
Semua orang kini berkumpul di meja makan, dan makanan tersaji dengan sangat rapi di atas meja makan serta semua orang menikmati makan malam tersebut.
Tidak ada satupun orang yang diam kecuali Andi, Sebab semua orang sangat bersemangat bercakap-cakap satu sama lain.
Saat itu juga, meski Meliani tampak senang berbincang-bincang dengan semua orang di meja makan itu, namun dia sesekali menoleh ke arah Andi dan perempuan itu merasa agak risih melihat Andi terus saja mengecek jam tangannya.
'Apa yang dia pikirkan? Apakah dia buru-buru untuk pergi?' ucap Meliani dalam hati yang kini merasa bahwa pria itu hanya terpaksa datang menghadiri acara pertemuan keluarga.
Dan akhirnya, kekhawatiran perempuan itu terbukti ketika akhirnya Andi melepaskan kedua sendok yang ada di tangan kanan dan kirinya lalu pria itu pun mengelap bibirnya.
"Maaf, tapi aku harus buru-buru pergi," ucap Andi langsung menghentikan semua obrolan orang yang ada di meja makan tersebut dan semuanya mengalihkan pandangannya pada Andi.
"Memangnya kau ada urusan apa sampai mau meninggalkan pertemuan sepenting ini?" Tanya hakim yang merupakan ayah angkat Andi.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku memiliki urusan yang sangat penting dan sekaligus aku ingin mengatakan bahwa aku tidak bisa meneruskan perjodohan ini. Aku tidak bisa menikah dengan Meliani!" Ucap Andi dengan nada suara yang datar dan wajah pria itu juga sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalahnya Setelah dia membatalkan pernikahan nya dengan Meliani.
Ucapan pria itu mengejutkan semua orang, bahkan hakim yang merasa begitu malu terhadap kelakuan putranya langsung memukul meja dan berdiri menatap putranya dengan tatapan tajamnya.
"Apa katamu?!! Apakah kau sadar dengan apa yang baru saja kau katakan?!!" Bentak hakim yang benar-benar tidak percaya dengan kelakuan putranya hingga membatalkan perjodohan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Maaf, Aku harus pergi," ucap Andi segera berjalan meninggalkan meja makan langsung membuat hakim roboh di tempatnya dan pria itu pun terjatuh sembari memegangi dadanya.
Hal itu membuat Zaskia langsung berteriak, "Andi!! Ayahmu!!!"
Maka tanpa pikir dua kali, pria itu langsung mengangkat ayahnya lalu membawa ayahnya ke mobil yang terletak di lahan parkir.
"Ayo cepat!!!" Teriak Zaskia yang begitu cemas terhadap keadaan suaminya, perempuan itu naik ke atas mobil berbarengan dengan calon besarnya yang juga masuk ke dalam mobil keluarga itu sendiri.
__ADS_1
Brrooommm!!!
Brrooommm!!!
Dua mobil pun meninggalkan kediaman keluarga Andi, dan kedua mobil itu langsung melaju cepat ke arah rumah sakit.
"Sayang!! Hiks,, hiks,," Zaskia yang duduk di samping suaminya kini terisak melihat keadaan suaminya, dan perempuan itu sangat takut kalau sampai suaminya kenapa-kenapa.
Sementara Andi, dia tidak memperdulikan apa yang terjadi di belakangnya, dia hanya terus fokus menyetir hingga akhirnya mobilnya berbelok ke UGD rumah sakit.
Setelah tiba di UGD, pria itu dengan cepat membuka pintu mobilnya lalu mengangkat ayahnya dan memindahkannya ke atas dan karya yang telah disediakan oleh para petugas medis di depan UGD.
"Tolong!!!" Teriak Andi mendorong brankar tersebut memasuki ruangan UGD dengan dokter yang langsung menghampiri mereka dan memberikan pertolongan pertama pada Hakim.
__ADS_1
"Hiks,, hiks,, bagaimana ini,," Zaskia langsung runtuh diperlukan putranya saat ia melihat suaminya yang langsung dipasangi O2 dan semua tenaga medis mengelilingi pria itu memberikan penanganan yang tepat.