. Sepertinya Om juga tidak punya alasan lagi untuk menyimpan rahasia ini darimu. Kamu juga sudah cukup dewasa untuk mengetahui semuanya.! ujar Savio.
Gia tidak sabar lagi ingin mendengarkan cerita yang sesungguhnya. Meski dirinya sudah mengetahui sebagian dari kebenarannya tetap saja rasa penasaran untuk mengetahui keseluruhannya.
Savio pun memulai ceritanya.
" Pertama kali Om bertemu dengan ibumu, lebih dulu sebelum ayahmu mengenal ibumu. Dan Om jatuh cinta pada ibumu pada pandangan pertama. Tapi waktu itu Om tidak cukup punya nyali untuk mengutarakannya.!
Gia mendengarkan cerita Savio dengan penuh perhatian.
" Waktu itu Om belum mempunyai apa-apa untuk bisa diandalkan. Jadi Om hanya bisa menahan perasaan dan menunggu. Meski Om tahu jika ibumu adalah orang yang baik dan lemah lembut. Dia tidak pernah menilai sesuatu dengan memandang materi. Itulah sebabnya bukan hanya Om yang menaruh hati pada ibumu. Om harus bersaing dengan dua orang sekaligus. Dan Om tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Hal itu membuat Om menyerah sebelum berjuang.! Savio menarik napas sejenak sebelum melanjutkan kisahnya.
Gia tetap setia mendengarkan ceritanya Om nya itu. Kisahnya cukup menarik dan membuatnya penasaran.
Savio kemudian melanjutkan kisahnya.
__ADS_1
" Bahkan kisah cinta antara ibu dan ayahmu juga tidak mudah. Mereka melalui banyak rintangan dan tantangan. Tapi semua itu semakin menguji kekuatan cinta mereka. Om yang masih sesekali mencari tahu kabar tentang ibumu jadi tahu keadaannya seperti apa.!
Selama bersama dengan ayahmu, ibumu selalu terlihat bahagia karena ayahmu begitu mencintai ibumu. Ayahmu tidak pernah membiarkan ibumu menderita walau hanya sedikitpun.! Kisah itu jeda sejenak. Savio terkenang mengingat semuanya.
Gia terharu juga mendengarkan kisah ibunya itu. Gia bahkan tidak menyangka jika ayahnya itu ternyata seorang pria yang sejati, bertanggung jawab dan terlebih lagi ternyata sangat penyayang. Gia merasa bangga punya ayah seperti Grego.
" Setelah Om melihat jika ibumu hidup dengan bahagia bersama ayahmu, Om pun berusaha ikhlas dan merelakannya. Tapi entah apa yang telah terjadi hingga suatu ketika peristiwa naas itu terjadi. Om menemukan ibumu dalam keadaan sekarat dengan tubuh penuh luka-luka disekujur tubuhnya. Seseorang berusaha mencoba untuk membunuh ibumu dengan mengikatnya di dalam bagasi mobil dan menjatuhkannya dari atas bukit. Saat itu ibumu sedang mengandung dirimu.! Mengenang kisah itu hati Savio begitu pedih mengingat betapa menderitanya Eva saat itu. Netra Gia pun berkaca-kaca mendengarkan kisah pilu itu. Ternyata ibunya mengalami banyak penderitaan.
" Saat Om menemukan ibumu dengan keadaan yang mengenaskan, Om sangat marah sekali kepada ayahmu karena berpikir jika ayahmu sangat jahat dan keterlaluan karena membiarkan ibumu mengalami penderitaan seperti itu disaat dia sedang hamil. Waktu itu ibumu sedang mengandung dirimu. Karena Om merasa kecewa dan sakit hati dengan ayahmu dan dalam keadaan emosi, Om berjanji pada diri Om akan menjaga dan melindungi ibumu dan dirimu dengan setulus hati Om. Itulah sebabnya Om tidak pernah memberitahukan ayahmu tentang keberadaanmu ibumu. Apalagi di tambah ibumu yang mengalami amnesia sehingga tidak mengingat sama sekali siapa dirinya dan masa lalunya. Maka Om menggunakan kesempatan ini untuk bisa mendapatkan ibumu dan memulainya dari awal.!
Gia sungguh tidak menyangka jika kisah kasih hidup Ibunya sangatlah menarik meski dibumbui banyak adegan penderitaan.
" Tapi ternyata Om salah besar. Cinta tidak bisa dipaksakan. Karena cinta sejati akan kembali ke tempat dimana seharusnya dia berada. Om bahkan sudah menunggu selama tujuh belas tahun ini berharap ibumu membukakan pintu hatinya sedikit saja. Tapi ternyata tidak akan pernah terjadi. Hati ibumu selamanya telah terkunci rapat dan hanya ayahmu yang bisa membukakannya.! Savio mengakhiri ceritanya.
Gia menarik napas panjang setelah mendengarkan kisah tentang ibu dan ayahnya. Kisah cinta antara ibu dan ayahnya itu sungguh sangat dramatis. Mungkin akan lebih menarik lagi jika diangkat dalam drama televisi. Ada rasa bangga Di hatinya akan sosok sang ayah yang meski baru pertama kalinya ditemuinya. Tak terbayangkan olehnya jika nanti mereka akan kembali dan hidup bersama dengan ayahnya itu. Betapa bahagianya dirinya dan tentunya yang lebih berbahagia adalah ibunya. Wanita itu akan bersama lagi dengan cinta sejatinya.
" Om, terima kasih sudah bersedia menceritakannya kepada Gia. Gia merasa puas dan bahagia setelah mendengarkan semuanya.! Ucap Gia kepada Savio.
Savio tenang mendengarkan perkataan Gia. Awalnya dia mengira jika Gia akan membencinya karena telah membohonginya selama ini. Hati anak itu persis seperti ibunya. Lembut, baik dan penuh cinta. Beruntungnya Eva melahirkan seorang putri seperti Gia. Bahkan dia berharap jika Gia adalah putrinya sendiri.
Tapi harapan hanya tinggal harapan. Karena harapan itu sepertinya tidak akan pernah menjadi kenyataan. Untuk kesekian kalinya dia harus merelakan cintanya pergi. Untuk kesekian kalinya hatinya harus mengikhlaskan wanita yang dicintainya itu kembali bersama dengan cinta sejatinya.
Gia yang bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh Om nya itu, menggerakkan hatinya untuk melakukan sesuatu. Di dekatinya Om kesayangannya itu. Di tepuk-tepuknya bahu Omnya itu dengan lembut. Sesekali di elusnya, seolah memberikan peneguhan.
__ADS_1