Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
120


__ADS_3

Setelah membeli pesanan ibunya di supermarket, Andi pun menyetir untuk terus pergi ke rumahnya.


Sembari menyetir, pria itu berusaha menghubungi Liliana, tetapi panggilan teleponnya tak pernah diangkat hingga membuatnya sangat cemas.


Dia berpikir untuk meninggalkan rumahnya dan pergi ke rumah Liliana Setelah dia mengantar belanjaan yang dipesan oleh ibunya.


Maka Setelah tiba di rumah, pria itu langsung memarkirkan mobilnya dengan cepat dan membawa semua belanjaan ke dalam rumah dengan langkah terburu-buru.


Tetapi dia terkejut saat melihat Aliana malah menuruni tangga dan berlari kencang ke arahnya.


"Kak Andi!!!" Seru gadis kecil itu langsung membuat Andi menghentikan langkahnya karena tidak menyangka bahwa aliyana ternyata berada di rumahnya.


"Kau di sini?" Tanya Aliana.


"Ya, ayah dan ibu tiba-tiba pergi keluar kota, jadi aku dan kak Liliana dititipkan di rumah kak Andi, dari tadi kakak terus menelpon aku dan kakak Liliana bukan? Kami sengaja tidak mengangkatnya karena ingin memberi kejutan pada kak Andi!!!" Seru gadis kecil itu dengan sebuah senyuman penuh bahagia di wajahnya.


"Ahh,," Andi segera meletakkan barang belanjaan yang ada di tangan kanannya lalu dia pun membawa gadis kecil itu ke gendongannya sembari tangan kirinya mengangkat barang belanjaannya lalu berjalan ke dapur.

__ADS_1


"Kalian membuatku khawatir, aku pikir terjadi apa-apa sampai tidak ada yang mengangkat panggilan teleponku," ucap Andi sembari memasuki dapur dan melihat di sana Liliana sedang duduk di salah satu kursi memotong-motong bawang sementara Zaskia tengah mengocok telur.


"Akhirnya kau datang juga," ucap Zaskia langsung mengambil barang belanjaan dari tangan Andi lalu perempuan itu pun membongkarnya untuk mencari bahan makanan yang akan mereka gunakan memasak.


Liliana yang duduk mengiris bawang kini mengangkat kepalanya menatap Andi dan melemparkan senyumnya pada pria itu.


"Apa kau baik-baik saja? Kenapa tidak istirahat saja biar pelayan yang membantu ibu memasak?" Tanya Andi sembari mendudukkan Aliana di salah satu kursi.


"Aku baik-baik saja, lagi pula aku hanya duduk memotong-motong bawang, tidak akan melelahkan," jawab Liliana.


Andi yang ada di sana benar-benar ingin mendekati perempuan itu dan memeluk serta mencium Liliyana, tetapi karena ada dua orang yang mengganggu maka dia berusaha menahan dirinya.


"Ahh,, masih ada yang tertinggal di sana, Aku akan mengambilnya," kata Andi segera berbalik keluar dari dapur dengan Aliana yang mengikuti pria itu.


"Kak Andi,, aku juga memesan cemilan, di mana cemilannya?" Seru Aliana yang tidak sabar menikmati cemilan yang ia pesan.


"Ada di sini," ucap Andi seraya mengeluarkan sebuah cemilan dari dalam kantong belanjaannya lalu memberikannya pada Aliana.

__ADS_1


"Makasih Kak!!!" Ucap Aliana merasa sangat senang, lalu gadis kecil itu kembali berlari ke dapur membuka cemilan tersebut dan menyuap kakaknya.


"Kakak tidak mau makan, kau makanlah di depan TV dan menonton," ucap Liliana.


"Ah, baik!!" Kata Aliana segera berlari meninggalkan dapur.


Sementara Andi yang duduk di salah satu kursi kosong kemudian menatap Liliana, "Kenapa Ayah dan ibumu tiba-tiba keluar kota?" Tanya Andi yang merasa penasaran.


"Ahh,, tiba-tiba tanteku yang ada di luar kota jatuh sakit, dan dia harus dirujuk ke luar negeri sehingga ayah dan ibuku harus ke sana. anak-anak tanteku tidak ada yang menjaga dan ayahku juga akan menemani tanteku pergi ke luar negeri berobat," ucap Liliana.


"Jadi selama itu kau dan Aliana akan tinggal di sini?" Tanya Andi dengan wajah bersemangatnya, dia senang kalau perempuan itu akan tinggal bersama-sama dengannya.


Zaskia yang melihat wajah bersemangat anaknya Langsung berkata, "lihat wajahmu itu, kau bahkan tidak bisa menyembunyikan perasaan senangmu!!! Mereka akan tinggal di sini, tapi bukan berarti kau bisa memanfaatkan situasi ini untuk tidak pergi bekerja, sekarang kau sudah menjadi CEO, tanggung jawabmu di perusahaan sangat banyak!!!"


Andi yang mendengarkan itu segera tersenyum, ia menatap Liliana sembari berkata, " lbu jangan khawatir, Setiap hari aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku dengan cepat supaya bisa lebih cepat kembali ke rumah untuk menemanimu."


Zaskia yang mendengar putranya menggoda Liliana hanya bisa menggelengkan kepalanya, tetapi perempuan itu tersenyum karena Ini pertama kalinya ia melihat kelakuan putranya, ingin meluangkan waktu bersama seorang perempuan.

__ADS_1


Padahal, selama 7 tahun bertunangan dengan Meliani, pria itu tidak pernah berbicara pada Meliani, bahkan di depan mereka, pria itu hanya berbicara sangat singkat, tidak seperti saat ini.


__ADS_2