
Setelah berada dalam kekacauannya selama beberapa jam, Andi akhirnya bernafas dengan lega ketika dia selesai memakai jasnya lalu pria itu pun segera keluar dari kamarnya.
Semua orang yang melihat pria itu langsung tersenyum, tak terkecuali dengan hakim yang hendak menghampiri putranya untuk memakaikan bunga di jas pria itu.
"Pakai bunga ini, ini akan membuatmu terlihat Jadi pengantin sungguhan," ucap Hakim sembari mengeluarkan sebuah bunga mawar kecil dari dalam sebuah kotak dan hendak membantu putranya ketika dia terkejut sebab putranya melewatinya.
"Aku buru-buru, kalian menyusul saja nanti!!" Ucap Andi sembari berlari keluar membuat semua orang tak bisa lagi mengatakan apa-apa dengan kelakuan pria itu.
Mereka masih harus berdoa bersama-sama sebelum berangkat ke rumah Liliana, tetapi Andi sudah berlari keluar seperti orang yang dikejar oleh sesuatu.
"Cepat hentikan anak nakal itu!!" Teriak Hakim sembari menggertakan giginya dengan pria itu melangkah keluar untuk melihat putranya
orang-orang yang ada di sana juga tidak mau ketinggalan, mereka mengikuti Hakim keluar dan terkejut saat mereka keluar dan melihat sopir yang ditugaskan untuk menyetir mobil pengantin pria kini telah tersungkur di sana dengan darah keluar dari sudut bibirnya.
"Ahhkk,, tuan muda memukul saya!!" Kata sopir itu sembari berdiri dan hendak mengejar Andi ketika mobil yang ditumpangi Andi telah melesat meninggalkan kediaman tersebut.
Andi tak bisa lagi di hentikan.
Semua orang terdiam, tidak ada lagi yang berbicara sepatah kata pun dan sekarang mereka bingung harus berbuat apa, mau berdoa juga sudah tidak ada pengantin pria, mau menyusul pergi ke rumah tetapi doa sangatlah penting!!!
Oleh sebab itu, Hakim berbalik menatap istrinya yang mana saat itu istrinya sudah mengambil ponsel dari tasnya dan melakukan sebuah panggilan telepon.
__ADS_1
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ya, halo?" Jawab seseorang dari seberang telepon yang merupakan salah satu kenalannya yang bekerja di kepolisian.
"Putraku yang mau menikah baru saja melarikan diri dari rumah! Cepat hentikan dia!! Dia keluar membawa mobil dengan plat x x x, Aku mau dia dikembalikan ke rumahku!!" Perintah Zaskia.
"Baik!" Jawab sang pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
Zaskia pun menyimpan ponselnya sembari menghela nafas dengan kasar.
Putranya benar-benar merepotkan!!!
Namun dia mengerutkan keningnya saat sebuah sirine polisi di jalanan seperti terdengar mendekati mobilnya.
Maka pria itu pun menoleh di kaca spion dan melihat polisi yang mengendarai mobil memberinya kode menggunakan tangan agar menepikan mobilnya.
"Para polisi ini mau apa?!" Kesal Andi sembari menggertakan giginya lalu tanpa memperdulikan arahan dari sang polisi, dia menancap gasnya hingga meninggalkan mobil polisi itu.
Alhasil, terjadi kejar-kejaran di jalan raya antara Nadi dan mobil polisi.
__ADS_1
Kekesalan Andi semakin menjadi-jadi ketika dia melihat beberapa puluh meter di depannya polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yg lewat sehingga Andi dengan kesal memukul-mukul setir mobilnya.
"Sial!! Sial!! Sial!! Tidak tahukah mereka kalau ini hari yang penting bagiku?!!" Gerutu Andi mau tak mau menghentikan laju mobilnya karena mobil-mobil di depannya juga sudah berhenti dan mengantri untuk diperiksa.
mobil polisi yang dari tadi mengejarnya pun kini berhenti di belakang mobil Andi, lalu salah satu polisi yang duduk di sana pun segera turun dari mobil lalu pria itu pun berjalan menghampiri Andi.
Tok tok tok...
Andi menggertakan giginya menatap polisi yang kini mengetuk jendela mobilnya, namun dia tidak punya pilihan selain menurunkan jendela mobilnya dan memberikan tatapan tajamnya pada polisi yang ada di depannya.
"Apa yang kau inginkan?!!" Tanya Andi dengan nada suara yang tajam dan dingin membuat sang polisi terkejut.
Ini pertama kalinya dia melihat seseorang yang berbicara tidak sangat tidak sopan pada seorang polisi.
Lebih parahnya lagi, entah kenapa dia langsung merasa keringat dingin menatap pria di depannya, seolah-olah tatapan pria itu seperti pistol yang diarahkan ke arahnya, sedikit saja Dia berbuat salah maka sebuah peluru akan keluar dari mata Andi dan membuat lubang dari depan hingga ke belakang kepalanya.
Namun polisi itu berusaha bersikap tenang sembari berkata, "Tolong tunjukkan surat-suratnya."
Andi yang mendengarkan itu sekali lagi menggertakan giginya, tetapi pria itu dengan cepat mencari surat-surat mobilnya di dalam mobil, Tetapi dia tidak menemukannya hingga membuat polisi tersebut kini menulis surat tilang.
"Siapa nama anda?" Tanya polisi tersebut tidak dijawab oleh Andika dan dia hanya keluar dari sana lalu memegang tangan polisi dan meletakkan kunci mobilnya di tangan polisi itu.
__ADS_1
"Silakan ambil mobilku," ucap Andi sebelum bergerak untuk berlari mencari sebuah taksi.