
Matahari sore nampak berwarna keemasan. Langit Aurora menambah keindahan cakrawala. Gia dan Gio sedang menikmati indahnya senja di taman yang ada di tengah kota. Sore-sore begini banyak pasang mata menghabiskan waktu dengan bersantai ria di taman tengah kota. Ada yang saling bercengkrama dengan teman atau keluarga, ada juga yang sibuk dengan gadget masing-masing dan ada pula yang bermain dengan olahraga ringan di tempat yang sudah disediakan.
Ternyata Kevin dan Kenan juga berada ditempat itu. Tapi mereka tidak saling mengetahui. Kedua bersaudara itu nampak asyik bermain skateboard, sedangkan Gio dan Gia hanya duduk bersantai di bangku taman yang tersedia di tempat itu.
" Kak, beli cemilan dong. Lapar nih! Gia meraba perutnya yang berkeroncong karena kosong kelaparan.
"Mau makan apa? tanya Gio.
" Apa aja dech! balas Gia.
" Okey. Kalau gitu, kamu tungguin disini, kakak cari makanan dulu! Gia mengangguk mengiyakan. Gio lalu pergi mencari makanan di warung kuliner yang disediakan di tempat itu. Di saat Gio sedang fokus mencari makanan untuk Gia, Gia memilih untuk berjalan-jalan melihat situasi di sekitar lingkungan taman itu. Karena berada di pusat kota, taman itu selalu ramai dikunjungi oleh warga setempat.
Gia melangkah mengikuti kemana hatinya membawanya. Melihat cukup ramainya tempat itu, membuat Gia sedikit rasa canggung. Namun dengan kekuatan dari dalam hatinya Gia menguatkan dirinya untuk tetap menikmati suasana di tempat itu. Semakin melangkah dan terus melangkah, hingga sampai akhirnya Gia melihat sosok Kevin dan Keenan.
Gia memperhatikan kedua kakak beradik itu dengan fokus. Ada perasaan senang ketika melihat sosok kedua bersaudara itu ada di sana. Tidak berselang lama, mata Kevin tanpa sengaja menangkap sosok Gia ada diantara kerumunan orang-orang itu. Sampai-sampai Kevin tidak fokus lagi dengan permainannya dan membuatnya terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Gia yang ternyata juga menangkap tatapan Kevin terkejut ketika melihat Kevin terjatuh. Mulutnya bahkan berteriak meski suaranya tidak terlalu kencang.
Gia lalu berlari kecil menuju ke tempat Kevin terjatuh tadi. Kevin yang segera bangkit setelah melihat Gia berjalan ke arahnya juga ikut berlari kecil menjumpai Gia.
" Kamu tidak papa? tanya Gia dengan nada cemas.
" Iya, aku tidak papa! jawab Kevin. Keenan yang melihat kehadiran Gia di sana turut terkejut bahagia. Keenan segera meninggalkan permainannya dan berlari kencang menemui Gia dan Kevin.
" Kak Gia...! panggil Keenan. Gia tersenyum manis melihat Keenan yang berlari ke arahnya. Keenan langsung memeluk Gia dengan eratnya.
" Senang banget Kak Gia ada di sini.! ucap Keenan dengan bahagia, yang tidak dapat menutupi rasa bahagia di dalam hatinya.
" Bagaimana kabar Keenan? tanya Gia dengan bahagia juga.
" Keenan baik-baik aja kok Kak. Keenan hanya rindu aja sama kakak Gia.! ucap Keenan dengan tulus dari hatinya.
" Kakak juga rindu kok sama Keenan, adik kakak yang paling ganteng dan manis.! Balas Gia sambil memuji.
__ADS_1
Kevin yang merasa diabaikan padahal dirinya yang lebih dahulu menyapa Gia nampak cemberut cemburu. Gia yang segera menyadarinya malah pura-pura tidak tahu dan malah semakin asyik bercerita dengan Keenan. Kevin pun memilih menjauh dari mereka berdua. Namun Gia malah langsung memanggil nama Kevin.
" Mau kemana Vin?
Kevin kembali berbalik.
" Nggk kemana-mana kok! balasnya.
" Kakak tidak tahu ya kalau beberapa hari ini kak Kevin galau karena tidak bisa bertemu dengan kak Gia.! ucap Keenan dengan polosnya.
Dengan refleks Kevin langsung menutup mulut Keenan dengan kedua tangannya. Kevin tidak menyangka sang adik akan membongkar aibnya di depan Gia.
