
"Satu orang saja yang membuat kesalahan dan tim kita menjadi kacau seperti ini?!! Kalian tidak becus menangani pria itu sehingga dia membuat kekacauan di sini . Jadi sekarang kalian semua harus bertanggung jawab dengan pemangkasan poin 30%!!! Ahh,, mulai hari ini juga, kalian harus bekerja lembur sampai jam 10 malam!!!" Bentak Andi yang merasa kesal Bagaimana Dimas sudah mengacaukan ruang kerja mereka setelah pria itu dipecat secara tidak hormat karena ketahuan merayu Liliana.
Tidak ada satupun dari orang-orang di sana yang berani berbicara, bahkan Angga yang merupakan asisten paling dekat dengan Andi pun tidak berani membuka mulutnya hingga kemudian Andi menatap Liliana dan memperhatikan perempuan yang tampak ketakutan itu.
"Kau!" Ucap Andi langsung membuat Liliana mengangkat wajahnya dan menatap Andi dengan perasaan takutnya.
Meski pria yang galak itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan pria yang ia cintai, namun sikap pria itu membuatnya merasa tertekan sebab kegalakan pria itu benar-benar berada di level yang tidak bisa ia atasi.
"Kau datang terlambat dengan penampilan seperti itu?!!" Bentak Andi langsung membuat Liliana kebingungan dengan penampilannya.
Tetapi orang-orang yang memperhatikan Liliana, mereka semua melihat tanda-tanda lebam di leher Liliana yang menandakan bahwa kemarin malam perempuan itu sudah bercinta habis-habisan namun lupa menutupi bekas-bekas malam erotis itu.
__ADS_1
Tetapi kemudian ketika mereka mengangkat wajah mereka lagi mereka juga mendapati tanda-tanda yang sama pada Andi, hal itu membuat mereka kebingungan, namun tentunya tidak ada dari mereka yang berani berbicara.
"Itu,," Liliana langsung membungkuk 90 derajat pada Andi sembari lanjut berkata, "Saya minta maaf Pak, lain kali saya akan lebih memperhatikan penampilan saya dan juga saya berjanji bahwa ini pertama dan terakhir kalinya saya terlambat."
Andi yang mendengar ucapan Liliana hanya tersenyum miring, "pertama dan terakhir kalinya?!! Bahkan kemarin kau juga terlambat, dan membuat kekacauan di ruanganku, dan sekarang kau menyuruhku untuk mempercayai janji yang kau buat?!! Cepat pergi ke gudang dan bereskan gudangnya!!! Harus selesai hari ini atau Kau dipecat!!!" Bentak Andi langsung membuat Liliana gemetar ketakutan.
Perempuan itu mengumpulkan keberanian nya untuk berbicara, "Tapi Pak,, mustahil untuk menyelesaikan pekerjaan di gudang dalam satu hari, karena--"
"Kalau kau tidak bisa maka pergi kebagian administrasi dan ambil surat pemecatanmu!!!" Bentak Andi lalu pria itu kemudian berbalik menuju ruangannya dan menutup pintu dengan keras.
'Kenapa aku bisa tidur dengan pria seperti dia?!' ucap Liliyana dalam hati yang kini merasa begitu frustasi dengan kehidupannya.
__ADS_1
Dia pikir masalah yang ia alami 5 tahun yang lalu ialah masalah terberat dalam hidupnya, tetapi sekarang dia tidak mau membandingkan masalah itu dengan masalah yang ia hadapi saat ini, karena selain mendapatkan lingkungan kerja yang buruk, dia juga sudah menghabiskan satu Malam Bersama dengan pria yang akan membuatnya menderita seumur hidup.
Sementara seorang gadis yang berdiri di samping Liliana, dia mengulurkan tangannya menepuk-nepuk punggung Liliana sembari berkata, "aku juga prihatin dengan hukuman yang diberikan oleh manajer padamu, tetapi sebaiknya kau bergegas ke gudang. Nanti di jam istirahat kami akan berusaha untuk membantumu supaya pekerjaanmu cepat selesai, tetapi sebelum itu sebaiknya kau pergi ke toilet dan tutupi tanda-tanda yang ada pada lehermu."
Ucapan gadis itu benar-benar membuat Liliana kebingungan hingga dia menatap gadis itu dan menatap semua orang juga menatapnya dengan tatapan aneh.
"Memangnya ada apa?" tanya Liliana sembari memegangi lehernya dan dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh perempuan yang ada di depannya.
Semua orang yang mendengarkan pertanyaan Liliana langsung berbalik meninggalkan Liliana tetapi gadis yang ada di depan Liliana kemudian berkata, "sebaiknya kau segera pergi ke toilet."
Setelah berbicara demikian, maka sang gadis berbalik juga meninggalkan Liliana hingga Liliana merasa begitu canggung terus berada di sana sendirian tanpa ada yang berbicara padanya.
__ADS_1
Apalagi, saat ini dia belum memiliki meja yang ditunjukkan padanya sehingga tidak ada tempat baginya untuk duduk selain pergi ke gudang untuk kembali lagi bekerja.
Maka dengan rasa bingungnya, Liliana kemudian pergi ke toilet sesuai dengan arahan dari sang gadis yang baru saja berbicara dengannya.