
Setelah berkendara cukup lama, akhirnya Andi dan rombongannya sudah tiba di kediaman Liliyana, dan saat itu juga Andi yang turun dari mobil hendak cepat-cepat masuk ke dalam rumah ketika tangannya langsung dicekal oleh Hakim.
"Tahan perasaanmu itu sebentar saja, jangan mempermalukan keluarga kita dengan bersikap tidak tahu malu seperti ini!!" Ucap Hakim memperingatkan putranya hingga membuat Andi menjadi semakin tegang.
Dia tidak tegang karena akan menikah, tetapi tegangnya untuk menahan diri agar dia tidak mendorong ayahnya dan berlari masuk menemui calon istrinya.
"Ayo," ucap Zaskia ketika semua orang sudah turun dari mobil lalu mereka pun bersama-sama masuk ke dalam rumah Liliana disambut oleh para keluarga Liliana yang sudah menunggu mereka.
"Selamat datang," keluarga Liliana menyambut dan menyalami semua orang sementara Andi, meski dia bersalaman dengan orang-orang lain juga, tetapi fokus pria itu ialah mencari Liliana.
Dia merasa sangat kesal ketika ia pandangannya di seluruh ruangan tersebut, namun tidak mendapati Liliana di manapun.
Hal itu membuat Andi menghela nafas dan pria itu pun menahan Ayah mertuanya, "ayah, di mana istriku?" Tanya Andi dengan suara yang pelan karena dia tidak mau mendapat omelan dari ayah dan ibunya jika kedua orang itu kembali mendengar pertanyaannya pada ayah mertuanya.
Sementara Dika yang mendengarkan ucapan Andi, pria itu mengerutkan keningnya mendengar Andi sudah menyebut Liliana sebagai istrinya, Padahal mereka belum menikah.
"Calon istrimu masih di kamarnya, akan turun setelah semua orang duduk di tempat masing-masing," kata Dika sembari melepaskan tangan Andi dari lengannya selalu pria itu pun pergi meninggalkan Andi.
__ADS_1
Andi benar-benar kesal, Tetapi dia masih tetap berusaha menahan kekesalannya lalu berjalan mengikuti ayahnya hingga mereka duduk di kursi yang telah disiapkan.
Sembari duduk, Andi terus menatap ke arah tangga lantai 2, dan dia benar-benar kesal karena pengantin perempuannya sangat lama untuk turun dari sana.
Zaskia yang duduk di samping putranya langsung menyenggol putranya sembari berkata, "dia belum akan turun, masih ada acara yang akan kita lakukan sebelum pengantin dijemput di kamarnya."
Ucapan ibunya benar-benar membuat kesal Andi, dan Dia merasa bahwa tradisi yang dianut oleh keluarga mereka membuatnya ingin membanting-banting keluarga mereka agar tidak menghalangi orang yang sudah sangat rindu untuk melihat perempuannya.
Meski begitu, Andi tidak bisa berbuat apa-apa, sebab sejak duduk, tangan ayahnya terus memegang lengannya untuk berjaga-jaga Jika saja pria itu tiba-tiba mempermalukan mereka.
"Akan dimulai kalau semua orang sudah diam," ucap Hakim langsung membuat Andi memperhatikan sekelilingnya, dan diam mengatup erat-erat giginya saat ia melihat jika masih sementara berbicara dengan seseorang.
'Hah,, ayah mertua ini, tidak bisakah dia mempercepatnya saja?' gerutu Andi dalam hati yang sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan Liliana.
Bahkan ketika tradisi untuk memperkenalkan mempelai pria pada keluarga mempelai perempuan dimulai, Andi tetap tidak fokus, pria itu selalu kesal dalam hatinya sembari sesekali menatap ke arah lantai 2.
Pembicaraan antara pena tua pena tua pun terus berlangsung sampai 30 menit kemudian barulah Dika berkata, "kalau sudah demikian, maka kami akan segera menjemput mempelai perempuan."
__ADS_1
Setelah berbicara, Dika menatap ke arah istrinya dan Tiara pun langsung berdiri lalu perempuan itu naik ke lantai atas dan semua orang pun ikut berdiri untuk menyambut kedatangan mempelai perempuan.
Saat itulah, Zaskia menata putranya dan dia bisa melihat wajah putranya yang sangat tegang menatap ke lantai 2.
Perempuan itu pun tidak tahan untuk berbicara pada putranya, katanya, "saat pengantin perempuan datang, kalian belum boleh bersentuhan satu sama lain sampai akad nikah selesai!"
"Apa?!" Tanya Andi dengan suara yang keras karena terkejut mendengar ucapan ibunya.
Suara Andi langsung membuat semua orang menatap ke arah pria itu hingga membuat Zaskia hanya bisa menahan nafasnya dengan kelakuan putranya yang sejak ponsel pria itu disita olehnya, pria itu seringkali membuat kekacauan yang mana sikapnya berbeda jauh dari sebelum-sebelumnya.
Tetapi meski semua orang menatap di arahnya, anda tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya terfokus pada lantai 2 dan jantungnya berdegup amat kencang menunggu perempuan yang akan ia nikahi muncul di hadapannya.
Andi barulah mengukir sebuah senyum indah di wajahnya saat ia melihat seorang pengantin sudah muncul dari atas tangga.
Wajah pria itu memerah, dan rasa haru dari dalam hatinya serakah berkumpul di tenggorokannya hingga membuatnya tak mampu berkata apa-apa.
Perempuannya sangat cantik dan sempurna!
__ADS_1