
"Silakan ambil mobilku," ucap Andi sebelum bergerak untuk berlari mencari sebuah taksi.
🍨🍨🍨
Namun pria itu menghentikan langkahnya ketika seorang polisi dengan yang bertubuh tinggi besar lengannya selalu dengan satu tarikan dia diputar dan diborgol.
Andi terkejut, dia tidak menyangka ada polisi yang akan datang dan borgolnya sehingga dia tidak bersiap-siap untuk melawan pria itu.
"Silakan itu ikuti saya," ucap polisi itu sembari menunjukkan arah jalan pada Andi membuat Andi menggertakan giginya.
"Kalian para polisi, tidak bisa kalian melihatku kalau aku adalah seorang pengantin? Acara pernikahanku sebentar lagi, dan aku sedang dalam perjalanan untuk pergi ke rumah calon istriku!" Tegas Andi.
Sang polisi yang mendengarkan itu pun berbalik menatap Andi dari ujung kaki sampai ujung kepala lalu dia berkata, "kalau kau adalah pengantin, di mana bunga yang diletakkan di dada pengantin pria?"
pertanyaan itu langsung membuat Andi menatap jasnya dan dia menyadari bahwa ayahnya yang tadi hendak memasang bunga di dadanya ia lewati begitu saja Karena terburu-buru untuk bertemu Liliana.
Maka Dia hanya bisa memperlihatkan wajah pasrahnya hingga membuat polisi yang ada di sana tersenyum lalu membawa Andi ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Pada akhirnya, Andi hanya bisa duduk pasrah di dalam mobil polisi sembari menatap keluar jendela dengan wajah yang terus murung.
Dia benar-benar kesal terhadap segala sesuatunya, tidak ada satupun yang mendukungnya untuk segera melihat perempuan yang ia cintai.
Namun setelah beberapa menit berada dalam mobil dengan perasaan kesannya, pria itu mengerutkan keningnya ketika menyadari mobil yang membawanya bergerak dengan cepat menuju ke arah rumahnya sehingga Andi pun menatap polisi yang berkendara di sampingnya.
"Kita tidak ke kantor polisi?" Tanya Andi yang merah saheran bahwa pria itu malah membawanya ke rumahnya bahkan polisi itu mengetahui alamat rumahnya?
"Kenapa harus ke kantor polisi? Bukankah kau mau menikah?" Tanya sang polisi sembari membelokkan mobilnya ke halaman rumah Andi langsung membuat Andi menggertakan giginya karena dia menyadari bahwa apa yang terjadi padanya ialah ulah dari orang tuanya.
Polisi pun membuka borgol di tangan Andi, lalu memberi kode pada Andi supaya kembali masuk ke dalam rumah sehingga Andi pun pergi menemui Ayah dan Ibunya
"Kau ini!! Bukankah Ayah sudah katakan padamu bahwa sebelum berangkat kita masih memiliki ritual dan juga harus berdoa??!" Kesal Hakim tidak dijawab oleh putranya sebab saat itu Andi masih berada dalam emosi tingkat dewa.
Zaskia yang ada di sana jelas tau perasaan putranya, sehingga perempuan itu dengan cepat menarik putranya ke dalam rumah, "semakin cepat kita mulai, maka semakin cepat kita berangkat dan semakin cepat juga kau menemui Liliana," ucap Zaskia tidak dilawan lagi oleh Andi, pria itu mengikuti ucapan ibunya sehingga dia pun membiarkan semua orang melakukan sesuatu yang dianggap olehnya sebagai sesuatu yang sia-sia saja.
Barulah setelah selesai acara berdoa lalu semua orang pun memasuki mobil, dan Andi kembali duduk di mobil pengantin yang tadi ia kendarai di jalanan.
__ADS_1
Saat itu, sang supir yang tadi di tonjok oleh Andi kini tidak ikut lagi dalam acara tersebut, dia harus menerima perawatan karena luka yang ia terima dari pukulan Andi.
Sopir yang mengendarai mobil saat ini ialah seorang pria muda yang baru bergabung menjadi salah satu sopir di kediaman Andi selama beberapa bulan terakhir.
Andi pun menatap pria itu sembari berkata, "percepat laju mobilnya!"
Zaskia yang mendengar perintah putranya benar-benar menggelengkan kepalanya dengan kelakuan pria itu, sehingga dia pun tidak tahan untuk berbicara, katanya, "kau ini!! Tidak tahukah kau Kalau kami sedang mengantarmu untuk pergi menikah?? Di sana juga ada dua orang anak yang menunggu mu. Jadi kalau kita sampai kenapa-kenapa di jalan, kau pik--"
"Sudahlah," ucap Hakim menghentikan ucapan istrinya, karena dia mendengar perempuan itu hendak berbicara yang buruk-buruk, padahal tidak seharusnya mereka berbicara buruk-buruk di hari penting seperti itu.
Zaskia menghela nafas dengan panjang setelah mendengar ucapan suaminya, lalu perempuan itu hanya bisa membuang muka keluar jendela menyadari bahwa dia hampir saja mengutuki diri mereka sendiri.
Setelah percakapan itu, maka semua orang pun terdiam di dalam mobil menunggu mobil mereka tiba di kediaman Liliana.
Tetapi meskipun Andi terus terdiam, dalam hati pria itu, dia sudah tidak sabaran untuk segera tiba di rumah Liliana sehingga sepanjang perjalanan, kaki pria itu terus digerak-gerakkan Karena rasa bosannya.
Satu detik di dalam mobil sama seperti 1 jam, sangat lama!!!!
__ADS_1