Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
35.


__ADS_3

"Aku berangkat kerja," ucap Liliana berpamitan pada orang tuanya lalu perempuan itu kemudian meninggalkan rumah dan berangkat ke kantornya untuk bekerja.


Setibanya di kantor, perempuan itu seperti hari-hari biasanya yang sudah ia lalui satu minggu, dia melakukan pekerjaannya dengan tenang dan waktu menjelang istirahat, perempuan itu dipanggil ke dalam ruangan Manager.


Saat Liliana berjalan ke pintu ruangan Manager, semua orang menatapnya beberapa detik lalu kembali fokus pada pekerjaan mereka.


Tidak ada lagi hal-hal heboh yang terjadi belakangan ini, sehingga mereka bersikap begitu tenang meski mereka tahu bahwa semuanya itu terjadi karena Liliana yang sudah mengubah sikapnya dan tidak lagi mempermasalahkan setiap kali Dia mendapat masalah dari manajer.


Tetapi tidak ada satupun orang yang tahu bahwa ketika Liliana masuk ke dalam ruangan kerjanya, perempuan itu akan duduk di pangkuan Andi dan melayani hasrat pria itu.


"Ahh,, sayang, ke bawah lagi," ucap Andi dengan suara yang pelan namun terdengar jelas bahwa pria itu sangat menikmati sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Liliana.


Liliana yang mendengarkan itu pun mengikuti arahan pria itu dan saat ini dia sudah terbiasa melayani pria itu bahkan ketika mereka bersama-sama perempuan itu akan menganggap bahwa dia sedang bersama dengan pria yang ia cintai.


Cup cup cup...

__ADS_1


Sederet ciuman diberikan oleh Diana di dalam bidang pria itu dengan tangannya yang bergerilya di balik celana pria itu.


Perempuan itu pun menikmati sentuhan tangan Andi di tubuhnya hingga mereka terkejut ketika tiba-tiba saja pintu diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok...


Liliana langsung menghentikan aksinya, dan perempuan itu turun dari pangkuan Andi untuk memperbaiki pakaiannya ketika Andi malah menariknya dan menyingkap roknya.


"Akh!" Liliana sangat terkejut merasakan perbuatan pria itu yang benar-benar tidak mau menghentikan permainan mereka.


Makan Liliana langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya dan berusaha menahan supaya tidak mengeluarkan suara sembari matanya menatap ke arah pintu, dan dia benar-benar takut kalau sampai pintu itu terbuka dan orang yang masuk ke dalam melihat mereka sedang dalam posisi yang sangat memalukan.


Sementara itu, Andi yang sudah selesai membersihkan dirinya dan pria itu sudah duduk dengan tenang di kursinya menatap ke arah pintu.


"Masuk!" Ucap Andi sembari menekan tombol pengatur yang ada di dekat mejanya supaya pintu yang tadinya terkunci langsung terbuka.

__ADS_1


Clek!


Pintu langsung terbuka memperlihatkan Melani yang masuk ke dalam ruangan.


Perempuan itu langsung melihat ke arah Liliana yang saat itu sedang berdiri di samping meja kerja Andi sembari memegang sebuah dokumen dengan wajah perempuan itu tampak datar dan kosong.


"Apa yang kalian lakukan di sini sehingga begitu lama baru mengizinkanku masuk?!" Tanya Melani yang saat itu semakin curiga pada kedua orang itu, sebab sudah kedua kalinya dia memergoki sikap aneh kedua orang itu.


Liliana yang ada di sana tidak mengatakan apapun, sebab Dia tidak memiliki hak untuk berbicara walau hanya satu kata saja.


Sementara Andi, Dia memberi kode pada Liliana agar perempuan itu segera keluar sehingga Liliana langsung berjalan untuk keluar dari ruangan ketika tiba-tiba saja lengannya dicekal oleh Melani.


"Maaf," ucap Liliana menatap perempuan yang menahan dirinya.


Sementara Melani, perempuan itu mencium aroma parfum dari tubuh Liliana dan dia bisa mencium aroma parfum yang sering digunakan oleh Andi sehingga dia menjadi sangat marah.

__ADS_1


Oleh sebab itu, perempuan tersebut langsung melepaskan tangannya dari lengan Liliana dan melayangkan tangannya menampar pipi Liliana.


Plak!!


__ADS_2