
Pada malam hari setelah makan malam, semua orang berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang sembari menonton TV.
Hakim benar-benar senang menatap TV yang ada di depan mereka, bukan lagi berita yang diputar, mereka tidak mendengarkan berita mengenai bisnis, saham, tentang profit dan tentang hal-hal lainnya, saat ini mereka menatap TV yang dipenuhi oleh gambar-gambar kartun.
Semua itu karena Aliana yang suka menonton kartun, dan dia benar-benar hangat melihat sudah ada seorang anak kecil yang mengisi rumah mereka, meski Aliana hanya tinggal di rumah itu sementara saja, Tetapi dia tetap saja senang karena sudah lama dia menantikan momen-momen seperti ini.
Tak berbeda dengan yang lainnya, semua orang juga merasa senang di tempat itu dan mereka berbincang-bincang dengan hangat sampai akhirnya Aliana mengantuk dan menatap kakaknya.
"Kak, Ayo kita pergi tidur," ucap Aliana langsung diangguki oleh Liliana.
"Ayo," kata Liliana pada alinea sebelum menatap semua orang yang ada di sana, "kami duluan untuk tidur."
__ADS_1
"Ah ya,, Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah," ucap Zaskia langsung diangguki oleh Aliana dan Liliana lalu kedua perempuan itu pun menaiki tangga menuju lantai 2.
Andi pun hendak berdiri menyusul keduanya ketika tangannya dipegang oleh Hakim dan menarik pria itu agar tetap duduk di tempatnya.
"Ada apa ayah?" Tanya Andi dengan mata masih tertuju ke arah Aliana dan Liliana yang menaiki tangga, dia ingin menyusul kedua orang itu.
"Lihat matamu, Apakah kau sesenang itu tinggal bersama dengannya sampai kau jadi mengabaikan kami?" Tanya Hakim yang sedari tadi sudah memperhatikan putranya, pria itu tidak pernah menghiraukan mereka, tatapannya selalu tertuju pada Aliana dan Liliana hingga dia merasa sedikit cemburu pada Liliana karena perhatian yang diberikan Andi pada perempuan itu.
"Ayah,," Andi menatap ayahnya sembari menghela nafas, "katakan yang ingin Ayah katakan, aku sudah sangat mengantuk," kata Andi yang sebenarnya mau tidur dengan Liliana.
"Ahh,, Aku sudah berbicara dengan wo, dan semuanya sudah diatur, kecuali tanggal pernikahannya nanti undangannya baru akan dicetak kalau sudah ada tanggal pernikahannya," ucap Andi.
__ADS_1
"Pernikahan kalian dua minggu lagi, semuanya sudah ditetapkan, tanggal 22, yang perlu kau undang hanyalah keluarga saja, karena pernikahannya akan dilaksanakan secara tertutup," ucap Hakim yang kini tidak mengharapkan lagi sebuah pernikahan mewah dari putranya, karena dia memang memikirkan kesehatan mental dan pikiran Liliana agar perempuan itu tetap sehat dan cucu mereka bisa lahir dengan selamat.
"Ah iya, aku akan berdiskusikannya lagi dengan Liliana, Karena bagaimanapun, bukan hanya aku yang mau menikah, kalau begitu Aku naik dulu ke lantai 2," kata Andi dengan terburu-buru berdiri dan berlari ke lantai 2 meninggalkan ayah dan ibunya meski Sebenarnya dia tahu bahwa kedua orang itu masih ingin membicarakan sesuatu.
Tetapi dia juga sudah tidak sabar untuk memeluk Liliana sehingga dia lebih memilih dimarahi oleh ayah dan ibunya daripada nanti tidak bisa memeluk Liliana sebelum perempuan itu tidur.
Zaskia dan hakim yang melihat Putra mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka, tetapi meski begitu, keduanya masih merasa sangat senang karena akhirnya mereka melihat Putra mereka yang tampak normal seperti pria-pria pada umumnya.
"Sepertinya Putra kita benar-benar menyukai Liliana, kau lihat caranya tadi? Dia tidak pernah berkelakuan seperti itu saat bersama dengan Meliani," ucap Zaskia merasa begitu bahagia.
"Ya,, dan Coba lihat tv-nya," ucap Hakim menatap ke arah TV diikuti oleh Zaskia yang juga melihat TV yang ada di hadapan mereka.
__ADS_1
"Entah kapan terakhir kali kita memutar film kartun di TV di rumah kita, saat itu terakhir kali ketika Andi masih sangat kecil, tapi sekarang film kartun kembali diputar lagi," ucap Hakim merasa begitu terharu.
Zaskia mengangguk sembari memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu, "Aku harap kebahagiaan seperti ini akan bertahan lama." Ucap Zaskia.