Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Derita Seorang Ibu


__ADS_3

Semenjak percakapan Eva dengan ibunya Joe tempo itu tak pernah lagi Eva berhubungan dengan Joe. Joe bagaikan hilang di telan bumi. Eva sendiri tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi sehingga orang tua Joe menilainya sebagai seorang wanita yang tidak bermoral. Menganggap dirinya seorang wanita janda yang hanya menggoda laki-laki untuk dijadikan korban.


Entah dosa apa yang telah diperbuatnya di masa lampau sehingga harus menerima penghinaan seperti ini.


Seumur hidupnya Eva tidak pernah menggoda lelaki manapun. Apalagi semenjak ada Gio dalam kehidupannya tak ada waktu baginya untuk mencari laki-laki dan menggoda mereka seperti yang dituduhkan ibunya Joe.


Sakit dan perih itulah yang dirasakannya. Eva bisa merasakan kesedihan yang pastinya juga dirasakan oleh wanita-wanita yang berstatus janda muda yang ada diluaran sana. Memang bukan kali pertama Eva mendapatkan penilaian buruk dari orang-orang yang tidak mengenalinya karena statusnya yang tidak jelas. Sudah menjadi penilaian umum jika seorang wanita berstatus janda muda pasti hidupnya tidak jauh dari para pria. Mereka pasti merindukan sentuhan dan kehangatan dari lawan jenis yang membuat mereka layaknya seorang wanita penggoda. Sungguh penilaian yang sangat buruk. Tapi itu seolah-olah sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun. Tradisi yang seharusnya harus dihilangkan karena jelas-jelas tidak adil bagi para wanita malang ini.


Awal pertama Eva merawat Gio tuduhan-tuduhan negative dan fitnahan dari para tetangganya susah sering kali didengarnya.


Wanita muda beranak satu tanpa suami. Sudah pasti bukan wanita baik-baik. Namun demi seorang Gio Eva tidak peduli akan pendapat dan penilaian orang-orang. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan Gio, maka hinaan apapun tidak akan menggoyahkan cinta dan kasih sayangnya kepada Gio. Itulah bukti besarnya kasih seorang ibu. Sekalipun Eva bukanlah yang melahirkan Gio tapi cintanya untuk Gio melebihi cinta seorang ibu kandung kepada anaknya.


Gio melihat Bundanya sejak tadi termenung dan wajahnya nampak sedih. Terlihat jelas duka di wajahnya. Gio dengan polosnya mengambil telvon genggam Bundanya yang tergeletak diatas meja lalu mencari nomor Grego dan segera menghubunginya. Bunyi pertama dan kedua belum ada jawaban. Bunyi ketiga baru terdengar suara Grego.


"Halo Va." Dia mengira Eva yang menghubunginya.


" Halo om. Ini aku Gio." balas Gio.

__ADS_1


" Oh ini Gio ya! Ada apa Gio sayang? Grego merasa senang ketika dia mendengar suara Gio.


" Om, Bunda kok sedih? Om marahan ya sama Bunda? Tanya Gio dengan nada suaranya yang terdengar sedih.


Mendengar perkataan Gio, Grego jadi terkejut dan juga bingung.


" Bunda Eva kenapa sayang? Grego mencoba tetap bersikap tenang.


" Bunda sangat sedih om, tapi Gio tidak tahu kenapa Bunda bersedih." Gio menjelaskan dengan sikap polosnya yang menggemaskan.


" Om, datang ya ke rumah." ucapnya kemudian.


Gio memang tidak bisa melihat jika Bundanya itu bersedih. Disaat Bundanya itu merasa sedih Gio pasti juga akan merasakan hal yang sama. Ikatan bathin diantara mereka berdua memang sangat kuat. Ikatan bathin antara ibu dan anak yang melebihi hubungan darah ibu kandung dan anak kandung.


Tanpa menunggu lama Grego langsung meluncur ke rumah Eva. Entah kenapa hal apa saja yang berhubungan dengan Eva ataupun Gio, Grego pasti akan bertindak dengan segera. Kurang lebih 20 menit Grego sudah tiba di depan rumah Eva. Gio yang mendengar suara mobil berhenti langsung berlari ke arah pintu dan membukakan pintu. Kedua mata Gio dan Grego saling berpandangan. Kemudian mereka saling melemparkan senyum.


Setelah semakin mendekat keduanya saling berpelukan. Seakan-akan mereka baru bertemu saja setelah sekian lama berpisah. Padahal mereka sudah menghabiskan waktu semalaman tidur bersama. Perasaan mereka berdua bersatu padu dalam dekapan hangat bagaikan pelukan hangat antara Ayah dan Anaknya.

__ADS_1


Kemudian Gio turun dari pelukan Grego. Rindunya sudah cukup terobati.


" Bundanya kenapa sayang? Tanya Grego.


" Gio lihat Bunda sedang bersedih Om. Bunda kemarin sore pergi ke rumah sakit, setelah itu Bunda jadi terlihat diam dan murung." Gio menjelaskan dengan apa yang dilihatnya.


" Sekarang Bunda ada dimana? Tanya Grego sambil melihat kesekeliling ruangan dan tidak menemukan sosok Eva disana.


" Bunda tadi baru masuk ke kamarnya! jawab Gio


Mereka berdua pun melangkah bersama menuju kamar Eva.


Tanpa saling memberitahupun mereka berdua seakan-akan saling mengerti dari hati ke hati bahwa saat ini yang harus mereka lakukan adalah menghibur hati sang wanita pujaan hati mereka berdua.


Kedua pria beda generasi ini memang sama-sama memiliki hati yang lembut. Dari luar memang kelihatan seperti sosok pribadi yang berhati dingin namun sesungguhnya penuh kehangatan.


Eva memang sungguh sangat beruntung karena dipertemukan oleh Tuhan dengan kedua sosok istimewa ini.

__ADS_1


Sosok yang melengkapi hidupnya menjadi lebih sempurna. Dibalik deritanya Tuhan masih memberinya kebahagiaan yang sempurna.


__ADS_2