Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
44.


__ADS_3

Andi menghampiri Liliana, "Apa kau cemburu?"


Pertanyaan itu langsung membuat Liliana menghentikan gerakan tangannya yang sedang memperbaiki pakaiannya yang agak kusut karena terlalu lama di dalam paper bag, hingga Dia kemudian berbalik menatap pria di depannya dengan wajah bingungnya.


Siapa yang cemburu?


Namun ketika dia berpikir begitu dalam hatinya, perempuan itu malah merasakan jantungnya berdegup amat kencang saat ia kembali memperhatikan wajah pria di depannya, yang mana wajah pria itu ialah wajah yang paling ia rindukan sekaligus wajah yang paling ia benci karena wajah pria itu sama dengan wajah dari pria yang ia cintai sekaligus pria yang sudah menghancurkan dirinya.


Air mata langsung mengumpul di kelopak mata perempuan itu hendak jatuh ke pipinya, namun berusaha ditahan oleh Liliana agar tidak terlihat lemah di depan pria itu.


"Aku tidak berhak cemburu pada apapun yang berhubungan denganmu," kata Liliana kembali berbalik mengambil potongan pakaian yang masih tersisa dalam paper bag lalu perempuan itu kemudian pergi ke ruang ganti untuk menyimpannya di sana.

__ADS_1


Andi yang melihat itu kini tersenyum tipis, lalu dia mengikuti perempuan itu dan saat Liliana menutup lemari, Dia kemudian memeluk perempuan itu dari belakang dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi perempuan itu.


"Tidak masalah kalau kau tidak cemburu padaku, tapi aku menekankan sekali lagi kalau aku sangat tidak ingin melihatmu bersama-sama dengan pria lain!" Ucap Andi sembari menurunkan kepalanya untuk mencium di leher perempuan itu.


Sementara Liliana, ucapan Andi yang baru saja ia dengar benar-benar membuat Liliana ingin tertawa konyol, tetapi perempuan itu hanya bisa tertawa dalam hatinya dan menyimpan segala sesuatu dalam hatinya.


Perempuan itu membiarkan Andi melakukan apapun pada tubuhnya, sampai akhirnya ia digendong keluar dari tempat itu lalu dihempaskan di atas ranjang.


Liliana sangat ingin pergi ke kamar mandi membasuh tubuhnya sebelum tidur, tetapi karena rasa lelah pada tubuhnya membuatnya begitu malas bergerak sehingga dia hanya meringkuk dalam pelukan Andi dan merasakan pria itu menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.


Beberapa saat kemudian, Liliana benar-benar masuk ke dalam tidurnya, berbeda dengan Andi yang saat itu masih tetap terjaga memikirkan tentang Meliana yang mungkin saja akan berbuat nekat pada Liliana jika mengetahui hubungan mereka berdua.

__ADS_1


'Perempuan itu,,,, aku harus melakukan sesuatu,' ucapkan di dalam hati sembari melirik ke arah perempuan yang ada di pelukannya, lalu pria itu kemudian mengulurkan tangannya mencubit pipi Liliana untuk mengecek Apakah perempuan itu sudah tertidur atau belum.


"Kau sudah tidur?" Tanya Andi setelah cubitannya tidak ditanggapi oleh Liliana.


Karena tidak adanya jawaban dari Liliana, maka pria itu pun menyibak selimut lalu dia turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi mengisi bak berendam dengan air hangat untuk memandikan Liliana.


Sembari menunggu airnya penuh, pria itu mengambil ponselnya lalu melihat-lihat sesuatu di internet.


'Hm, akan sangat cocok untuknya,' ucap pria itu dalam hati ketika dia melihat sebuah gaun hingga Dia kemudian memasukkannya ke dalam keranjang dan mengambil beberapa aksesoris lainnya lalu melakukan pembayaran.


Setelah itu, barulah Andi membawa Liliana ke dalam kamar mandi dan memandikan perempuan itu dengan lembut serta berhati-hati sekali agar perempuan yang tidur itu tidak terganggu.

__ADS_1


__ADS_2