Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
77


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Andi, Ayah Meliani pun berjalan ke arah lampu taman yang terletak tak jauh darinya, lalu pria itu berdiri di bawah lampu taman itu sembari membuka surat yang ada di tangannya.


Pria itu tak mampu berkata-kata saat ia melihat catatan kesehatan Andi yang mana ternyata bahwa pria itu memiliki kelainan menyangkut seksualnya.


Pria itu terdiam memandangi surat yang ada di tangannya sebelum akhirnya dia melipat kembali surat itu dan menyimpannya ke dalam saku jasnya.


Setelah itu, Ayah Meliani pun pergi ke arah ruangan tempat Zaskia dirawat lalu pria itu melihat Andi sedang duduk di depan ruangan tersebut pada kursi yang tersedia di sana.


"Kau,," Ayah Meliani hendak mengatakan sesuatu pada pria itu, namun dia menahan kata-katanya setelah melihat bahwa Andi tampak sedang kacau.


Maka pria itu hanya masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya beserta putrinya sedang menjaga Zaskia yang saat itu terduduk di tempat tidur dengan wajah yang pucat.


"Ayah," Meliani langsung melihat ayahnya, dan perempuan itu tidak bisa menyembunyikan rasa kacau pada wajahnya setelah Andi benar-benar memutuskan hubungan mereka.

__ADS_1


"Andi ada di luar, Jadi sekarang ayo kita pergi," ucap Ayah Meliani langsung membuat Meliani berdiri menatap ayahnya karena tidak mengerti dengan ucapan ayahnya.


Meliani kemudian berkata, "Ayah dan ibu pergi saja, aku masih akan menemani--"


"Tidak! Kita bertiga akan pulang!" Ucap Ayah Meliani dengan tegas sembari menarik tangan putrinya lalu membawa perempuan itu keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh ibu Meliani.


Saat keluar dari ruangan, Meliani melihat Andi yang duduk di salah satu kursi, tetapi pria itu sama sekali tidak bergeming dengan keluarga mereka yang keluar dari ruangan perawatan Zaskia.


Ketika ketiga perempuan itu telah menghilang dari hadapannya, barulah Andi mengangkat wajahnya lalu pria itu pun berjalan ke arah kamar di mana ibunya berada.


Clek!


Baru saja pintu terbuka, Andi langsung melihat ibunya yang terlihat menyeka air matanya.

__ADS_1


"Ibu," ucap Andi menghampiri ibunya lalu pria itu pun duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Meliani menjaga perempuan itu.


Zaskia yang mendengarkan ucapan putranya tidak mengatakan apapun, perempuan itu hanya membuang muka dari putranya dan terlihat jelas bahwa suasana hati perempuan itu sangat buruk serta tidak ingin berbicara dengan putranya.


"Maaf Bu, tapi aku benar-benar tidak bisa melanjutkan perjodohanku dengan Meliani, akan ada lebih banyak orang yang terluka jika kami menikah ketimbang ketika kami memutuskan hubungan kami," ucap Andi langsung membuat Zaskia menatap putranya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ada lebih banyak orang yang terluka? Lalu sekarang apa yang kau lihat? Lihat Ayah dan ibumu yang masuk rumah sakit setelah kau memutuskan hubunganmu dengan Meliani, lihat keluarga Meliani, lihat Meliani yang sudah selama 7 tahun terus setia disisimu!!! Apakah kau tidak memperhitungkan semua itu?!!" Tanya Zaskia pada putranya sembari meneteskan air matanya.


Andi yang melihat ibunya seperti itu benar-benar merasa khawatir dan juga bersalah terhadap perempuan itu,, sebab awalnya dia memang tidak peduli dengan pernikahan itu karena dia tahu pada akhirnya mau menikah atau tidak menikah tidak akan ada yang berbeda.


Tetapi sekarang, semuanya menjadi sangat berbeda setelah kehadiran Liliana di dalam hidupnya.


"Maaf Bu, Ini semua salahku, Tapi inilah jalan yang terbaik. Ibu tenangkan diri Ibu, aku akan menyewa perawat untuk menjaga ibu," ucap Andi yang jelas tahu jika dia terus berada di tempat itu maka suasana hati ibunya akan terus memburuk sebab perempuan itu tidak bisa menerima keputusannya untuk menyudahi hubungannya dengan Meliani.

__ADS_1


__ADS_2