Mendengar ucapan Keenan, Gia hanya terdiam. Tidak tahu harus menanggapinya seperti apa. Karena bagaimanapun juga hatinya bahagia mengetahui jika Kevin merindukan dirinya. Meski hubungan diantara keduanya hanyalah teman. Tapi hati masing-masing merasakan hal yang lain. Meski pada awalnya, Gia tertarik dengan sosok Varen, namun seiring berjalannya waktu, kebersamaan diantara mereka mampu membuka hatinya untuk mengenal Kevin lebih dalam. Dan hasil tidak mengkhianati usaha. Karena hati Gia mampu juga dimasuki oleh cinta Kevin, lewat perhatian, kasih sayang yang selama ini ditunjukkan oleh Kevin.
Meski belum ada pengakuan secara langsung dari kedua belah pihak yang mengkonfirmasi perasaan yang mereka alami saat ini. Tapi lewat tatapan mata, ucapan dan tindakan yang mereka saling tunjukkan mengungkapkan perasaan yang mereka alami.
" Kamu ada kegiatan apa setelah ini? tanya Gia mencairkan suasana.
" Nggak ngapa-ngapain juga.! jawab Gia dengan perasaan dag dig dug.
Pertemuannya dengan kedua bersaudara itu malah membuat Gia lupa dengan saudaranya sendiri. Gia lupa kalau Gio ada bersama dengan dirinya tadi di tempat itu. Tanpa diketahuinya, kalau Gio sejak tadi mencari-cari keberadaanya. Bukankah tadi pesan Gio untuknya agar tidak pergi kemana-mana. Gia malah meninggalkan tempat duduknya tadi sehingga Gio kehilangan jejaknya.
" Kamu sendirian disini? tanya Kevin kemudian.
Dan setelah mendengar pertanyaan Kevin, Gia pun tersadar jika kakaknya Gio pasti kini sedang mencari-cari keberadaannya.
" Oh iya, tadi aku sama kak Gio. Ya ampun dia pasti sedang mencari-cari diriku! ucap Gia setelah tersadar.
" Ya sudah, kalau begitu kita cari kak Gio sama-sama.! usul Kevin.
Gia mengangguk menyetujui ucapan Kevin. Mereka bertiga berjalan bersama menuju tempat Gia dan Gio awal datang ke tempat itu. Dan tidak sulit untuk menemukan sosok Gio diantara orang-orang yang ada di sana.
__ADS_1
" Kak Gio! panggil Gia ketika melihat sosok kakaknya itu.
Gio pun langsung menemui Gia setelah mendengarkan suara teriakan Gia memanggil namanya.
" Oh, ada Kevin dan Keenan juga! ujar Gio melihat Kevin dan Keenan ada bersama dengan Gia.
" Iya kak.! jawab Kevin
" Hi kak Gio! sapa Keenan dengan kepolosannya.
" Hy juga Keenan! balas Gio dengan senyumannya yang lebar. Melihat sosok Keenan yang lucu dan menggemaskan membuat hatinya merasa senang dan bahagia.
" Kalian lagi buat apa disini? tanya Gio. Namun setelah melihat benda yang ada di tangan keduanya Gio langsung menjawab sendiri pertanyaannya tadi.
" Kalian main skateboard ya. Wah kalian pasti hebat menggunakan benda itu.! ucap Gio menunjukkan rasa kagumnya.
" Masih belajar kok Kak! jawab Kevin merendah.
" Tapi Keenan sudah pro kok kak.! jawab Keenan dengan jujur dan polosnya.
" Wow, mantap kalau begitu. Dari dulu kakak pengen banget main skateboard tapi nggk pernah kesampaian.! ucap Gio dengan mimik wajah dibuat sedih.
" Kakak boleh belajar. Keenan siap membantu! dengan sikap lugunya Keenan malah menawarkan Gio untuk berlatih dengannya.
" wauu... terima kasih sekali. Itu suatu kehormatan bagi kakak bisa di latih oleh Keenan.! ucap Gio dengan sedikit pujian agar bocah manis itu merasa dihargai dan usahanya tidak ditolak.
" Aihhh, Keenan. Kamu seperti pelatih hebat saja. Nggak usah di dengar Kak, Keenan hanya basa-basi doang.! ucap Kevin merendah.
Gio membalasnya dengan anggukan sambil melemparkan senyuman tulus.
Lalu mereka berempat beranjak dari tempat itu dan kembali ke tempat mereka masing-masing. Gio yang diam-diam melirik sikap Kevin dan Gia yang terkadang curi-curi pandang, mengerti akan perasaan yang ada di hati keduanya. Hanya saja untuk saat ini dia hanya akan menjadi pengamat. Tidak mendukung ataupun melarang jika keduanya memiliki perasaan yang saling mencintai.
__ADS_1
Dia akan melihat sejauh mana kedua sejoli itu mampu mengelola perasaan mereka masing-masing, mengenali hati mereka dengan jujur dan berani untuk mengungkapkannya.