
Ding dong..
Ding dong..
Aliana langsung bersemangat ketika dia mendengar bel rumah mereka, gadis kecil itu berlari untuk membuka gerbang ketika Dika menghentikannya.
"Jangan buru-buru, biar ayah menemanimu," ucap Dika kemudian membuat Aliana menghentikan langkahnya lalu berbalik menuju Dika dan menggendong pada pria itu.
Kedua orang itu pun keluar dari rumah, dan mereka melihat ada banyak orang yang berkumpul di depan rumah mereka hingga membuat Dika mengerutkan keningnya.
"Kenapa ada banyak orang?" Ucap Aliana merasa penasaran kenapa rumah mereka didatangi oleh banyak orang, Padahal selama ini mereka tidak pernah kedatangan tamu sebanyak itu.
"Mungkin mereka Salah alamat," jawab Dika sembari terus melangkah ke arah gerbang.
"Maaf om, Apakah ini rumah Liliana?" Tanya Michelle yang saat itu bersemangat menatap ke dalam rumah.
Mereka yakin mereka datang ke rumah yang tepat, karena alamat yang mereka tempati berdiri saat ini sudah sesuai dengan alamat yang tertera di kartu identitas Liliana.
"Ya, Apa kalian temanya Liliana?" Tanya Dika sembari membuka pagar yang ada di sana.
__ADS_1
"Iya! Kami teman Liliana dari kantor, kami datang kemari karena Liliana Sudah beberapa waktu tidak masuk kantor, Jadi kami cemas padanya," ucap Michelle.
"Liliana ada di dalam, masuklah," kata Dika mempersilakan para perempuan itu masuk ke dalam rumah.
Semua teman-teman kantor Liliana pun memasuki rumah tersebut, dengan Dika yang menunjukkan jalan pada mereka hingga semuanya kini duduk di ruang tamu.
"Tunggu sebentar, Liliana ada di kamarnya," kata Dika diangguki oleh semua orang, lalu pria itu pun naik ke lantai 2 untuk memanggil Liliyana.
Sementara itu, para teman-teman kerja Liliana yang duduk di ruang tamu, semuanya terkejut saat melihat sebuah foto yang diletakkan di salah satu sudut ruangan itu.
Foto pertunangan Liliyana dengan Andi!!
"Itu,, itu manajer,, maksudku dia adalah CEO di perusahaan kita,!!"
"Coba ku lihat!!" Seorang perempuan mengambil foto tersebut dari tangan Michel, lalu dia menatap fotonya dengan seksama dan melihat sebuah pesan singkat yang tertera di sana.
"Pertunangan Andi dan Liliana, 22 oktober 202X," kata Sang Perempuan membaca tulisan tersebut langsung membuat semua orang terkejut.
Satu persatu dari mereka pun mengambil foto itu dan memastikan penglihatan mereka dan tidak ada satupun dari mereka yang melihat orang lain selain Andi yang ada di foto itu.
__ADS_1
"Bukankah manajer,, maksudku CEO kita tunangan dengan perempuan bernama Meliani selama 7 tahun yang lalu? Tapi kenapa di foto ini malah bertunangan dengan Liliana di 5 tahun yang lalu?" Ucap salah seorang perempuan yang kini merasa brand dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Para orang-orang di sana saling berdiskusi satu sama lain, lalu mereka menatap sekitar mereka dan di tempat itu memang ada banyak foto Andi dengan Liliana yang terlihat begitu dekat.
"Ini tidak mungkin manajer, lihat, manajer tidak mungkin tertawa terbahak-bahak seperti ini," ucap salah seorang laki-laki yang ada di sana menunjuk sebuah foto yang terletak tak jauh darinya.
Mereka kemudian terus berdiskusi sampai akhirnya Liliyana turun dari lantai atas dan melemparkan senyuman pada semua orang.
Tetapi bukannya menjawab senyuman Liliyana, semua orang malah menatap perempuan itu dengan tatapan datar mereka.
"Ada apa?" Tanya Liliana sembari duduk di sofa tunggal yang ada di sana.
"Ahh,,," Michelle akhirnya berbicara dan mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "Kami datang kemari karena mencemaskan mu, kau sudah beberapa waktu ini tidak masuk bekerja, dan kau harus tahu manajer kita sudah dipindahkan menjadi seorang CEO!! Ahh,,, aku juga minta maaf, foto yang ada di atas itu, apakah kau dan CEO?" Tanya Michelle sembari menunjuk salah satu foto yang digantung di dinding.
"Ahh,, itu bukan CEO, itu adalah tunanganku 5 tahun yang lalu. Dia saudara kembar Andi," ucap Liliana sangat mengejutkan semua orang.
"Apa?!!!"
"CEO Punya saudara kembar?"
__ADS_1