
"Apakah sudah selesai?" Tanya Andi pada perempuan di seberang telepon sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya.
"Ya, Aku tidak percaya kita bisa melakukannya, bahkan kau tidak melihatnya Tapi kau bisa memberitahuku Apa yang harus dilakukan sampai seluruh warna rubiknya bisa menyatu bisa tuh permukaan," jawab perempuan dari seberang telepon yang mana Andi yang mendengarkan suara perempuan itu bisa mengetahui bahwa perempuan itu berada dalam suasana hati yang sangat baik.
Hal itu membuat Andi semakin melebarkan senyumannya dan berkata, "tentu saja bisa, kita bekerja sama dengan baik. Tapi kau harus memberiku hadiah untuk ini 'kan?"
"Ha ha ha.... Tentu,, Memangnya hadiah apa yang kau mau?" Tanya Liliana dari seberang telepon.
Andi terkikik ditempatnya, "Aku akan memberitahumu nanti kalau aku sudah menemuimu, tapi sebelum itu, bolehkah kau menciumku--"
"Apa katamu?!" Tiba-tiba suara Zaskia langsung membuat Andi terdiam dan pria itu melepaskan teleponnya dari telinganya lalu menekan tombol reject.
__ADS_1
"Sejak kapan ibu di situ?" Tanya Andi menatap ibunya yang kini mendekatinya dengan tatapan meniti.
Perempuan itu sudah dari tadi mendengarkan putranya berbicara, dan dia tidak menyangka bahwa dia akan mendengar putranya berteleponan dengan seseorang dengan suara yang tampak jelas sedang jatuh cinta.
Apalagi, putranya berbicara panjang lebar dan sesekali tertawa, tidak seperti sikap pria itu terhadap orang lain selain keluarganya.
"Kau, dengan siapa kau berteleponan?" Tanya Zaskia.
"Katakan pada ibu, itu seorang perempuan atau laki-laki?" Tanya Zaskia masih dengan wajah menata putranya di depannya, dan saat ini dia bisa melihat wajah putranya tampak datar dan dingin lagi tidak seperti ketika dia melihatnya saat berteleponan dengan seseorang.
"Aku bilang tidak penting, jadi ibu tidak perlu banyak bertanya," jawab Andi sembari memalingkan tatapannya dari ibunya dan pria itu lebih memilih menatap ke arah pemandangan langit yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Itu pasti seorang perempuan, kau tidak akan berbicara seperti itu pada seorang lelaki bahkan membicarakan tentang sebuah rubik. Katakan pada ibu, apa ka perempuan itu yang menjadi alasan kau membatalkan pernikahanmu dengan Meliana?" Tanya Zaskia dengan suara yang cukup pelan namun penuh penekanan sebab perempuan itu tidak mau jika dua orang yang ada di dalam kamar sampai mendengar percakapan mereka.
"Ibu," Andi menatap ibunya dengan tatapan mata yang tegas, "Bukankah sudah jelas apa yang membuatku tidak jadi melanjutkan pernikahanku dengan Meliani? Karena keluarganya tidak mau menerimaku sebab penyakit yang kuderita," kata Andi dengan tegas.
Zaskia yang mendengarkan ucapan putranya menatap pria itu dengan intens sebelum dia lanjut berbicara, katanya, "kau, sudah dari kecil ibu merawat mu, dan kau tidak bisa membohongi ibu. Jelas-jelas tadi kau begitu bahagia berteleponan dengan perempuan itu, bahkan Ini pertama kalinya Ibu melihatmu begitu akrab dengan seorang lain sampai kau tertawa seperti itu.
"Ibu sangat senang melihat kebahagiaanmu bercerita dengan orang tersebut. Tapi,, Ibu tidak ingin kalau sampai apa yang Ibu pikirkan itu benar-benar terjadi. Jangan sampai kau membohongi semua orang dan menyembunyikan seorang perempuan di belakang mu sehingga menjadi penyebab kau memutuskan hubungan dengan Meliana."
Andi mengganggukan kepalanya dengan pelan dan dengan tangan yang terkekal kuat, pria itu menjawab ibunya, katanya, "aku mengerti Bu."
__ADS_1
makasih infonya, nnti otor revisi ya...