Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
124


__ADS_3

"Apakah ini masih bisa dikerjakan besok?" Tanya Andi ketika dia melihat tumpukan berkas yang masih tersisa di mejanya, sementara saat itu jam sudah menunjukkan pukul 17.00 yang membuatnya merasa risau karena dia mau pulang cepat-cepat untuk bertemu dengan Liliana.


Chandra yang ada di sana dengan sangat menyesal kemudian berkata, "Maaf sekali tuan muda, tetapi berkas Ini harus selesai karena akan digunakan dalam rapat besok pagi, jadi sebaiknya diselesaikan sekarang daripada besok--"


"Kalau begitu aku akan mengerjakannya di rumah," ucap Andi dengan buru-buru menyimpan berkas itu ke dalam tas miliknya lalu dia pun membawa tas miliknya keluar dari ruangan.


Sekretaris yang melihat itu tidak bisa mengatakan apapun, karena sejak beberapa waktu terakhir, pria itu memang selalu bersifat demikian tidak pernah mau berlama-lama di kantor, jika jam sudah menunjukkan pukul 17.00 maka pantatnya terasa begitu panas jika masih terus duduk di kursi kerjanya.


Maka Andi yang keluar dari ruangannya segera memasuki lift, dan lift mengantarnya ke lantai parkiran hingga pria itu pun pergi menuju mobilnya.


Tak jauh dari Andi yang berjalan ke arah mobilnya, Michelle dan teman-temannya berdiri memandangi pria itu.


"Aku tidak percaya kalau manajer galak kita ternyata berubah menjadi CEO. Jadi selama ini dia hanya menyamar menjadi manajer?" Ucap Michelle sembari menatap pria di depannya yang memasuki sebuah mobil mewah.

__ADS_1


"Benar, tapi sekarang Liliana juga menghilang, dia tidak pernah lagi datang ke kantor, sepertinya ada sesuatu yang terjadi padanya. Bagaimana kalau hari ini kita pergi ke rumahnya?"


"Ahh,, kau benar, Padahal dia memiliki banyak sekali utang terhadap perusahaan, Lalu bagaimana dia membayar semua utang-utang itu?"


"Iya benar, aku juga dengar kalau pertunangan Andi dengan Meliani dibatalkan, Bukankah semua ini terasa begitu aneh?"


Michelle menganggukkan kepalanya, "iya, Bagaimana kalau kita pergi ke rumah Liliana dan menanyakan apa yang terjadi? Mungkin saja dia mengetahui informasi tentang Andi." Ucap Michelle.


"Iya, aku sempat mengambil alamatnya, kita bisa pergi ke sana hari ini," kata salah seorang perempuan.


Sementara Andi yang sudah menyetir di jalanan, pria itu mengebutkan mobilnya di jalanan yang ramai agar dia bisa cepat-cepat tiba di rumahnya.


Begitu tiba di rumah, pria itu langsung keluar dari mobil dan dia berjalan masuk ke dalam rumah, namun dia mengerutkan keningnya bahwa saat itu tidak ada lagi Aliana dan Liliana yang menyambutnya, hanya ada ibunya yang tengah duduk di ruang tamu sembari mengatur undangan pernikahan.

__ADS_1


"Di mana Aliana dan Liliana?" Tanya Andi sembari menghampiri ibunya tetapi tatapan pria itu tertuju ke lantai atas.


"Ayah dan ibu mereka sudah pulang, Jadi di Liliana dan Aliana juga kembali ke rumah mereka," jawab Zaskia.


"Oh," Andi menghela nafas, dan kekecewaan langsung memenuhi wajah pria itu sembari duduk di depan ibunya dengan pikiran yang tidak tenang.


Wajah putranya yang begitu murung langsung membuat Zaskia menggelengkan kepalanya, "Kau ini kenapa? Pernikahanmu akan digelar dalam satu minggu lagi, Jadi sekarang bahwa undangan-undangan ini dan bagikan ke semua kerabat kita, Ibu sudah menuliskan semua nama-nama kerabat di setiap undangannya," ucap Zaskia sembari menyusun terakhir ke dalam karton.


"Itu, Bagaimana kalau aku membagikannya besok? Aku mau pergi dulu ke rumah Liliana," ucap Andi yang merasa sangat rindu pada Liliana, dia mau menemui perempuan itu.


Tetapi Zaskia langsung melarangnya, "Jangan pergi ke sana!! Ibu sudah berbicara dengan Liliana dan orang tuanya, kalian tidak akan bertemu selama satu minggu sampai upacara pernikahan kalian!!" Tegas Zaskia benar-benar membuat Andi terdiam di tempatnya.


Dia tidak mau, dia tidak setuju dengan usulan tersebut!!!

__ADS_1



__ADS_2