Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
114


__ADS_3

"Hm, akan ku pikirkan nanti. Tapi,, Ayah dan ibumu, Aku rasa mereka akan terkejut jika mengetahui masalah ini," ucap Liliana sembari menatap Andi.


💞💞💞


"Kalau mereka tidak menerima Aliana, maka Aliana akan tetap tinggal di rumah ini," ucap Dika langsung membuat Liliana dan Andi menatap ke arah pria itu.


Dika masih merasa kesal atau sikap orang tua Andi terhadap putrinya, bagaimana mereka menyebut-nyebut putrinya sebagai perempuan tidak benar.


"Om tidak perlu khawatir, kami pasti akan memikirkan yang terbaik untuk Aliana," kata Andi.


"Ya, Aku hanya tidak mau cucuku menderita, dan juga putriku, Aku tidak mau Jika dia bersedih walau hanya sedikit saja," tegas Dika yang tidak bisa membayangkan jika Liliana dan Aliana diperlakukan dengan buruk oleh orang lain.


"Kau itu,, banyak sekali yang kau khawatirkan, jelas-jelas Andi memperlakukan Putri kita dengan sangat baik, jadi tidak perlu berpikir negatif terus," kata Tiara yang saat itu telah datang membawa minuman untuk ketiga orang yang duduk di sana.

__ADS_1


"Ya, Aku Hanya mengingatkan saja, karena bagaimanapun, Liliana adalah Putri kita satu-satunya, dan Aliana adalah cucu pertama kita!!!" Tegas Dika.


Tiara masih ingin berbicara dengan suaminya ketika dia tidak bisa lagi berbicara sebab Aliana sudah datang menghampiri mereka dengan membawa dua toples cemilan.


"Kak! Aku membuat ini bersama ibu Saat Kakak ada di rumah sakit," kata Aliana meletakkan dua toples tersebut di hadapan Liliana dan Andi.


"Terima kasih sayang," kata Liliana ingin mengambil satu toples lalu dia pun membukanya dan mencicipi kue yang ada di toples itu.


Begitu hanya Dika dan Andi yang tinggal, maka Dika menatap Andi dengan seksama, "Jadi kapan kau akan menikahi putriku?" Tanya Dika yang tidak ingin pernikahan mereka ditunda terlalu lama sebab dia takut sekali kejadian di masa lampau akan terjadi lagi.


"Itu, saya tentu saja ingin menikahinya secepatnya, tapi Liliana tidak mau menikah dengan saya," jawab Andi sembari menghela nafas dengan panjang.


Jawaban pria di depannya benar-benar membuat Dika mengerutkan keningnya sehingga pria itu kemudian berkata, "Apakah Liliana yang mengatakannya?"

__ADS_1


Andi menganggukkan kepalanya, "ya, Saya berharap dia akan berubah pikiran, tapi untuk saat ini saya belum membicarakan masalah itu karena saya takut dia mungkin akan memikirkannya dan membuat kehamilannya terganggu," jawab Andi.


Dika yang bersama-sama dengan Andi pun menghela nafas dengan berat. Ia terdiam selama beberapa saat sampai akhirnya dia menatap Andi, "tapi kalau dia sudah berubah pikiran, Apakah kau akan langsung menikahinya?" Tanya Dika.


Tanpa ada keraguan sedikitpun, Andi menganggukkan kepalanya, "tentu saja, kedua orang tuaku juga sudah setuju tentang pernikahan kami. Tapi aku tidak bisa memaksa Liliana kalau dia sendiri tidak mau menikah," jawab Andi.


"Kalau begitu, biar aku yang mulai sekarang, persiapkan pernikahan kalian. Tapi aku tidak ingin pernikahan yang meriah, Aku ingin pernikahan yang sederhana dan tertutup!!" Tegas Dika yang tidak ingin keluarga mereka menjadi pusat perhatian.


"Baiklah, saya akan melakukannya," jawab Andi.


Maka setelah pembicaraan itu, Andi berpamit pada dikah Lalu dia pergi meninggalkan rumah itu sembari berpikir dalam hati tentang apa yang harus ia lakukan.


Pernikahan yang tersederhana dan tertutup dia merasa cemas bahwa keluarganya mungkin tidak akan menyetujui hal tersebut sebab Putra mereka hanya ada satu dan pastinya Mereka ingin pernikahan putra mereka satu-satunya dikenal oleh dunia.

__ADS_1


__ADS_2