Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
19. Berusaha menarik Andi ke dalam jebakan


__ADS_3

Tangan Liliana gemetar memegang sendok, dan dia benar-benar takut untuk memakan makanan yang diberikan oleh Andi.


🤭🤭🤭


Sikap Liliana benar-benar membuat Andi mengerutkan keningnya sampai akhirnya pria itu menyadari sesuatu dan berkata, "kau takut makan karena aku ada di sini atau kau takut makanan karena berpikir makanan yang kuberikan padamu ada racun?"


Pertanyaan itu langsung membuat Liliana tersentak dengan menggigit bibir bawahnya sehingga membuat Andi tersenyum tipis.


"Heh, Kau pikir aku pembunuh? Aku tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupku, aku hanya menjalankan segala sesuatu sebagai mestinya, tidak seperti dirimu yang berani sekali merebut keperjakaan seorang pria!" Setelah berbicara, Andi kemudian menukar makanannya dengan makanan Liliyana hingga membuat Liliana semakin tegang di tempatnya.

__ADS_1


Pria di depan Liliana kemudian memakan makanan yang tadi ada di hadapan Liliana sembari memperlihatkan pada Liliana bahwa dia baik-baik saja memakan makanan itu.


Liliana yang melihat itu akhirnya menundukkan kepalanya dan dia yang memang sudah sangat lapar akhirnya berusaha untuk makan meski makanan yang ada di hadapannya sangatlah tidak enak, sebab makanan itu dibuat oleh pria yang paling ia benci di dunia.


Andi yang melihat perempuan di depannya terlalu memaksakan diri untuk makan makanan yang diberikan padanya tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu makan dengan sangat tenang tanpa mengatakan apapun dan sesekali melihat ke arah tubuh Liliana yang hanya dibalut oleh pakaian tipis yang sengaja Ia berikan untuk perempuan itu.


Sesuatu yang ada di bagian bawah tubuhnya menegang dengan sempurna, tetapi dia masih tetap bersikap tenang meski dalam hatinya pria itu kebingungan Mengapa hanya dengan melihat perempuan di depannya memakai pakaian seksi langsung membuatnya ingin menarik perempuan itu ke tempat tidur.


Liliana yang terus memaksakan dirinya untuk makan pun menyadari tatapan pria itu dan secara spontan dia mengangkat tangannya dan menarik bajunya agar menutupi tubuh bagian atasnya yang sangat pribadi.

__ADS_1


'Oh ya, aku menyalahkan rekaman Di tasku Jadi kalau aku berbicara pada pria itu dia pasti akan masuk jebakanku,' ucap Liliana dalam hati yang akhirnya memberanikan dirinya menatap pria di depannya yang saat itu juga sedang menatapnya dengan tenang.


"Itu, itu,, setelah ini, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Liliana dengan suara yang bergetar.


Andi mengangkat sebelah alisnya memperhatikan perempuan di depannya, lalu pria itu berkata, "menurutmu apa?"


Pertanyaan itu membuat Liliana tersentak tetapi kemudian dia berusaha menguatkan dirinya sendiri bahwa dia sedang berusaha menjebak pria itu agar mengakui kejahatan yang ia lakukan.


Oleh karena itu, Liliana berkata, "Kenapa bapak bertanya Pada saya? Bapak yang menculik Saya kemari dan memaksakan saya berada di sini, bahkan memaksa saya memakai pakaian seperti ini, jadi,, Bukankah seharusnya bapak yang mengatakan pada saya yang harus dilakukan?"

__ADS_1


Pertanyaan perempuan di depannya kembali membuat Andi tersenyum dan entah kenapa dalam hatinya dia merasa senang bahwa perempuan itu mulai berbicara dengannya sehingga pria itu kembali berkata, "aku membawamu kemari untuk menjelaskan padamu Bagaimana caramu kemarin malam melecehkan atasanmu dan merebut keperjakaan atasanmu secara brutal!"


__ADS_2