Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
117


__ADS_3

"Lima tahun,,, Apakah kau yakin itu anak dari saudara kembarmu atau bisa jadi dia anak dari pria lain?" Tanya Hakim yang ingin memastikan masalah tersebut.


🧚🧚🧚


Andi menganggukkan kepalanya, "aku menyuruh seseorang untuk menyelidikinya, dan dia memastikan bahwa anak itu adalah anak kandung saudara kembarku. Dia juga sempat melakukan sesuatu untuk mengambil rambut Aliana dan melakukan tes DNA dengan memang terbukti bahwa aku adalah pamannya," jawab Andi..


"Kalau begitu, kami sudah memiliki seorang cucu, ditambah lagi calon cucu kami yang ada di rahim Liliana, maka,,," Zaskia tersenyum menatap suaminya, "Bukankah ini sebuah berkat yang luar biasa??" Tanya perempuan itu pada suaminya.


Hakim pun menganggukkan kepalanya, "ya, meski ini agak mengejutkan, tetapi aku juga senang mengetahui bahwa sekarang kami sudah memiliki seorang cucu, kapan-kapan ajaklah dia kemari." Ucap Hakim yang merasa sangat senang sebab sudah cukup lama dia menantikan seorang cucu, namun tidak bisa mendapatkannya dari putranya sehingga pria itu merasa senang bahwa ternyata sudah ada seorang cucu yang berasal dari saudara kembar Andi.


"Kalian tidak apa-apa menerima Aliana?" Tanya Andi.


"Tidak apa-apa bagaimana? Kami justru merasa senang, tapi yang harus menjadi PR mu sekarang ialah membuat Liliana mau menikah denganmu!! Ibu tidak mau kalau kalian tidak menikah!!!" Tegas Zaskia.

__ADS_1


"Aku akan berusaha," jawab Andi merasa senang bahwa orang tuanya ternyata tidak terlalu mempersulit mereka.


Maka setelah berbicara dengan orang tuanya, Andi merasa sangat bersemangat dan pria itu pun berpamit pada orang tuanya. Ia hendak pergi menyiapkan pernikahannya dengan Liliana meski masih abu-abu Apakah mereka akan menikah atau tidak.


Sementara Dia berbicara dengan seseorang yang membantunya, tiba-tiba saja ponsel yang diletakkan di dalam saku jasnya berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Halo," kata Andi menjawab panggilan telepon dari Aliana.


"Kak Andi, Kakak ada di mana?" Tanya Ariana dengan suara yang begitu menggemaskannya.

__ADS_1


"Kakak ada di tempat kerja, Apakah kau membutuhkan sesuatu atau membutuhkan bantuan kakak?" Tanya Andi sembari memberi kode pada pria yang bersamanya bahwa dia akan pergi mencari tempat yang tenang untuk menjawab panggilan telepon itu.


"Iya, kakek sudah pergi bekerja, dan nenek sedang sibuk memasak di dapur, tapi aku sangat ingin makan es krim, tapi kakak juga tidak bisa menemaniku karena dia sedang tidur, bolehkah Kakak Andi menjemputku dan membelikan es krim?" Tanya Aliana benar-benar membuat Andi tersenyum dengan kelakuan gadis kecil itu.


"Kalau begitu Tunggu sebentar, Kakak akan segera ke rumahmu dan membawakan es krim yang banyak," ucap Andi segera membuat gadis kecil yang ada di seberang telepon bersorak kegirangan.


"Hore!! Kalau begitu aku akan menunggu Kakak Andi, tapi jangan lupa,, nanti kalau datang ke rumah, bawakan juga bunga untuk Kakak Liliana, dia pasti senang menerima bunga dari Kakak Andi!!" Seru Aliana dari seberang telepon.


"Baiklah, kalau begitu Tunggu di rumah, kakak akan segera ke situ," kata Andi sebelum mengakhiri panggilan telepon itu, lalu dia pun kembali menghampiri pria yang tadi berbicara dengannya dan mengundur pertemuan mereka ke hari berikutnya.


Setelah itu, Andi bergegas mencari pesanan Aliana sebelum berkendara ke rumah Liliana.


Dia merasa senang dengan kegiatannya bersama Aliana, dan dia merasa senang bahwa dia akan kembali bertemu dengan Liliana.

__ADS_1


__ADS_2