
Setelah selesai mengurus administrasi orang tuanya, maka Andi pun pergi ke ruangan inap di mana ibunya berada.
Saat tiba di sana, dilihatnya Ibunya sudah berada dalam keadaan baik-baik saja dengan perempuan itu kini duduk di atas ranjang menatap dia yang masuk ke ruangan tersebut.
Meliani dan kedua orang tuanya masih ada di sana, namun pria itu bisa melihat tatapan kedua orang tua Meliani terhadapnya sangatlah buruk dan mengandung kekecewaan.
Tetapi Andi pun mengabaikan mereka lalu dia pun menghampiri Ibunya dan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan ibunya.
Sayangnya, ibunya yang marah menjauhkan tangannya yang hendak dipegang oleh Andi lalu perempuan itu pun membuang muka tidak ingin melihat Andi.
"Pergilah! Urus urusanmu sendiri!" Ucap Zaskia yang benar-benar kecewa terhadap putranya.
Bagaimana tidak, pria itu sudah bertunangan selama 7 tahun dengan Meliani, dan sekarang akan menikah, namun tiba-tiba saja pria itu membatalkan pernikahannya???
__ADS_1
Padahal, sudah ada banyak bantuan yang mereka terima dari keluarga Meliani, terutama dalam hal bisnis.
Andi yang melihat sikap ibunya menjadi sangat dingin padanya pun kini berbicara, katanya, "Ibu, aku bisa menjelaskannya pada ibu, jadi bisakah--"
"Pergi!!!" Bentak Zaskia menyela ucapan Andi.
Meliani yang melihat perempuan itu tampaklah menjadi marah kemudian mempererat genggaman tangannya pada tangan Zaskia sembari berkata, "ibu,, ibu harus meredakan amarah ibu, Saat ini mungkin Andi hanya memikirkan sesuatu saja, Aku yakin dia tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya."
Sementara itu, Ayah Meliani yang melihat kepergian pria itu pun ikut keluar dari ruangan menyusul pria itu, Sebab Dia hendak berbicara dengan Andi.
Maka begitu menutup pintu kamar, ayah Meliani pun berkata, "bisakah kita berbicara sebentar?"
Ucapan pria di belakangnya langsung menghentikan langkah Andi, lalu pria itu pun berbalik menatap Ayah Meliani dengan raut wajah yang datarnya.
__ADS_1
"Kita bicara di tempat sepi," ucap ayah Meliani sembari melangkah ke arah taman yang terlihat sepi.
Andi pun mengikuti pria itu hingga Mereka kemudian berdiri di bawah bayangan pohon yang cukup besar di taman itu hingga tubuh mereka dan tampak tersamarkan pada bayangan pohon tersebut.
Ayah Meliani pun menatap Andi, dan di bawah cahaya yang remang-remang, pria itu berkata, "kau tahu hubungan keluarga kita selama 7 tahun ini bukan? Jadi apa yang membuatmu tiba-tiba saja ingin memutuskan hubungan dengan putriku dan bahkan melakukannya setelah 7 tahun bertunangan dengannya?"
Pertanyaan pria di depannya tidak mempengaruhi hati Andi, karena pria itu memang tidak memiliki perasaan terhadap Meliani.
Oleh karena itu, Andi kemudian berkata, "ketika pertama kali dijodohkan, Apakah saya pernah berkata iya untuk perjodohan ini? Kami bahkan tidak pernah melakukan tukar cincin dan hanya keluarga saja yang sepakat terhadap pertunangan ini."
Setelah berbicara, Andi kemudian mengeluarkan sebuah surat yang telah Ia siapkan lalu menyerahkannya pada pria yang ada di depannya.
"Anda akan tahu alasan saya setelah melihat surat itu, itu adalah laporan kesehatan saya secara menyeluruh. Ahh,, satu hal juga yang perlu saya katakan pada anda bahwa seluruh bantuan yang keluarga anda berikan terhadap keluarga kami akan saya perhitungkan. Saya tidak akan pernah lupa terhadap jasa yang keluarga anda berikan terhadap kami," ucap Andi dengan suara yang tenang sebelum pria itu melangkahkan kakinya meninggalkan Ayah Meliani.
__ADS_1