
Tiga orang yang ada di ruangan rawat inap Liliana masih tertidur pulas ketika tiba-tiba saja ponsel yang diletakkan Andi di sakunya berdering amat kencang hingga pria itu terburu-buru bangun mengambil ponselnya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Tut!
Andi langsung mengangkat panggilan telepon itu, lalu dia pun pergi turun dari ranjang menjauhi Liliana dan mengangkat panggilan telepon itu.
Liliana yang saat itu terbaring di atas tempat tidur langsung membuka matanya dan melihat punggung Andi yang kini berdiri di dekat jendela.
"Halo Bu," ucap Andi menjawab panggilan telepon dari ibunya.
"Kau ada di kantor?" Tanya sang perempuan dari seberang telepon.
"Iya, Bu, Apakah ada sesuatu?" Pertanyaan di yang merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada ayahnya.
__ADS_1
"Dokter bilang kondisi ayahmu sudah membaik dan dokter juga bilang bahwa ayahmu sudah sadar, jadi ibu harap kau segera ke rumah sakit, karena dokter mengatakan sebentar lagi kita sudah bisa menemuinya," ucap Zaskia dari seberang telepon.
"Baik Bu, aku segera ke rumah sakit," ucap Andi lalu mengakhiri panggilan telepon itu.
Setelah panggilan teleponnya ditutup, maka Andi pun menghampiri Liliana yang saat itu sedang menatapnya dan pria itu naik ke tempat tidur sembari duduk di samping Liliana dan menggenggam tangan perempuan itu.
"Telepon dari ibu, katanya ayahku sudah baik-baik saja dan juga sudah sadar, Jadi kami sudah bisa menemuinya," ucap Andi sembari mengukir senyum di bibirnya serta berharap dalam hatinya bahwa perempuan yang ada di depannya juga akan tersenyum mendengar kabar tersebut.
"Hm,, pergilah, ayahmu akan senang kalau kau ada di sisinya," ucap Liliana merasa senang dengan dengan kabar baik itu.
Tetapi Andi menggelengkan kepalanya, dan pria itu mencium tangan Liliana sembari berkata, "Aku akan pergi sebentar lagi, karena ibu tahunya aku berada di kantor, jadi masih ada 10 menit untuk bersama-sama denganmu di sini."
"Aku berharap kau segera sembuh supaya kita segera keluar dari rumah sakit ini, dan aku harap aku bisa membujuk Ayah untuk menerima bahwa aku dan Meliani tidak bisa menikah," ucap Andi yang tidak mau melukai hati Ayahnya.
"Amin," kata Liliana mengaminkan ucapan pria itu hingga membuat Andi merasa senang.
Keduanya berbaring sampai 10 menit berlalu, barulah Andi Kemudian berpamit pada Liliana dan pergi menghampiri ibunya di depan ruangan ICU.
__ADS_1
"Lho, kau dari kantor?" Tanya Zaskia memperhatikan putranya yang melangkah ke arahnya.
Pria itu menggunakan setelan santai, celana pendek dan kaos lengan pendek serta sebuah sendal jepit sebagai pengalas kakinya.
Jadi tidak mungkin pria itu kembali dari kantor dengan setelan seperti itu.
"Ahh,," Andi baru menyadari tentang apa yang ia lupakan bahwa penampilannya sama sekali tidak mencerminkan orang yang kembali dari kantor.
"Uh,, Aku membawa baju ganti dan menggantinya di mobil, karena aku rasa dengan pakaian ini jauh lebih nyaman untuk mengunjungi Ayah di rumah sakit, apalagi nanti masih harus menggunakan jubah rumah sakit untuk mengunjungi Ayah di ICU. Oya Bu, Apakah ibu sudah makan?" Tanya Andi berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar ibunya tidak semakin curiga terhadapnya.
Meski merasa agak janggal dengan putranya, tetapi Zaskia dengan cepat melupakan masalah itu dan dia pun menganggukkan kepalanya.
"Sudah, sekarang kita hanya perlu menunggu dokter mengabari kita supaya kita bisa melihat ayahmu. Tapi nanti saat kita menjenguk ayam, Ibu berharap kau tidak mengatakan hal macam-macam yang membuat ayahmu kembali drop!" Tegas Zaskia pada putranya.
"Aku tahu Bu," jawab Andi.
Meski sudah mendengar jawaban putranya, tetapi Zaskia masih tetap merasa cemas pada kelakuan pria itu, sehingga dia menatap putranya sejenak untuk memastikan bahwa apa yang dikatakan putranya itu benar-benar sebuah janji yang untuk ia tepati.
__ADS_1
Menatap ibunya yang melihatnya dengan sangat seksama, maka Andi menghela nafas sembari mengulurkan tangannya memeluk perempuan itu.
"Ibu,, Jangan cemas apapun, aku tidak akan berbuat hal buruk-buruk lagi, pokoknya mulai sekarang aku akan memperhatikan kesehatan Ayah dan tidak akan mengatakan hal-hal yang bisa membuat kesehatan Ayah menjadi buruk," kata Andi berjanji pada perempuan itu.