
Setelah bercerita dengan Michel, Liliana kembali fokus pada pekerjaannya sampai dia merasakan ponselnya kembali bergetar dan perempuan itu kemudian mengambil ponselnya.
'Kenapa aku sekarang begitu dikendalikan oleh pria itu? Seandainya ia adalah Andi, pria yang kucintai, maka aku akan dengan senang hati menerimanya, tapi ini,,, dia adalah pria bejat, namun aku tidak bisa lepas darinya!' ucap Liliyana dalam hati yang merasa benar-benar kesal pada dirinya sendiri.
Perempuan itu menggerakkan jarinya di atas layar ponselnya dan melihat sebuah pesan dari Andi yang berkata, *bawa laporan yang sudah kau selesaikan ke ruanganku.*
Setelah membacanya, Liliana kemudian mengambil dua laporan yang sudah ia selesaikan lalu perempuan itu hendak membawanya ke dalam ruangan manager saat Angga yang ada di sana pun menghentikan Liliana.
"Kau mau ke mana?" Tanya Angga sembari menahan lengan perempuan itu.
"Ah, aku sudah menyelesaikan 2 laporan ini, jadi aku akan membawanya ke ruangan manager," ucap Liliana sembari menunjukkan 2 berkas laporan yang ada di tangannya.
Dia cepat mengerjakan berkas laporan itu sebab di kantor cabang dia memang sering mengerjakan laporan seperti itu, sehingga menyelesaikan laporan seperti itu sudah berada di luar kepalanya.
__ADS_1
"Hah, kalau sudah selesai, kau boleh memberikannya padaku, tidak perlu membawanya langsung ke ruangan manager," ucap Angga langsung membuat Liliana mengerutkan keningnya.
Meski perempuan itu tidak mau membantah Andi, tetapi tidak juga mau mengatakan pada Angga bahwa dia dikirimi pesan oleh manajer mereka untuk membawa berkas itu ke ruangan Andi.
Sebab bagaimanapun, dia tidak mau ada orang-orang yang mengetahui bahwa saat ini dia benar-benar dicekal oleh pria itu karena akan sangat memalukan baginya, dan dia akan menjadi bahan gosipan jika hal tersebut sampai terbongkar.
"Tapi,, baiklah," ucap Liliana akhirnya menyerahkan dua laporan itu pada Angga, lalu dia kembali ke tempat duduknya.
Setelah kembali ke tempat duduknya, Liliana kemudian mengirim file yang ada di komputernya pada manajernya dan mengetik pesan singkat di ponselnya untuk dikirim pada manajernya.
Setelah membaca itu, Andi langsung tersenyum sinis, lalu dia meletakkan ponselnya.
Pria itu kemudian mengambil sebuah berkas lain di mejanya lalu berjalan ke arah pintu dan berkata "Liliana, kerjakan ini dan berikan padaku dalam waktu 3 menit!"
__ADS_1
Liliana yang mendengar ucapan Andi langsung mengambil berkas dari tangan pria itu, lalu dia kembali duduk di tempatnya menatap berkas yang ada di sana.
Perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia melihat tidak ada yang perlu ia kerjakan pada berkas itu, sementara semua orang yang ada di sana melihat ke arah Liliana dengan wajah kasihan mereka, sebab mereka semua tahu jika manajer mereka mengatakan 3 menit itu artinya bahwa manajer mereka sedang mencari masalah.
"Kasihan sekali dia, aku rasa dia tidak akan tahan lama bekerja di sini," ucap salah seorang perempuan pada perempuan lainnya yang berdekatan dengannya.
"Benar, aku bertaruh dalam minggu ini dia akan menyerahkan surat pengunduran dirinya."
"Dia tidak akan menyerahkan surat pengunduran dirinya."
"Kenapa?"
"Aku mendengar dari temanku yang bekerja di perusahaan cabang bahwa dia mengambil uang ke perusahaan, jadi dia masih harus bekerja selama beberapa tahun lagi untuk melunasi uang tersebut, sehingga dia tidak akan bisa menyerahkan surat pengunduran dirinya. Lagi pula kalau dia menyerahkan surat pengunduran diri, manajer tidak akan menyetujuinya meskipun dia mendapatkan uang untuk membayar semua hutangnya."
__ADS_1
"Ah,, begitu. Perempuan yang benar-benar malang."