Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
50


__ADS_3

Setelah selesai memanggang makanan, maka Ketiga orang itu berpindah duduk di meja makan lalu ketiganya makan bersama-sama dengan Aliana yang begitu bersemangat menikmati masakan pertamanya di luar rumah.


"Hm,, kak Andi meracik bumbunya dengan sangat enak!! Aku suka ini!!!" Ucap Aliana yang memang dia biasa memasak bersama-sama dengan Tiara di rumah sehingga gadis kecil itu juga memiliki pengetahuan yang baik tentang cara memasak, apalagi gadis kecil itu terlahir dengan kepandaian yang diturunkan dari kedua orang tuanya.


"Benarkah? Kalau begitu makan lebih banyak," ucap Andi Soraya menambahkan daging ke piring Aliana.


"Terima kasih!!" Ucap Aliana mengambil daging yang diberikan oleh Andi lalu gadis kecil itu makan dengan begitu lahapnya.


Sementara Liliana yang duduk di kursinya, perempuan itu memperhatikan interaksi dua orang yang ada bersamanya, Dan dalam hati dia merasa bingung bahwa di kantor pria itu sangatlah dingin, menyebalkan, galak dan selalu membuat semua orang menjadi takut.


Tapi kenapa sekarang dia melihat sisi yang berbeda?

__ADS_1


Lebih parahnya lagi bahwa saat ini dia melihat Andi sangat mirip dengan tunangannya yang tengah telah meninggal, memiliki sifat yang baik, hangat dan selalu terlihat menyenangkan.


Hal itu membuat Liliana merasa begitu kesal sehingga dia menjadi tidak bernafsu makan.


"Kalian lanjutkanlah makan, aku akan ke toilet sebentar," ucap Liliana seraya berdiri lalu meninggalkan kedua orang itu dengan perasaan yang begitu kacau.


Sementara Andi yang melihat kepergian Liliyana, pria itu jelas bisa merasakan ada sesuatu yang tidak menyenangkan hati perempuan itu, tetapi dia tidak mungkin meninggalkan Aliana untuk menyusul perempuan itu sehingga dia hanya diam di tempatnya tanpa ada niat mengejar Liliana.


"Kakak ku sangat cantik kan?!" Tanya gadis kecil itu langsung membuat Andi tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Kalau di kantor, dia juga sangat rajin bekerja bukan?!" Lagi tanya Aliana dijawab anggukan kepala Andi.

__ADS_1


"Dia juga sangat pandai kan?!" Pertanyaan ketiga dari Aliana kembali membuat Andi menganggukkan kepalanya.


"Ya, Dia sangat cantik, rajin bekerja, sangat pandai dan sangat baik," ucap Andi pada gadis kecil di depannya.


"Benar 'kan?!! Kalau begitu, Apakah Kakak Andi tertarik untuk menjadi kekasih kakakku??" Tanya Aliana langsung membuat Andi tertegun di tempatnya, sebab Dia tidak menyangka bahwa gadis kecil di depannya memiliki niat seperti itu.


Aliana yang melihat pria di depannya kini terdiam langsung menggaruk kepalanya sembari berkata, "uhh,,, ibuku bilang kalau usia Kakak sudah tepat untuk menikah, tapi ibuku bilang dia tidak pernah membawa seorang pria ke rumah. Padahal ketika kami masih di kota L, tetangga Kami selalu membawa kekasihnya ke rumah, tetapi Kakak tidak pernah melakukannya. Apakah Karena kakakku tidak cukup baik untuk menjadi kekasih seorang pria sehingga dia tidak punya kekasih?"


Ucapan gadis kecil di depannya benar-benar membuat Andi terkejut bahwa gadis kecil yang berumur 5 tahun sudah memiliki pemikiran seperti itu.


Tetapi kemudian Andi langsung tersenyum dan berkata, "semua laki-laki ingin menjadi kekasih kakakmu, tetapi kakakmu memiliki standar yang begitu tinggi sehingga sulit untuk menjadi kekasihnya."

__ADS_1


Setelah berbicara, Andi memalingkan tatapannya ke arah Liliana yang sudah kembali dari toilet, dan Aliana pun tidak berani berbicara apapun lagi dan gadis kecil itu hanya tertunduk menikmati makanannya sembari memikirkan ucapan Andi.


__ADS_2