Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
20 Memeluk dan menikmati aroma tubuh Liliana


__ADS_3

Andi berkata, "aku membawamu kemari untuk menjelaskan padamu Bagaimana caramu kemarin malam melecehkan atasanmu dan merebut keperjakaan atasanmu secara brutal!"


🧃🧃🧃


Ucapan pria di depannya benar-benar membuat Liliana sangat marah tetapi sayang sekali bahwa dia tidak memiliki nyali untuk marah hingga dia hanya menggigit bibir bawahnya dan kembali tertunduk menatap makanannya.


"Itu,, Saya sudah bilang beberapa kali bahwa kejadian kemarin itu terjadi secara tidak sengaja. Tetapi hari ini bapak memaksa saya untuk datang ke tempat ini, Bukankah bapak memiliki niat jahat pada saya?" Tanya Liliana.


"Ha ha ha..." Andi tertawa keras, "memiliki niat jahat padamu? Bukankah seharusnya kaulah yang memiliki niat jahat padaku?! Kalau tidak begitu, Bagaimana bisa kemarin kau meniduri seorang pria yang seumur hidupnya belum pernah tidur dengan perempuan manapun? Bukankah itu adalah sebuah pemaksaan?!!!" Tegas Andi menatap perempuan di depannya hingga membuat Liliana menggertakan giginya.


'Kenapa begitu sulit untuk membuat pria ini mengaku??' gerutu Liliana yang kini semakin takut bahwa dia telah memancing amarah pria itu hingga pria itu mungkin akan semakin memperlakukannya dengan buruk.

__ADS_1


Maka dengan hati yang begitu khawatir, Liliana tidak berani lagi menatap pria di depannya, namun dia tetap berkata, "itu, Saya minta maaf untuk masalah kemarin, saya aku itu salah saya. Tapi kali ini, bolehkah bapak melepaskan saya supaya saya bisa kembali?"


"Hm? Kembali? Bukankah tadi kau sudah meminta izin pada orang tuamu bahwa kau tidak akan pulang malam ini? Jadi malam ini pun kau akan menginap di sini dan menemaniku." Ucap Andi dengan tenang menyuap suapan terakhirnya.


Sementara Liliana yang mendengarkan ucapan pria itu, Liliana berkata, "Bukankah sebuah kejahatan saat memaksakan kehendak pada orang lain? Jadi--"


"Hm, Jadi kau mau apa? Pergilah berteriak ke sana bahwa aku menahanmu di sini lalu kita lihat siapa yang akan dipercayai oleh orang-orang yang ada di sana! Aku yang sudah kau lecehkan atau kau yang sudah melecehkanku?!!" Ucap Andi sembari mengangkat dirinya lalu pria itu pergi ke wastafel untuk mencuci piringnya.


"Baiklah, tapi sebelum itu Kau harus mencuci piringmu terlebih dahulu," ucap Andi benar-benar membuat Liliana tersentak hingga perempuan itu tanpa aba-aba langsung mengambil barangnya lalu berjalan ke arah Andi dan berdiri di belakang pria itu menunggu Andi selesai mencuci piring.


'Sial! Aku belum mendapatkan bukti apapun tentang pria itu, tapi aku rasa percakapan kami tadi, ada satu hal yang bisa aku gunakan untuk menuntutnya!' ucap Liliyana dalam hati sembari memegang erat piring kotor di tangannya.

__ADS_1


Sementara itu, Andi yang kini selesai mencuci piring menyelap tangannya lalu pria itu kemudian membiarkan Liliana yang mengambil alih wastafel dengan perempuan itu mencuci piring.


Andi yang berada di belakang perempuan itu memandangi tubuh Liliana, dan memang tubuh Perempuan itu amatlah menggoda baginya meski dia melihat bahwa tubuh Perempuan itu biasa-biasa saja, namun tetap saja adik kecilnya tidak dapat berbohong.


Maka tanpa aba-aba, Andi kemudian mendekati perempuan itu dan mengulurkan tangannya memeluk pinggang Liliana.


"Hm,," desah pria itu menikmati lembutnya tubuh Liliana.


Sementara Liliana yang dipeluk, dia langsung menjatuhkan piringnya hingga pecah dan perempuan itu berusaha merentah-rontah.


"Sialan!! Lepas!! Lepaskan aku!!!" Teriak Liliana berusaha lepas dari pelukan pria itu, tetapi Andi yang memeluk perempuan itu tidak membiarkannya dan dia malah semakin memeluk erat Liliana dan menikmati wangi tubuh Perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2