Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
39


__ADS_3

"Duduklah," ucap Andi pada perempuan yang masuk ke apartemennya bersama-sama dengannya, lalu mereka kemudian duduk untuk makan malam bersama.


🏜️🏜️🏜️


Sambil makan malam, Andi memperhatikan perempuan di depannya, dan dia bisa melihat bahwa raut wajah perempuan itu tampak sama seperti hari-hari sebelumnya, kosong, tidak ada ekspresi apapun yang ada di sana.


Namun masih seperti hari-hari sebelumnya juga, Andi tidak terlalu memperdulikannya dan dia hanya menunggu mereka cepat-cepat makan, lalu bisa tidur sambil memeluk perempuan itu.


Namun kali itu, mereka belum selesai makan malam ketika tiba-tiba saja untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat panjang, bel apartemen pria itu dibunyikan oleh seseorang.


Ding dong!


Ding dong!

__ADS_1


Andi yang mendengarkan Bell apartemen itu langsung mengerutkan keningnya lalu dia berdiri untuk pergi mengeceknya sebab seharusnya tidak ada satupun tamu yang akan datang ke apartemennya.


"Dia!!" Andi mengatup erat-erat giginya ketika dia melihat dari layar monitor bahwa yang datang ternyata ialah Meliana.


Perempuan itu bahkan tidak datang sendirian, tetapi bersama seorang perempuan yang lain yang merupakan ibu Andi.


Maka dengan cepat, pria itu kembali lagi ke dapur lalu melihat Liliana sedang mencuci piring di wastafel.


"Tinggalkan itu dan naik lagi lantai 2!!" Perintah Andi dengan suara yang dingin dan paniknya langsung membuat Liliana menata pria itu dengan bingung dan melepaskan sarung tangannya.


"Cepat naik dan Jangan pernah turun!!!" Perintah pria itu sembari mendorong Liliana ke arah tangga dengan Liliana yang cepat berlari ke lantai atas tanpa menanyakan maksud pria itu menyuruhnya untuk tetap berada di lantai atas.


Sementara Andi, pria itu berlari ke arah pintu, Lalu setelah memastikan tubuh Liliana tidak kelihatan lagi, Dia kemudian membuka pintu dan menatap 2 perempuan di depannya dengan tatapan hangatnya.

__ADS_1


"Ibu, Apa yang membuat ibu malam-malam seperti ini datang kemari?" Tanya Andi sembari merangkul perempuan itu masuk mengabaikan Meliana yang ada di belakangnya.


Hal itu membuat ibu Andi tidak merasa puas, sehingga dia menghentikan langkahnya dan memberi tatapan peringatan pada putranya sebelum berbalik menatap Meliana.


"Maafkan dia, dia memang terlalu kaku pada seorang perempuan," ucap sang perempuan bernama Winata karena dia merasa malu dengan sikap putranya yang malah mengabaikan seorang perempuan.


Apalagi, perempuan itu ialah tunangan putranya sendiri!!


Sementara Meliana yang mendengarkan ucapan Ibu mertuanya langsung tersenyum dan memegang lengan perempuan itu, "Ibu, Ibu jangan khawatir, Andi sangat merindukan ibu sehingga dia memperlakukan ibu dengan sangat khusus. Bukan begitu sayang?" Ucap Meliana sembari menoleh ke arah Andi untuk mendengarkan jawaban dari pria itu.


Ibu Andi pun menatap putranya untuk mendengarkan jawaban dari pria itu, tetapi Andi benar-benar tidak peduli dan dia hanya melangkahkan kakinya masuk ke apartemen meninggalkan kedua orang itu.


Hal tersebut membuat Winata merasa kesal, "jangan mempermalukan ibu! Bagaimana bisa kau mengabaikan Meliana seperti itu?!" Bentak Winata yang merasa kesal pada kelakuan putranya, karena seharusnya pria itu memperlakukan calon istrinya dengan sangat baik, bukannya mengabaikannya seperti ini!!!

__ADS_1


Namun sekali lagi, Andi kembali mengabaikan ucapan Ibunya dan dia hanya berkata, "Ibu duduklah, aku akan membuatkan minuman herbal untuk Ibu."


Tanpa menunggu jawaban kedua perempuan yang ada di belakangnya, maka Andi langsung beralih pergi ke dapur dengan 2 perempuan yang memandanginya dengan raut wajah kesal.


__ADS_2