Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
106


__ADS_3

Bentakan Hakim dengan suara yang keras langsung membuat Liliana yang terbaring di atas ranjang mengerjapkan matanya karena terganggu dengan suara yang keras dan tiba-tiba itu.


🤐🤐🤐


Tetapi ketika dia membuka matanya dan melihat semua orang yang ada di ruangan itu, Liliana sangat terkejut hingga Dia merasakan seluruh tubuhnya menegang.


Andi yang ada di sana yang sempat menoleh ke arah Liliana, ia langsung menghampiri perempuan itu dan memegang tangannya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Liliana yang kini ketakutan di tempatnya bahwa apa yang telah mereka rahasiakan kini terbongkar di saat yang tidak tepat.


Andi yang takut akan terjadi apa-apa lagi pada kandungan Liliana jika dia syok, andi langsung mempererat genggaman tangannya pada Liliana, "jangan khawatir sayang, hanya ada masalah kecil, Kau tidak perlu cemas," ucap Andi yang berharap bahwa ayah dan ibunya akan segera pergi dari ruangan itu agar perdebatan tidak semakin panjang.


Tiara yang melihat putrinya bangun pun memegang sebelah tangan putrinya yang tidak digenggam oleh Andi, "sayang,, Apa yang terjadi? Kau sakit apa?!" Tanya Tiara yang cemas pada putrinya.

__ADS_1


Baru beberapa jam yang lalu dia berteleponan dengan perempuan itu dan dia melihat putrinya tersenyum dengan sangat bahagia, namun sekarang dia kembali melihat putrinya lah yang berbaring di atas tempat tidur dalam keadaan sakit.


Liliana yang tidak tahu harus berkata apa hanya bisa terdiam menatap ibunya lalu menoleh ke arah Andi dan juga melihat ayahnya yang kini memperhatikannya.


Sementara Hakim yang ada di ruangan itu, pria itu menggertakkan giginya lalu dia melajukan kursi rodanya mendekati ranjang Liliana.


"Apa yang terjadi di sini?!!!" Teriak pria itu pada semua orang lalu dia pun menatap Andi, "Apa yang kau lakukan memegang tangan perempuan itu dan memanggilnya dengan kata sayang?!!!" Bentak Hakim pada putranya.


Andi yang melihat ayahnya memarahinya langsung menatap pria itu, Tetapi dia belum mengatakan apapun ketika Dika yang ada di sana segera mendorongnya menjauh dari Liliana.


"Keparat!! Jangan mengganggu putriku di sini dan cepat pergi dari sini!!! Selesaikan urusanmu dengan tunanganmu sebelum datang mengganggu Putriku!!!" Bentak Dika mendorong pria itu keluar dari kamar.


Liliana yang melihat itu langsung meneteskan air matanya, dan sekarang dia tidak bisa berkata apa-apa sebab tenggorokannya terasa begitu keras dan berat.

__ADS_1


Brak!!!


Pintu ruangan tertutup dengan keras lalu Dika kembali ke dalam ruangan menatap Hakim yang juga menatapnya dengan tatapan tak sukanya.


"Apa yang kau lakukan mendorong-dorong Putraku seperti itu?? Lagi pula apa yang kau maksud Putraku mengganggu putrimu?? Jelas-jelas Putraku sudah memiliki seorang tunangan mereka sudah bersama-sama selama 7 tahun dan hubungan mereka baik-baik saja, jadi tanyakan pada putrimu apa yang sudah ia lakukan hingga Putraku harus terjebak dengan putrimu!!!" Bentak Hakim pada pria di depannya.


Tiara dan Dika yang mendengarkan penghinaan terhadap putrinya benar-benar tidak bisa menerima hal itu sehingga mereka pun menatap Hakim yang baru saja berbicara.


Dika hendak membentak balik pria itu ketika tiba-tiba saja pintu yang tadi ditutup oleh Dika kini terbuka memperlihatkan Andi yang masuk ke dalam ruangan.


Pria itu melihat ke arah Liliana, dan dia menggertakan giginya saat melihat perempuan itu sudah menangis dan tak kuasa menahan dirinya sendiri.


__ADS_1


__ADS_2