Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
7. Sembuh oleh Liliana


__ADS_3

Setelah Dimas pergi, Andi yang sedang dipeluk oleh Liliana kini menata perempuan itu dengan dingin, dan dia mengulurkan tangannya untuk menjauhkan perempuan itu dari tubuhnya ketika Liliana dengan bersikeras memeluk erat Andi.


"Kau,, sayang,, Kenapa kau jadi tidak menyukaiku? Apakah perasaanmu berubah padaku setelah apa yang terjadi di mall. Aku bahkan tidak tidur setiap malam selama 5 tahun terakhir ini memikirkan kejadian ketika kau harus meninggal di mall, tetapi sekarang aku malah menemukanmu seperti ini? Kau sangat nyata di hadapanku, jadi aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, kau adalah Andi, milik Liliana selamanya!!!" Teriak Liliana mempererat pelukannya dengan bibir perempuan itu bersikap nakal langsung menerkam leher Andi dan meninggalkan bekas kecupan di sana.


Andi yang merasakan itu langsung menyipitkan matanya, dan sekejap tetapan pria itu menjadi sangat dingin dan dengan satu hentakan ia berhasil menjauhkan Liliana dari tubuhnya.


Perempuan itu tersungkur di lantai dengan Andi yang menatapnya dengan tajam.


"Kau benar-benar harus di pecat!!" teriak Andi sembari berjalan pergi meninggalkan perempuan itu sebab Dia benar-benar muak melihat perempuan pindahan dari kantor cabang itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat buruk.


Andi berjalan sembari melonggarkan dasinya Dan menggunakan tangannya yang lain ia mengambil sapu tangan dan membersihkan air liur Liliana yang tertinggal di lehernya.

__ADS_1


Sementara Liliana yang melihat kepergian Andi, perempuan itu mengabaikan rasa sakitnya dan dia langsung berdiri mengejar pria itu sampai akhirnya tiba di parkiran dan melihat Andi memasuki mobilnya.


Tanpa ragu-ragu, Liliana langsung pergi ke sana menahan pintunya dan melompat ke atas mobil dengan tubuh yang berada di atas pangkuan Andi.


"Tidak!! Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku seperti yang terjadi di 5 tahun yang lalu!!!" Teriak Liliana langsung membungkam bibir pria itu menggunakan bibirnya dengan tangan perempuan itu melingkar erat di leher Andi.


Andi yang merasakan itu sangat terkejut, apalagi ketika dia menyadari bahwa adik kecilnya yang berada di bawah tepat bersentuhan dengan area pribadi Liliana sebab rok perempuan itu telah tersingkap sampai ke atas paha.


"Mm!!" Pria itu berusaha menjauhkan Liliana, Tetapi dia menghentikan gerakannya saat menyadari bahwa adiknya yang sudah tidak bereaksi selama bertahun-tahun kini bereaksi dengan cepat.


"Cup!" Liliana menghentikan ciumannya dan dengan wajah yang merona karena pengaruh obat perempuan itu menatap Andi dengan seksama.

__ADS_1


"Andi, sayang ku,, Apa akhirnya kau ingat padaku?" Tanya Liliana sembari meneteskan air matanya membuat Andi tercengang di tempatnya karena melihat perempuan di depannya benar-benar menganggapnya sebagai Andi yang entah Andi Siapa yang dimaksud oleh perempuan itu.


Tetapi menyadari bahwa dirinya juga mulai panas dan sesuatu yang ada di bawah sudah menegang sempurna, serta dia mulai merasakan sesuatu yang dirasakan oleh pria normal, maka pria itu dengan cepat membanting Liliana ke bawah kursinya dan mencumbui perempuan itu dengan liar.


"Ahh,, sayangku,, Andi,," Liliana menjerit dalam rasa sakit dan rasa kegembiraan yang meluap-luap ketika dia yang terguncang hebat melihat wajah pria yang ia cintai berada di atasnya.


Meski Dia meneteskan air matanya karena dalam kesadarannya dia masih teringat bahwa kejadian seperti ini pada 5 tahun yang lalu membuatnya harus begitu menderita karena hamil tanpa seorang suami, namun perempuan itu masih tetap merasa bahagia karena pria yang selama ini ia rindukan dan membuatnya selalu menangis di tengah malam akhirnya kembali lagi bersama-sama dengannya.


Maka sambil memejamkan matanya, Liliana memeluk pria yang berada di atasnya dengan pelukan yang begitu erat dan memberikan semua yang ia miliki untuk pria itu.


Untuk Andi, tunangannya.

__ADS_1


Untuk pria yang telah menghilang dari hidupnya selama 5 tahun lebih.


Untuk pria yang paling ia cintai dan tak pernah ia lupakan meski pria itu telah meninggalkannya sejak bertahun-tahun lamanya.


__ADS_2