
Setelah 3 hari tinggal di rumah keluarga Andi, maka Aliana bersama kedua orang tuanya pun kembali ke kediaman Liliana sesuai dengan tradisi keluarga mereka.
Dalam perjalanan ke rumah, Aliana dengan semangat terus bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan yang telah ia lakukan bersama dengan hakim dan Zaskia sejak menginap di rumah kedua orang itu.
Andi dan Liliana merasa senang mendengarkan Aliana yang senang, sampai mereka akhirnya tiba di kediaman Liliana dan Andi memarkirkan mobilnya dengan baik.
Aliana dengan cepat membuka pintu mobil lalu berlari ke dalam rumah sembari berteriak, "kakek!! Nenek!!!"
Saat itu, Tiara yang bersama beberapa pelayan sedang menyiapkan makan siang untuk menyambut 3 orang yang akan datang ke rumah mereka.
Tiara yang mendengar seruan dari cucunya langsung berlari keluar dari dapur dan melihat cucu kecilnya yang berlari ke arahnya.
"Nenek!!!" Teriak Aliana dengan senyuman yang lebar di wajahnya.
"Cucuku sayang," seru Tiara langsung mengulurkan kedua tangannya hingga ketika Aliana tiba di dekatnya, dia langsung menarik gadis kecil itu ke gendongannya.
Aliana yang dibawa ke gendongan neneknya pun dengan sigap memeluk leher perempuan itu dan mencium pipi Tiara berkali-kali.
Cup cup cup...
"Aku merindukan nenek," ucap Aliana benar-benar membuat Tiara merasa sangat senang dengan ucapan cucu kecilnya.
"Ahh,, cucu kakek sudah pulang," kata Dika yang keluar dari kamarnya lalu dia langsung menghampiri Tiara dan mengambil cucunya dari gendongan istrinya.
"Aku juga sangat merindukan kakek!!" Seru Aliana sembari mendaratkan ciuman di pipi pria itu dan melingkarkan tangannya di leher kakeknya.
"Kakek dan nenek juga sangat merindukanmu, rumahnya terasa sepi setelah kau tidak ada di rumah," ucap Dika sembari membawa gadis kecil itu ke sofa di ruang keluarga.
Saat itu, Liliana dan Andi pun memasuki rumah lalu mereka Langsung menghampiri Dika dan Aliana yang sudah duduk di sofa ruang keluarga.
"Ayah," ucap Aliana langsung memeluk ayahnya dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi pria itu.
Andi yang melihat itu langsung mengangkat segala alisnya, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya duduk di tempatnya dalam kediaman nya.
"Ayah juga merindukanmu," kata Dika mengulurkan tangannya memperbaiki rambut putrinya yang agak berantakan.
"Ayah dan ibu sehat-sehat saja kan?" Tanya Liliana yang merasa cemas akan kesehatan kedua orang tuanya sejak dia tidak ada di rumah.
"Iya, kemarin dokter baru saja memeriksa kami, dan semuanya normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jawab Dika.
"Alhamdulillah," kata Liliana merasa senang.
Dika pun menatap ayah mertuanya, "Kami membawa titipan dari ayah dan ibuku, ini adalah minuman herbal untuk menjaga kesehatan," ucap Dika sembari menyerahkan titipan dari ayah dan ibunya.
"Ahh,,," Dika tersenyum mengambil bingkisan tersebut, "sampaikan terima kasihku pada besanku, mereka sangat perhatian," ucap Dika.
Andi menganggukkan kepalanya dengan pelan bersamaan dengan Tiara yang kini muncul di hadapan mereka membawa minuman untuk mereka semua.
Semua orang pun bercakap-cakap sampai jam makan siang tiba lalu mereka makan bersama-sama.
Sementara makan, Dika pun menatap pada Ketiga orang yang ada di hadapannya, "Jadi kapan kalian pergi ke rumah baru kalian?" Tanya Dika.
__ADS_1
"Besok pagi, kami akan menginap di sini selama satu malam, lalu besok pergi ke rumah kami." Ucap Andi.
Liliana pun mengganggukkan kepalanya, "iya, Tapi Aliana bilang dia mau tinggal di sini saja, tidak mau ikut kami," kata Liliana sembari menoleh ke arah putrinya langsung membuat Aliana tersenyum.
"bukannya tidak mau ikut ayah dan ibu, tapi aku masih ingin tinggal bersama kakek dan nenek, nanti aku akan sering-sering mengunjungi ayah dan ibu dan menginap di sana," ucap Aliana yang mana dia tidak tega meninggalkan kakek dan neneknya.
