Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
88


__ADS_3

Andi berbicara, katanya, "Dokter bilang kalau kau seperti ini karena terlalu banyak pikiran dan juga stres, jadi aku mohon padamu katakan padaku apa yang membebani pikiranmu supaya aku bisa membantumu untuk menyelesaikannya. Kau tidak inginkan anak kita sampai kenapa-kenapa kan?"


💅💅💅


Liliana yang mendengarkan itu menatap pria yang juga menatapnya, dan saat itu hatinya benar-benar kacau.


Kekacauan dalam hatinya membuatnya tidak bisa mengatakan apapun hingga membuat Andi menggenggam erat tangan perempuan itu.


"Sayang,, katakan padaku apa yang membuatmu cemas, kalau aku yang membuatmu cemas maka aku akan berusaha menyelesaikannya, atau apapun itu, Pokoknya kau tidak boleh cemas apapun. Kau tahu kan, bayi kita dalam kandunganmu itu sangat berharga, dia akan menjadi anak yang manis sepertimu saat ia sudah lahir nanti. Jadi kumohon, biarkan aku membantumu menyelesaikan kecemasanmu," ucap Andi membujuk perempuan itu.

__ADS_1


Dia tidak mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi, dan dia berharap apa yang dicemaskan oleh perempuan itu dan apa yang membuatnya emosional bisa ia selesaikan sehingga perempuan itu tidak perlu lagi merasa stres.


Liliana yang merasakan basah pada area matanya menata pria yang bersama-samanya, dan dia bisa melihat kesungguhan pria itu sehingga dia pun mulai menggerakkan bibirnya untuk berbicara.


"Itu, Bagaimana kabar ayahmu?" Tanya Liliana langsung membuat Andi mengerutkan keningnya, sebab pria itu tidak berpikir bahwa kabar ayahnya lah yang membuat perempuan itu hampir saja mengalami keguguran.


"Dia masih ada di ICU, dokter sedang memantau kondisinya, Jadi kau tidak perlu cemas apapun," ucap Andi sembari berpikir dalam hati kenapa ayahnya bisa membuat perempuan itu memikirkan keadaannya.


Pertanyaan itu membuat Liliana menelan air liurnya, dan dia merasa ragu untuk menjawab iya, tetapi ekspresi perempuan itu saja sudah cukup menjawab pertanyaan Andi sehingga pria itu menghela nafas dengan panjang.

__ADS_1


"Maaf,, aku pikir saat aku jujur padamu kau tidak akan kepikiran lagi, tapi ternyata sekarang kau malah jadi kepikiran. Ibuku sudah mengetahui tentang masalah ini, dan keluarga Meliani juga sudah setuju tentang pembatalan pernikahan kami, nanti Saat ayahku sadar baru aku akan memberitahunya secara pelan-pelan. Jadi kau tidak boleh memikirkan masalah ini lagi. Biar aku yang menangani semuanya, aku akan memastikan tidak ada yang menderita dengan keputusan yang ku ambil," ucap Andi meyakinkan perempuan itu.


Liliana cukup lama memandangi Andi, hingga perempuan itu pun berkata, "itu, Apakah kau yakin tidak mau menikah dengan perempuan itu? Bagaimana kalau nanti Saat sadar ayahmu tidak menerimanya dan dia kembali sakit?"


Andi menatap dalam Liliana, "tenang saja, ibuku sudah menerimanya, jadi ayahku juga pasti akan menerimanya, sekarang yang paling penting sekarang adalah kesehatanmu dan bayi kita, Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua. Kau mengerti!!!" Tegas Andi pada Liliana.


Meski masih ada hal yang mengganjal perasaannya, tetapi Liliana menganggukkan kepalanya sehingga membuat Andi merasa tenang lalu perempuan itu pun berbaring di samping perempuannya dan memeluk Liliana.


"Aku berjanji padamu, mulai sekarang aku akan selalu mengusahakan kebahagiaanmu. Jadi tolong, mulai sekarang, kau juga harus lebih memperhatikan dirimu sendiri. Jangan memikirkan hal-hal yang bisa mengancam dirimu sendiri, dan biarkan aku menyelesaikan semua masalah yang ada. Kau Hanya tinggal menunggu, suatu hari nanti semua waktu ku akan ku berikan hanya untukmu dan anak-anak kita," ucap Andi berjanji pada perempuan itu.

__ADS_1





__ADS_2