Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
118


__ADS_3

Satu minggu akhirnya berlalu, dan orang tua Andi juga sudah keluar dari rumah sakit serta sudah melakukan pemulihan di rumah selama 5 hari lamanya.


Maka pada hari itu ketika Andi hendak keluar untuk bekerja, dia terkejut saat ayahnya juga sudah bersiap-siap dan memakai setelan jas yang sangat rapi.


Pria itu pun lebih mengerutkan keningnya saat ia juga melihat ibunya selesai bersiap-siap, dia tidak mengerti ke mana kedua orang itu akan pergi di pagi-pagi hari seperti itu.


"Ayah dan ibu mau ke mana?" Tanya Andi.


"Ahh,, ayah dan ibu mau pergi ke rumah Liliyana, sekaligus minta maaf dan membahas tentang hubunganmu dengan Liliana," jawab Hakim langsung membuat Andi menjadi panik.


Dia bahkan belum membahas tentang pernikahannya dengan Liliana karena dia cemas perempuan itu belum siap, dan sekarang Ayah dan Ibunya pergi ke sana untuk membahas masalah itu?


Oleh sebab itu, Andi dengan cepat berbicara, katanya, "Ayah, Bagaimana kalau perginya minggu depan saja? Aku cemas Liliana mungkin akan terkejut dengan kedatangan kalian, jadi--"


"Ibu sudah berteleponan dengan Tiara, dan dia bilang kami bisa ke sana hari ini," kata Zaskia menyela ucapan putranya hingga membuat Andi terkejut.

__ADS_1


Tetapi Andi belum mengatakan apapun saat Zaskia Sudah pergi bersama-sama dengan suaminya meninggalkan pria itu.


"Ayah dan ibu tidak sarapan dulu?" Tanya Andi sembari menyusul Ayah dan Ibunya.


"Kami sudah sarapan tadi jam 06.00 pagi, sekarang Kau pergilah sarapan dan pergi ke kantor, nanti kami akan meneleponmu kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan," ucap Zaskia benar-benar membuat Andi tidak bisa lagi berkata apa-apa untuk mencegah kepergian kedua orang itu.


Apalagi ketika keduanya sudah menaiki mobil dan mobil yang mereka tumpangi meninggalkan kediaman keluarga mereka, Maka Andi Hanya bisa menarik ponsel dari sakunya dan menelepon Aliana.


"Halo kakak Andi!" Suara menggemaskan seorang gadis dari seberang telepon langsung membuat kecemasan Andi menghilang, dan pria itu mengukir sebuah senyum di wajahnya.


"Hm,, Aku sedang membantu Kakak merapikan rambutnya, hari ini akan ada tamu yang datang. Jadi Kakak mau merapikan rambutnya," jawab Aliana langsung membuat Andi mengerutkan keningnya.


"Aliana sayang, bisakah kau berikan ponselnya pada Liliana terlebih dahulu? Aku mau berbicara dengannya sebentar," ucap Andi.


"Iya," jawab Aliana sembari menyerahkan ponselnya pada kakaknya yang saat itu duduk di depan meja rias, "Kakak, Andi mau berbicara dengan kakak," kata gadis kecil itu.

__ADS_1


"Makasih," ucap Liliana mengambil ponsel itu dan mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya, "halo."


"Halo, sayang, ayah dan ibuku pergi ke rumahmu, Apakah kau sudah tahu?" Tanya Andi yang merasa agak kesal juga bahwa kepergian orang tuanya ke rumah Liliana tidak diberitahukan padanya.


"Ah, ya, kemarin Ibu sudah mengantarkannya padaku, Memangnya ada apa?" Tanya Liliana.


"Itu,, sebaiknya Kau tidak perlu bergabung dengan pembicaraan mereka,, sebaiknya kau istirahat saja di kamar," ucap Andi yang merasa cemas bahwa kedua orang tuanya mungkin akan membahas pernikahan mereka sehingga bisa mengejutkan Liliana dan mempengaruhi kesehatan perempuan itu.


Tetapi Andi sangat terkejut ketika ia mendengar Liliana dari seberang telepon berbicara padanya, katanya, "bagaimana bisa aku tidak ada di sana? Aku sudah meminta pada ayah dan ibu untuk membantu membicarakan pernikahan kita."


"Apa?? Kau mau menikah denganku?" Tanya Andi yang jantungnya kini tiba-tiba saja berdegup dengan irama yang sangat cepat.


Dia tidak menduga bahwa dia akan mendengarkan ucapan seperti itu dari bibir Liliana Padahal dia pikir perempuan itu masih tidak ingin menikah.


"Ya, nanti aku akan melamarmu pada ayah dan ibumu, tapi,, aku dengar hari ini kau ada meeting penting di kantor, Kalau begitu semangatlah," kata perempuan dari seberang telepon benar-benar membuat Andi terpaku di tempatnya.

__ADS_1


Perempuan itu akan melamarnya,,,, melamar!!!


__ADS_2