Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
92


__ADS_3

Setelah berbicara dengan sekretaris, maka Andi pun melangkah menuju ranjang dan dia duduk di samping Liliana sembari memegang tangan perempuan itu.


Tidak hanya memegang, Andi pun mencium tangan perempuan itu sebelum beralih memeluk Liliana dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi Liliana.


"Perutmu tidak sakit lagi kan?" Tanya Andi sembari meraba perut perempuan itu dan Dia sangat cemas terhadap keadaan bayi Mereka yang ada di sana.


Liliana tersenyum, "tidak sakit lagi, Semua ini karena kau terus menjagaku di sini," ucap Liliana yang merasa senang bahwa pria itu sudah sangat memperhatikannya.


Dia bahkan beberapa kali terus bermimpi tentang kehidupan yang baik antara dia dan Andi di masa depan mereka.


"Baguslah, sekarang aku harus keluar, karena ayahku masih dalam kondisi pemulihan dan kami belum memberitahunya tentang perjodohanku dengan Meliani dibatalkan. Oleh sebab itu, sampai ayahku sembuh aku masih harus terus berpura-pura menjalin hubungan yang baik dengan Meliani.


"Aku harap kau mengerti dengan ini, tapi aku tidak pernah memiliki perasaan apapun terhadap meliani, semua yang kumiliki sudah aku berikan padamu tidak ada lagi yang tersisa untuk orang lain."kata Andi yang merasa cemas Jika saja perempuan yang bersama-sama dengannya mungkin akan merasa cemburu.

__ADS_1


Dia pun tidak ingin menyembunyikan masalah itu dari Liliana, sebab dia takut kalau saja nanti tiba-tiba Liliana melihatnya bersama-sama dengan Meliani maka perempuan itu pasti akan mengalami syok berat dan sangat berbahaya bagi kandungan Liliana.


Meski Liliyana sekarang entah kenapa merasa begitu cemburu mendengarkan ucapan Andi, tetapi perempuan itu tetap menahan rasa egonya sembari dia menganggukkan kepalanya.


"Aku percaya padamu," ucap Liliana benar-benar membuat Andi merasa senang karena perempuan itu mulai mempercayainya sehingga dia tidak tahan mengulurkan tangannya belakang kepala perempuan itu dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Liliana.


"Aku harus pergi sekarang, tapi aku akan usahakan supapa bisa cepat kembali, jadi kalau ada sesuatu, kau harus segera menghubungiku!!!" Tegas Andi langsung diangguki oleh Liliana hingg pria itu pun turun dari tempat tidur.


Setelah selesai mengatur perawat untuk menemani Liliana, barulah Andi meninggalkan Rumah sakit menuju sebuah klinik kecantikan yang sangat terkenal di ibukota.


Klinik kecantikan itu ialah klinik di mana Meliani bekerja, sehingga ketika Andi masuk, semua orang sudah mengenali Andi sebab selama beberapa waktu terakhir Meliani terus membanggakan hubungannya dengan Andi.


"Anda pasti datang mencari dokter Meliani," ucap salah seorang dokter menyambut kedatangan Andi yang mana dokter tersebut ialah salah satu teman Meliani bekerja di tempat itu.

__ADS_1


Andi menganggukkan kepalanya dengan tenang, "ya," jawab Andi.


"Ah, saat ini dokter Meliani masih ada di ruangan operasi, jadi tidak bisa ditemui," kata Sang dokter.


"Apakah operasinya masih lama?" Tanya Andi.


"Dia sudah cukup lama dalam ruangan operasi, jadi mungkin sekitar 10 menit lagi dia akan keluar, silakan menunggu di ruangan Tunggu supaya nanti saya menyuruh dokter Meliani menghampiri Anda saat dia selesai melakukan operasi," ucap dokter yang bersama-sama dengan Andi.


Andi tidak mengatakan apapun lagi, pria itu menganggukkan kepalanya lalu dia pun berjalan ke arah ruangan yang ditunjukkan oleh dokter itu dan duduk di sana sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi Liliana.


Masih lama menunggu di tempat itu Andi terus berteleponan dengan Liliana dan mereka membahas hal-hal receh yang membuat beberapa dokter yang lalu lalang di tempat itu mengerikan kening mereka saat melihat Andi yang tampak sangat berbeda dari yang biasa mereka temui.


Biasanya pria itu selalu berwajah datar, dengan suara yang dingin berbicara singkat-singkat saja, tapi sekarang malah terlihat begitu berbeda dari yang biasanya mereka perhatikan saat bertemu Andi di acara-acara besar.

__ADS_1


__ADS_2