
Andi yang mendengar itu tersenyum pahit, "tanpa seijinku, kau tidak boleh melakukan apapun!"
🧑🔧🧑🔧🧑🔧
Liliana yang mendengarkan itu kini mengepal kuat tangannya dan berkata, "di rumah ada seorang adik, dia akan tidur sendirian kalau aku tidak pulang dan--"
"Ahh, gadis kecil bernama Aliana yang terdaftar sebagai adikmu, Padahal dia adalah anakmu?!" Tanya Andi sembari memperhatikan perempuan di depannya yang wajahnya langsung berubah pucat ketika mendengar perkataan Andi.
Liliana tidak tahu dari mana pria itu mendapatkan informasi sehingga mengetahui masalah yang seharusnya hanya diketahui oleh dia dan kedua orang tuanya.
Hal itu membuat Liliana sangat cemas Jika saja pria itu melakukan sesuatu yang buruk pada Aliana, apalagi membongkar masalah itu hingga membuat keluarganya sangat malu.
Oleh sebab itu, Liliana dengan wajah yang begitu takut kemudian berkata, "itu,, Bagaimana kau tahu itu?"
Pertanyaan perempuan di depannya sangat menghibur Andi karena dia merasa senang melihat seseorang yang tampak ketakutan di hadapannya, "hm, Tentu saja aku tahu, bahkan segala sesuatu yang kau sembunyikan dari dunia semuanya aku tahu. Jadi sebaiknya, mulai sekarang kau lebih berhati-hati lagi saat berurusan denganku karena aku memiliki banyak pegangan tentang rahasiamu!!!" Ucap Andi sembari menghabiskan satu sloki anggurnya lagi lalu pria itu kemudian berjalan ke ranjang.
__ADS_1
Sementara Liliyana, dia terdiam di tempatnya dan sekarang dia benar-benar takut terhadap pria itu sebab rahasia yang seharusnya disembunyikan rapat-rapat ternyata telah diketahui oleh pria itu.
Bagaimana kalau pria itu nekat melukai keluarganya?
Masih terus tertegun di tempatnya menyadari dirinya yang sangat sial, tiba-tiba perempuan itu mendengar suara dari belakang yang berkata, "kemarilah!"
Ucapan Andi langsung membuat Liliana menatap ke arah pria itu dan melihat Andi sedang duduk bersandar di atas ranjang dan tangan pria itu terangkat ke arahnya seperti menunggu dirinya datang menghampiri pria itu.
Karena begitu takut kalau dia melakukan kesalahan maka pria itu akan membongkar rahasianya, maka secara spontan Liliana kemudian berjalan mendekati pria itu dan berdiri di hadapan Andi.
"Kemarilah," ucap Andi yang tidak merasa puas melihat Liliana yang masih agak jauh darinya.
"Duduk di sini," ucap Andi dengan satu tangan menunjuk pahanya sebagai pertanda agar perempuan itu duduk di pangkuannya.
Liliana melihat ke arah paha Andi yang kekar dan perempuan itu benar-benar merasa bahwa dirinya sangat dihina oleh pria itu serta sudah digunakan sebagai wanita penghibur.
__ADS_1
Tetapi memikirkan perasaan keluarganya jika sampai rahasianya dibongkar oleh Andi, maka dengan mata berkaca-kaca perempuan itu kemudian naik dan duduk di pangkuan Andi dengan tubuh yang begitu tegang.
Andi tersenyum tipis melihat perempuan itu, "jangan terlalu tegang, bukankah kita sudah bersama-sama selama beberapa kali? Ayo sayangku, rayu aku dan aku akan mengabulkan satu permintaanmu," ucap Andi benar-benar membuat air mata Liliana semakin menumpuk di kelopak matanya namun dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolak permintaan pria itu.
Makan Liliana kemudian mengulurkan tangannya ke dada bidang Andi dan menundukkan tubuhnya untuk mencium bibir pria itu.
Cup!
Ciuman singkat itu bersamaan dengan air mata Liliyana yang terjatuh ke bawah pipinya dan menetes hingga mengenai pipi Andi yang ada di bawahnya.
Andi yang merasakan itu benar-benar merasa sangat senang dan semakin membuatnya ingin menikmati tubuh perempuan yang ada di atasnya.
"Lakukan lagi sayangku," ucap Andi sembari mengulurkan tangannya membelai rambut Liliana.
Sementara Liliyana, perempuan itu akhirnya tidak bisa menahan diri dan dia terus meneteskan air matanya sembari tertunduk dan mencium bibir pria itu dengan semua kemampuan bercium yang ia miliki.
__ADS_1
Menahan rasa sakit dan rasa tertekannya, Liliana bahkan menggerakkan tangannya ke dalam pakaian pria itu hingga membuat Andi merasa sangat senang dan tangan pria itu mulai meraba ke balik gaun Liliana.
"Hm,, kau sangat mempesona sayangku," ucap Andi menikmati sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Liliana.