"Cucuku sangat perhatian," ucap Tiara yang merasa senang pada cucu perempuan nya itu, ia mengambil sepotong daging dan meletakkannya di piring cucunya, "Makanlah ini," ucap Tiara.
"Terima kasih nenek," kata Aliana langsung mengambil daging yang diletakkan di piringnya lalu dia pun melahapnya dengan senang.
Liliana memandangi putrinya, dan meski dia merasa agak sedih karena Putri mereka tidak mau ikut bersama dengan mereka, Tetapi dia juga senang karena gadis kecil itu mau tinggal menemani ayah dan ibunya, sebab dia tahu bahwa kedua orang itu pasti sangat kesepian.
Maka semua orang pun melanjutkan makan mereka sembari bercerita-cerita tentang banyak hal.
🏚️🏚️🏚️
Pada keesokan harinya, setelah semua orang sarapan, maka mereka pun bersiap-siap sebelum semua orang menaiki sebuah mobil yang akan menuju ke rumah baru Liliana dan Andi.
Di atas mobil, Tiara menatap putrinya sembari berkata, "ibu Zaskia dan ayah Hakim apakah akan ikut menemani kalian pindah rumah?"
Liliana langsung menganggukkan kepalanya, "ah ya. Mereka akan ikut, Ibu juga menyuruh untuk menelponnya kalau kita sudah dalam perjalanan," ucap Liliana mengambil ponsel dari tasnya lalu perempuan itu pun melakukan panggilan telepon pada ibu mertuanya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo sayang," jawab Zaskia dari seberang telepon langsung membuat Liliana memasukkan panggilan telepon itu ke dalam mode speaker.
"Ahh,, tentu saja, kalau begitu hati-hati di jalan, saat ini kami sudah sampai di rumah, Baru saja kami turun dari mobil dan sekarang menunggu kalian di halaman rumah," jawab Zaskia dari seberang telepon langsung membuat Liliyana menoleh ke arah suaminya.
Liliana pun lanjut berkata, katanya, "kalau begitu ayah dan ibu langsung masuk ke dalam rumah saja, kami baru saja jalan, jadi masih beberapa menit sebelum tiba di situ."
"Tidak, mana mungkin Ayah dan Ibu yang pertama memasuki rumah baru kalian? Kami akan menunggu kalian, kebetulan ayahmu masih berbicara Dengan pengurus rumah baru kalian, jadi sekarang ibu jalan-jalan melihat taman rumah," ucap Zaskia.
"Ah, kalau begitu, tunggu kami sebentar," ucap Liliana.
"Baik sayang," jawab Zaskia dari seberang telepon sebelum panggilan telepon Itu dimatikan oleh Liliana.
"Hore!! Kita bertemu nenek lagi," ucap Aliana yang merasa senang bahwa dia akan bertemu lagi dengan Zaskia dan hakim yang selalu menyayanginya.
Semua orang tersenyum menatap gadis kecil itu, dengan mobil yang terus melaju sampai beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba di rumah baru Andi dan Liliana.
Pintu gerbang dibuka oleh seorang penjaga membiarkan mobil Andi masuk ke dalam kediaman tersebut Lalu memarkirkan mobilnya di sala satu tempat.
"Ayo turun," kata Tiara langsung membantu cucunya turun dari mobil lalu mereka pun melihat Zaskia dan juga Hakim yang telah menunggu mereka.
"Kakek!! Nenek!!!" Seru Aliana langsung berlari menghampiri kedua orang itu dan memeluk Hakim dan Zaskia secara bergantian.
"Akhirnya kalian datang juga, ini adalah kunci rumahnya," ucap Hakim yang sudah mendapatkan kunci rumahnya dari pengurus rumah di tempat itu.
Andi pun mengambil kunci rumah tersebut, dia menatap semua orang, "Kalau begitu, ayo kita masuk," ucap Andi diangguki oleh semua orang hingga mereka semua pun memasuki rumah besar tersebut.
__ADS_1
"Wahh!!!" Aliana bersorak kegirangan melihat rumah tersebut, Dia merasa bahwa rumah itu sangat bagus sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk lanjut berbicara, katanya, "rumahnya sangat bagus, ayah dan ibu pasti betah tinggal di sini!!"
"Iya sayang," kata Liliana mengundurkan tangannya mengusap kepala Putri kecilnya lalu mereka pun terus masuk ke ruang keluarga.
Tetapi semua orang mengerutkan kening mereka saat melihat ada sebuah dinding yang ditutup oleh kain putih.
