Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
21. Pria yang tidak pernah puas setelah beberapa ronde


__ADS_3

Buk!


Tubuh Liliyana terpental di atas ranjang besar milik Andi karena dilempar oleh Andi ke atas ranjang.


Perempuan yang ketakutan itu langsung berusaha menjauhi Andi, tetapi sayang sekali kakinya yang kecil tertangkap oleh tangan Andi hingga ditarik kembali ke pinggir ranjang.


Tak cukup sampai di situ, tubuhnya bahkan ditindih oleh Andi sehingga dia kesulitan bergerak dan perempuan itu meronta-rontah dan menangis tak karuan.


"Sialan!! Lepas!! Lepas kan aku!!!" Jerit perempuan itu berusaha kabur dari Andi, Namun sayang sekali bahwa berat tubuh pria yang ada di atasnya Hah membuatnya kesulitan untuk bergerak dan terlebih kekuatan pria itu sangatlah kuat untuk ia kalahkan.


Bahkan kali ini kedua tangannya sudah ditangkap oleh Andi dan dikunci di atas kepala Liliana hingga membuat Liliana kini hanya bisa memohon pada pria itu agar melepaskannya.


"Tolong,, hiks,, Tolong jangan lakukan ini padaku, tolong!" Ucap Liliana membuat Andi tersenyum miring dengan perempuan itu.

__ADS_1


Pria itu mengulurkan satu tangannya yang bebas lalu menyentuh dagu Liliana, "Aku akan memperlakukanmu dengan lembut kalau kau tidak menentang. Tetapi semakin kau membuat penolakan maka aku akan membuatmu semakin kesakitan. Apa kau mengerti?!" Tegas Andi benar-benar membuat Liliana lebih ketakutan lagi dengan pria itu.


Melihat Lilianap yang hanya diam saja, maka Andi kemudian melepaskan tangannya yang memegang kedua tangan Liliana lalu pria itu menyelipkan tangannya ke balik pakaian perempuan itu.


Liliana yang merasakan itu merasa begitu jijik, dan dia berusaha mencegah pria itu, Namun karena dia takut pria itu benar-benar akan membunuhnya, maka Liliana hanya bisa berpasrah dan perempuan itu terus meneteskan air matanya di bawah tubuh Andi.


Cup cup cup...


Setelah ciuman berakhir, Andi lebih mempererat pelukannya pada Liliana mengabaikan sesegukan perempuan itu.


"Jangan menangis, aku akan memperlakukanmu dengan lembut kalau kau tidak membuatku marah," ucap Andi sembari memperbaiki selimut mereka dengan satu tangan pria itu terus memeluk erat tubuh Liliana dan wajahnya disembunyikan di sela-sela rambut Liliana menikmati aroma dari rambut perempuan itu.


Liana yang merasakan itu begitu ketakutan, dan dia yang terus gemetar serta segukan tidak berani bersuara apapun, namun pikirannya sedang tertuju pada tasnya yang diletakkan di meja yang tak jauh darinya.

__ADS_1


'Tahan Liliyana, besok pagi-pagi saat kau meninggalkan tempat ini, kau akan membawa rekaman itu ke kantor polisi dan melaporkannya!!' ucap Liliana sembari meneteskan air matanya dan terus membiarkan pria di belakangnya menyapu tubuhnya seakan pria itu tidak pernah puas setelah menikmati beberapa ronde bersama dengan Liliana.


Liliana yang sudah kelelahan sepanjang hari akhirnya tidak dapat lagi menahan kantuknya dan perempuan itu melupakan kesedihannya lalu memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


Pada subuh hari, sesuai kebiasaannya, Andi terbangun dari tidurnya dan memperhatikan perempuan yang ada di pelukannya sedang tertidur begitu damai hingga membuat pria itu tersenyum miring menatap Liliana.


"Dasar perempuan cengeng!" Ucap pria itu sembari mengulurkan tangannya mencubit pelan pipi Liliana lalu turun dari tempat tidur.


Sembari memakai baju, pria itu merasakan getaran ponsel yang berasal dari tas milik Liliana hingga Dia kemudian mendekati tas perempuan itu dan membuka tas milik Liliana.


Pria itu kemudian mengambil ponsel Liliana dan melihat ada banyak notifikasi yang masuk ke ponsel Liliana.


'Siapa orang-orang ini?' ucap Andi dalam hati melihat ada banyak sekali pesan grup yang masuk ke ponsel Liliana yang mana semuanya mempertanyakan tentang kabar Liliana yang telah pindah ke kantor pusat.

__ADS_1


__ADS_2