
"Ha,, hamil?" Tanya Andi untuk memastikan pendengarannya.
"Ya, Dia sedang hamil, jadi aku akan meresepkan obat untuknya," ucap Dokter Nia segera berjalan ke arah meja tempat ia meletakkan barang-barangnya untuk memberikan resep pada Liliana.
🌺🌺🌺
Sementara Andi, dia yang mendengarkan ucapan sang dokter kini balik menatap Liliana dan pria itu tersenyum pada perempuan itu.
"Kau dengar itu? Kau sedang hamil!! Kau hamil!!" Ucap Andi sembari tertawa terbahak-bahak dengan perasaan bahagianya.
Kebahagiaan pria itu membuat dua perempuan yang ada di sana menatap pria itu dengan bengong, Dokter Nia tidak menyangka bahwa pria itu bisa tertawa terbahak-bahak seperti itu dan terlihat sangat bahagia.
Sementara Liliana, dia yang tadinya meneteskan air matanya kini terdiam menatap Andi karena tidak menyangka bahwa pria itu akan senang mendengar kabar kehamilannya.
__ADS_1
Apa yang terjadi?
Pria yang hendak menikahi tunangannya itu malah senang saat selingkuhannya hamil?
"Ha ha ha.... Kau hamil!!" Ucap Andi tanpa aba-aba mendaratkan sebuah ciuman di bibir Liliana hingga membuat Liliana semakin kebingungan saja.
Perempuan itu kini tidak memikirkan lagi apa yang akan terjadi padanya karena dia sedang hamil tanpa seorang suami, tetapi pikirannya kini dipenuhi oleh perasa tanyanya melihat kebahagiaan Andi.
Setelah mencium Liliyana, maka Andi pun menoleh ke arah dokter nia, "Tolong berikan resep yang terbaik untuk dia, dan juga kami bisa memeriksakan kehamilannya ke rumah sakit?" Tanya Andi dengan suara yang begitu bersemangat membuat Dokter Nia merasakan lidahnya yang kaku dan tidak tahu harus berkata apa-apa.
"Ahh,, tentu, aku akan memberikan obat terbaik, juga nanti aku akan menghubungimu untuk pemeriksaan kehamilannya," kata Dokter Nia sembari memalingkan wajahnya dari Andi lalu perempuan itu fokus pada obat-obatan yang sedang ia siapkan.
Sedangkan Liliana yang berbaring di tempat tidur, dia masih menatap Andi dengan perasaan bingungnya, dan ada 1000 pernyataan yang membanjiri kepala perempuan itu, saking banyaknya pertanyaan itu hingga membuat Liliana tidak mampu berkata apapun.
__ADS_1
"Apa kau lapar?" Tanya Andi pada Liliana ketika dia kembali menatap Liliana.
"Itu,, kau senang aku hamil?" Ucap Liliana yang akhirnya bisa mengeluarkan satu pertanyaan dari mulutnya yang saya dari tadi terasa kelu untuk berbicara.
Andi yang mendengarkan pertanyaan Liliana mengerutkan keningnya, "kau bertanya? Tentu saja aku senang, aku akan menjadi ayah dan kau akan menjadi seorang ibu. Ahh,,," Andi menghentikan ucapannya ketika dia teringat bahwa sudah dari 5 tahun yang lalu perempuan itu menjadi ibu sehingga dia berpikir beberapa detik sebelum melanjutkan ucapannya.
"Kau akan memiliki dua orang anak," ucap Andi.
"Itu,, kau akan menjadi ayah?" Kembali tanya Liliana yang tidak mengerti dengan pria di depannya.
Pria itu akan menjadi ayah dari bayi yang ada di kandungannya?
"Ya tentu saja! Memangnya siapa lagi Ayah dari bayi yang kau kandung itu selain aku?" Tanya Andi yang mana pria itu juga tidak mengerti dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Liliana.
__ADS_1
Sementara Liliana yang mendengarkan ucapan Andi, dia pun mengerutkan keningnya menatap pria itu, "Kau bilang kau mau menikah dengan tunanganmu? Lalu--"
"Kapan aku bilang seperti itu?" Tanya Andi yang tidak mengerti dengan pertanyaan Liliana, Memangnya kapan dia berkata bahwa dia mau menikah dengan perempuan yang bernama Melani itu?