"Kenapa dinding itu ditutup?" Tanya Aliana sembari menunjuk dinding yang ditutupi kain berwarna putih.
"Ahh,, itu kejutan untuk pengantin baru, nanti saja biar mereka yang membuka kain itu untuk melihat apa yang ada di dinding tersebut ketika mereka berdua saja, mari kita lihat ruangan yang lain saja dulu," ucap sang penjaga rumah di tempat itu langsung membuat semua orang mengikuti pria itu meski mereka sebenarnya penasaran juga apa yang ada di balik kain putih itu.
Liliana yang berjalan sembari bergenggaman tangan dengan suaminya pun tidak tahan untuk mendekatkan bibirnya ke telinga pria itu, "Mungkinkah ayah dan ibu menyiapkan kejutan lain selain rumah ini?" Tanya Liliana yang terus merasa penasaran pada sesuatu yang ada di balik kain putih itu.
"Kita akan tahu nanti," kata Andi sembari merangkul istrinya dan mereka pun melihat bagian dapur di rumah itu.
Setelah memperhatikan bagian dapur, maka mereka pun melihat ruangan-ruangan lainnya sehingga semuanya selesai lalu mereka berkumpul di ruang tamu dengan minuman yang telah disediakan oleh para penjaga rumah.
"Kami sangat menyukai rumahnya, Terima kasih ayah dan ibu," ucap Liliana sembari melemparkan senyumnya pada kedua mertuanya.
"Baguslah kalau kalian menyukainya, kami harap kalian bisa berbahagia tinggal di rumah ini dan menghabiskan waktu bersama-sama sepanjang usia kalian," ucap Zaskia.
Tiara menganggukkan kepalanya, "benar sekali, dan nanti kalau kalian ada kesusahan boleh langsung menelpon kami," ucap Tiara.
Liliana mengganggukan kepalanya, lalu dia pun mendengarkan banyak ucapan-ucapan dari keempat orang tuanya tentang apa saja yang penting mereka lakukan dalam rumah tangga.
Setelah menghabiskan 1 jam lebih duduk bersama, maka ke-lima orang yang ada di sana pun berpamitan untuk pulang Sebab mereka semua tahu bahwa Liliana perlu beristirahat. Apalagi setelah berjalan-jalan cukup lama mengecek seluruh tempat di rumah tersebut.
"Daa ayah dan ibu!!!" Seru Liliana melambaikan tangannya pada akhir dan ibunya sebelum dia menaiki mobil untuk meninggalkan kediaman tersebut.
Liliana dan Andi pun membalas lambaian tangan gadis kecil itu dan Mereka berdiri di depan rumah sampai mobil yang ditumpangi oleh semua orang menghilang dari pandangan mereka.
Setelah kembali masuk ke dalam rumah, saat itu Liliana menghentikan langkahnya menatap ke arah dinding yang ditutup oleh kain putih.
"Ayo buka kainnya," ucap Liliana yang sudah tidak sabar untuk melihat apa sebenarnya yang ada di balik kain putih tersebut.
Andi pun menganggukkan kepalanya, lalu dia mendekati kain putih itu sebelum menariknya dari atas dan kedua orang itu terkejut bahwa ternyata apa yang ditutupi di dinding ialah lukisan dan sketsa mereka berdua.
Liliyana langsung merasakan matanya menjadi panas hingga dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat pajangan yang ada di dinding.
"Kapan mereka melukisnya?" Ucap Liliana langsung membuat Andi kembali menatap istrinya lalu pria itu pun menghampiri istrinya dan merangkul Liliana.
Andi tersenyum sembari membaca satu persatu nama yang ada pada pajangan tersebut, yang pertama lukisan Aliana lalu sketsa Zaskia dan yang terakhir lukisan Hakim.
"Ini saat kita dilukis oleh mereka lalu kau tertidur, kami memindahkanmu ke sofa agar mereka bisa melukis kita." Ucap Andi langsung membuat Liliana keringat ketika mereka dilukis namun dia tertidur hingga mereka hanya diperlihatkan lukisan dan sketsa yang tidak jadi.
Dia tidak menyangka bahwa ternyata mereka sudah menyiapkan hal lain dan akan memberikan mereka kejutan dengan cara seperti ini.
Maka Liliana pun memeluk erat suaminya dan merasa begitu hangat atas cinta yang ia dapatkan dari semua orang di sekitarnya.
Andi pun membalas pelukan istrinya, dan dia terus tersenyum menatap lukisan yang ada di dinding, ia dilingkupi perasaan bahagia Yang meluap-luap.
.......TAMAT.......
__ADS_1