
Malam ini Eva akan pergi kencan buta. Aletta selalu berusaha untuk membantu Eva dalam menemukan jodoh sahabatnya itu. Karena dia tahu Eva tidak akan bertindak sama sekali.
Meski ini bukan yang pertama kalinya tetapi Aletta tetap yakin jika suatu saat sahabatnya itu akan menemukan jodoh yang tepat untuknya. Salah satunya adalah dengan mendaftarkannya di aplikasi kencan buta.
Demi menghargai usaha sahabatnya itu dan menghormati persahabatan mereka mau tidak mau Eva pun bersedia untuk memenuhi undangan dari aplikasi tersebut untuk bertemu dengan teman kencannya.
Eva terlihat memakai pakaian sederhana. Kemeja putih dan celana jeans berwarna biru.
Tidak kelihatan sama sekali jika sebenarnya dia hendak berkencan.
Setelah memesan sebuah taxi online Eva pun berangkat ke tempat yang sudah dipesan oleh Aletta. Sedangkan Gio seperti biasanya di titipkan kepada tetangganya.
Sekitar 30 menit taxi online itu tiba di tempat yang dituju.
Eva melangkah dengan perasaan yang kurang nyaman. Tapi tetap saja dipaksakannya untuk menemui pria tersebut.
Setelah bertanya pada resepsionis dimana letak tempat atas namanya Eva langsung saja menuju tempat yang dituju.
Hanya melewati beberapa meja tempat yang dimaksud akhirnya ketemu.
Nampak si pria sudah duduk disana dengan posisi membelakanginya.
Setelah berada di sisi meja tempat si pria tersebut duduk Eva langsung menyapanya.
__ADS_1
"Halo, selamat malam Mas Roy."
Si pria tersebut langsung berdiri dan menatap Eva. Diperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"'Selamat malam juga." jawabnya sambil mengulurkan tangannya.
Eva pun menyambutnya dan mereka saling berjabat tangan.
"Silahkan duduk. " ucap pria itu dengan lumayan sopan.
Eva membalas dengan senyuman lalu duduk menghadap si pria tersebut.
Terlihat suasana yang begitu canggung antara keduanya. Eva memperhatikan pria yang ada dihadapannya itu. Wajahnya terlihat cukup menarik. Dilihat dari raut wajahnya usianya tidak lebih dari 30 tahun. Si pria itu pun menilai sosok yang ada dihadapannya ini dengan penampilannya yang cukup menarik.
"Saya Roy Aditya. Umur saya 32 tahun. Saya bekerja sebagai Manager di sebuah perusahaan." beritahu si pria tersebut.
"Nama saya Eva Christa Gretel, dan saat ini saya sedang bekerja sebagai karyawan disalah satu perusahaan.!! jawab Eva dengan percaya dirinya.
Dan kemudian selanjutnya mereka memesan hidangan dan terlihat asyik saat bercerita satu sama lain.
Kira kira 3 jam lamanya perkenalan keduanya pun sudah selesai.
Kali ini acara kencan butanya berjalan dengan baik. Meski mereka hanya menikmati makan malam berdua.
__ADS_1
Dan seperti biasanya kencan buta ini takkan menghasilkan apapun. Diakhir pertemuan mereka berdua memutuskan untuk tidak memulai hubungan yang baru.
Jam 10.00 malam tiba Eva pun harus segera pulang. Dia harus memesan taxi online karena bus malam sudah tidak beroperasi lagi. Sedangkan si pria tersebut malah pergi meninggalkan Eva tanpa menawarkan sedikitpun tumpangan untuk menghantarkan Eva pulang.
Sambil menunggu taxi online, Eva mencoba menikmati pemandangan malam itu. Terlihat begitu berkilau oleh lampu lampu jalanan ibukota.
Eva berdiri tidak jauh dari parkiran di restaurant tersebut. Namun tidak disangka sangka sebuah mobil tiba tiba meluncur seperti kehilangan kendali dan hampir menabrak Eva.
Meski dapat menghindar namun Eva tetap juga terjatuh karena terserempet oleh mobil tersebut.
Tentu saja Eva merasakan sakit dan perih akibat tergores aspal jalanan. Karena jalanan terlihat sepi sehingga tidak seorangpun manusia yang kelihatan disana.
Eva berusaha membantu dirinya sendiri untuk berdiri. Tanpa di sangka tiba tiba ada tangan yang membantunya berdiri.
Eva mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa gerangan sosok pemilik tangan tersebut. Dan...
"Kamu!?ucapnya seperti tidak percaya.
Yaa, Grego si pemilik tangan tersebut. Entah darimana dia bisa muncul tiba tiba saja.
"Apa yang kamu lakukan malam malam begini di tempat ini? Ucapnya balik bertanya. Alih alih menjawab pertanyaan Eva.
Eva pun juga tidak menjawab pertanyaan tersebut.
__ADS_1
Grego pun dengan perhatiannya memapah tubuh Eva yang sudah tidak mulus lagi karena lecet. Dia membawanya ke dalam mobilnya. Dan Eva pun hanya bisa pasrah mengikuti kehendak bos nya itu.