Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
95


__ADS_3

Meliani yang selesai bertemu dengan temannya langsung mengambil ponselnya dari dalam tasnya, lalu perempuan itu pun menekan tombol panggil pada sebuah kontak bernama Andi.


Saat ia melihat layar ponselnya, ia melakukan panggilan telepon ke kontak Andi, perempuan itu menghentikan langkahnya karena dia belum sempat mengedit nama kontak yang ada pada ponselnya itu sehingga di belakang nama Andi masih ada emoticon love.


Ia menggerakkan giginya lalu me-reject panggilan itu dan membuka kontak Andi lalu mengubah namanya.


PRIA BERENGSEK


Setelah selesai mengubah nama kontak itu, barulah Meliani kembali menekan tombol panggil pada kontak pria brengsek yang ada di ponselnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


*Silakan tinggalkan pesan suara sebab nomor yang anda tuju tidak menjawab, tinggalkan pesan suara setelah bunyi*


Tut tut tut...

__ADS_1


Meliani me-reject panggilan telepon itu lalu dia kembali mengulangi panggilan teleponnya sembari menatap ke arah koridor rumah sakit di mana ada banyak orang yang lalu lalang.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Apa kau sudah di rumah sakit?" Tanya seorang pria dari seberang telepon benar-benar membuat Meliani menggertakan giginya sebab dia benar-benar marah terhadap pria itu.


Dia yang sudah berbaik hati untuk membantu pria itu menangani ayahnya yang sedang sakit, tetapi bisa-bisanya pria itu selalu berbicara dengan nada suara yang ketus terhadapnya bahkan memperlakukannya sama seperti dulu.


Hal itu membuatnya benar-benar membenci Andi, tetapi perempuan itu masih menahan kebenciannya dalam hati sembari menjawab pria yang berbicara dari seberang telepon, katanya, "aku ada di depan rumah sakit. Jemput aku di sini!!"


Tut tut tut...


"Sial!!" Gerutu Meliani yang benar-benar kesal terhadap pria di seberang telepon, dia tidak mengerti mengapa pria yang hendak minta tolong padanya ternyata memiliki sikap yang begitu menjengkelkan.


Dia sangat ingin memberi pelajaran pada pria itu dengan tidak datang di acara pertemuannya, tetapi hatinya masih terus bergelut antara perasaan benci dan kesalnya pada pria itu dengan rasa cintanya yang masih kuat di dalam hatinya.


Pada akhirnya, meliani melangkahkan kakinya menuju kamar VVIP nomor 12 dan ketika dia tiba di sana dilihatnya Andi duduk di kursi yang terletak di koridor.

__ADS_1


Pria itu langsung berdiri saat melihat kedatangan Meliani sembari menatap Meliani dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Kau terlambat 2 menit!" Kata Andi dengan suara yang datarnya dengan tatapan tidak sukanya ditunjukkan pada Meliani hingga membuat Meliani semakin marah saja terhadap pria di depannya.


Pria itu yang minta tolong padanya!!!


Tapi kenapa dia tidak bisa membangkang setelah diperlakukan buruk oleh pria itu???


Dasar sialan!!!


Melihat Meliani tidak berbicara sepatah kata pun, langsung membuat Andi menghela nafas, "cepatlah, kau hanya perlu berada di sana selama 5 menit lalu beralasan untuk melanjutkan pekerjaanmu," kata Andi sembari membuka pintu kamar dengan Meliani yang ada di sana benar-benar ingin mencabik pria itu.


Pada tapi pada akhirnya, perempuan itu tetap mengikuti Andi hingga mereka tiba di dalam ruangan yang membuat Zaskia dan hakim menoleh ke arah dua anak muda yang datang menghampiri mereka.


"Ayah, ibu," ucap Meliani langsung mengubah raut wajahnya menjadi raut wajah penuh senyuman sembari menghampiri pria yang terbaring di tempat tidur dan menyapa pria itu.


Sementara Andi yang ada di sana, dia tidak terlalu peduli, pria itu memilih duduk di sofa sembari mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Liliana.


*Sebentar lagi aku ke situ, kalau kau perlu apa-apa katakan padaku,* ketik Andi pada layar ponselnya lalu mengirimkan pesan itu pada Liliana.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, sebuah balasan pesan masuk ke ponsel Andi sehingga pria itu langsung membaca pesan itu, *tidak perlu terburu-buru, aku tahu ayahmu juga membutuhkanmu. Perawat di sini baru saja menyiapkan makanan untukku, kami sedang berbincang-bincang.*


__ADS_2