Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
94


__ADS_3

Meliani yang telah berbicara dengan Andi kini pergi ke ruangannya, lalu perempuan itu duduk di ruangannya sembari menggigit kuku jempolnya memikirkan percakapannya dengan Andi.


'Pria itu benar-benar aneh, dan bagaimana bisa dia tertawa terbahak-bahak seperti itu pada orang yang berteleponan dengannya? Aku yakin sekali bahwa orang yang berteleponan dengannya itu adalah seorang perempuan, apakah itu Liliana? Tapi kenapa Liliana mau pada Andi ketika dia sudah tahu bahwa pria itu tidak bisa melakukan hubungan pria dan wanita? Atau jangan-jangan Andi memalsukan surat kesehatan tersebut?' ucap Meliana dalam hati yang benar-benar tak habis pikir dengan pria itu.


Tetapi seberapa kali pun dia memikirkannya, dia tidak mengerti mengapa Lilliana mau menjadi selingkuhan Andi, padahal, ayahnya sendiri sudah membuktikan tentang keaslian surat hasil tes kesehatan Andi yang menyatakan bahwa pria itu menderita kelainan pada alat kelalaiannya.


"Sial!! Aku harus memastikannya, aku harus ke rumah sakit sekarang dan memastikan tentang surat pemeriksaan kesehatan itu!! Bisa saja ayahlah yang membohongiku!" Kata Meliana segera mengambil tasnya, lalu perempuan itu meninggalkan klinik.


Dia berkendara dengan cepat ke rumah sakit sampai ketika dia tiba di sana, perempuan itu langsung pergi ke bagian administrasi pasien untuk mengecek keaslian dari hasil tes kesehatan milik Andi.

__ADS_1


Kebetulan sekali, ada temannya yang bekerja di sana sehingga dia langsung menghampiri temanya dan membawakan dua cup kopi untuk temannya itu dan juga untuk dirinya sendiri.


"Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Meliana ketika mereka sudah duduk di sebuah tempat istirahat di rumah sakit yang memang diperuntukkan untuk pegawai rumah sakit.


"Ya begitulah, semuanya berjalan dengan lancar meski sesekali harus ada sesuatu yang mengganjal," jawab sang perempuan di depan Meliani sembari membuka cup kopi di tangannya lalu dia menyeruput kopi tersebut.


Setelah perempuan di depannya selesai menyeruput kopinya, maka Meliani pun berkata, "itu, bolehkah aku minta tolong sesuatu padamu?"


Meliani mengeluarkan surat pemeriksaan kesehatan Andi dari tasnya lalu dia menyerahkannya pada perempuan yang duduk di depannya.

__ADS_1


"Ini adalah tes kesehatan seseorang, aku sudah menyuruh ayahku untuk memeriksa keasliannya, tetapi ayahku mungkin saja berbohong sebab ada sesuatu yang menguntungkan bagi ayahku Jika dia berbohong tentang hasil pemeriksaan itu. Oleh sebab itu, aku mau minta tolong padamu untuk mengecek hasil pemeriksaan ini," ucan Meliani langsung membuat sang perempuan di depannya menganggukkan kepalanya.


Perempuan itu melipat kertas tersebut dan menyimpannya ke dalam sakunya sembari berkata, "jangan khawatir, akan mudah untuk mengeceknya. Ahh,, Bagaimana tentang pernikahanmu dengan Andi? Aku dengar kalian sudah melakukan pertemuan keluarga untuk membahas masalah pernikahan?"


Pertanyaan itu langsung membuat Meliani mengepal tangannya dan mengatup erat-erat giginya sembari berusaha mengukir sebuah senyum di wajahnya.


"Aku akan memberitahumu nanti, Aku harus pergi, karena aku harus bertemu dengan seseorang. Aku sangat minta tolong supaya kau mengejek tentang pemeriksaan kesehatan itu, tolong kabari aku secepatnya," ucap Meliani diangguki oleh Sang Perempuan sehingga Meliani pun pergi meninggalkan perempuan itu.


Sang Perempuan yang ditinggalkan mengambil kembali hasil pemeriksaan yang sudah ia kantongi, lalu dia kemudian membukanya dan baru saat itulah dia mengerutkan keningnya bahwa ternyata hasil pemeriksaan itu ialah hasil pemeriksaan dari pria bernama Andi yang merupakan tunangan Meliani.

__ADS_1


Dia pun membaca isi surat tersebut dan mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa pria itu ternyata memiliki kelainan pada area pribadinya.


"Astaga,, jangan-jangan inilah alasan dia belum menikah setelah 7 tahun bertunangan?" Ucap perempuan itu sembari menoleh ke arah Meliani pergi.


__ADS_2