Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
58


__ADS_3

Sang dokter dengan tenang berkata, "Kau tidak perlu malu, karena kita adalah sama-sama perempuan dan aku disini untuk kebaikan Andi. Percakapan kita juga hanya akan menjadi rahasia kita, Jadi, seberapa sering kau dan Andi melakukannya?"


🌩️🌩️🌩️


Pertanyaan dokter benar-benar membuat Liliana sala tingkah di tempatnya hingga perempuan itu bisa merasakan dalam beberapa detik saja wajahnya terasa begitu panas sampai ke telinganya.


Sang dokter yang melihat perempuan di depannya sangat polos benar-benar merasa khawatir dengan perempuan itu bahwa mungkin saja Andi yang memiliki sifat arogan telah membuat perempuan itu menjadi korbannya.


Bagaimanapun, seseorang yang awalnya tidak tertarik pada hubungan **** namun pada akhirnya sembuh dari penyakit tersebut pasti akan memiliki keinginan dan rasa haus yang tinggi untuk meredakan hawa nafsunya.


"Kau tidak perlu cemas, Aku tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun, aku hanya ingin kau membantuku untuk mengetahui keadaan pasienku saja sebab ini benar-benar penting untuk kesembuhan pria itu," ucap sang dokter benar-benar membuat Liliana tidak ingin lagi berbicara dengan perempuan di depannya.

__ADS_1


Tetapi karena Liliana melihat perempuan di depannya benar-benar ingin membantu Andi, maka dia akhirnya berpasrah saja lalu dia berbicara, katanya, "kami mungkin bisa dikatakan sering melakukannya."


Setelah berbicara, Liliana langsung menggigit bibir bawahnya dan dia benar-benar malu serta merasa rendah di hadapan dokter tersebut, sebab dia yakin bahwa dokter itu mengetahui tentang pertunangan Andi.


Tetapi sekarang dia Sudah mengaku menjadi seorang pelakor!!!


Ini bukan ketahuan, tetapi pengakuan!


Ekspresi Liliana langsung membuat sang dokter tersenyum, "tidak perlu malu mengatakannya, ini adalah urusan medis, dan kami para medis selalu menjaga rahasia pasien kami," ucap sang dokter meyakinkan perempuan di depannya.


"Itu,," Liliana mengatup erat-erat giginya dan tentunya dia tidak ingin mengatakan apapun, jadi Liliana hanya bisa berkata, "sebaiknya dokter menanyakan masalah ini pada Andi saja."

__ADS_1


Sang dokter menghela nafas dengan berat, "inginnya juga begitu, tetapi pria itu benar-benar sulit dihadapi. Jadi bisakah kau membantuku sedikit saja dan menjawab beberapa pertanyaan?" Ucap dokter dengan rawa aja memelasnya menatap Liliana hingga membuat Liliana benar-benar serba salah.


Diam-diam dalam hati, Diana mengumpat pada dirinya sendiri bahwa seandainya dia tidak perlu datang ke apartemen itu untuk mengambil miliknya yang tertinggal, karena lagi pula dia masih bisa datang pagi-pagi sekali besok untuk mengambilnya.


Namun sekarang, Dia tidak memiliki jalan keluar, sehingga perempuan itu kemudian berkata, "ya,, kami melakukannya hampir setiap malam. Aku tidak tahu berapa kali, tapi mungkin sekitar 7 kali." Liliana menelan air liurnya sebelum lanjut lagi berbicara, katanya, "tujuh kali dalam satu malam dan di siang hari dia mungkin memanggilku ke dalam kantornya sebanyak 3 sampai 5 kali."


Pengakuan Liliana benar-benar membuat sang dokter terbengong di tempatnya karena dia tidak menyangka bahwa perempuan di depannya ternyata sudah begitu tersiksa menghadapi pasiennya.


Oleh sebab itu, sang dokter menghela nafas sembari berkata, "Sepertinya kau benar-benar menderita, Bagaimana kalau aku memberimu resep?"


Ucapan dokter itu langsung membuat Liliana mengangkat wajahnya menatap sang dokter dan dia sudah tidak peduli lagi dengan wajahnya yang merah padam, Tetapi dia langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2