
Setelah meninggalkan rumah sakit dan tiba di hotel, Andi langsung mendapati Liliyana dan Aliana sudah tidur.
Pria itu mendekati Liliana dan memeriksa suhu tubuh Perempuan itu dan dia bernafas legal bahwa perempuan itu tidak demam sehingga dia pun keluar dari kamar itu untuk membersihkan dirinya.
Baru saja pria itu selesai mandi, dia menatap Aliana yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya sehingga dia berkata, "Kenapa kau bangun lagi?"
Dengan wajah yang masih mengantuk, Aliana menatap Andi sembari berkata, "Aku kira kak Andi belum pulang. Aku akan tidur sekarang."
Setelah berbicara, maka gadis kecil itu langsung memasuki kamar dengan Andi yang mengikutinya dan memastikan gadis kecil itu naik ke tempat tidur barulah dia menutup pintu kamar.
Setelah itu, Andi pun juga ikut beristirahat sampai pada pagi hari pria itu terbangun ketika tubuhnya dipukul-pukul oleh seseorang.
"Kak Andi!!!" Teriak Aliana membangunkan pria itu hingga Andi bangun dengan perasaan terkejut karena takut terjadi apa-apa pada Liliana.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Andi tanpa menunggu reaksi Aliana pria itu langsung membawa Aliana kegendongannya lalu pergi ke kamar sebelah dan melihat Liliana sudah tidak ada lagi di tempat tidur.
"Kakakku ada di dapur," ucap Aliana langsung membuat Andi kembali berlari menuju dapur lalu dia melihat Liliana sedang mengatur makanan di atas meja makan.
"Kau memasak?" Tanya Andi.
"Tidak, aku memesannya, ayo makan," ucap Liliana sembari duduk dibarengi Aliana yang turun dari gendongan Andi lalu gadis kecil itu pergi duduk di sebelah kakaknya.
"Tadi ponsel kak Andi bardering, dan aku mengangkatnya lalu seorang suster berbicara padaku dan mencari kak Andi," ucap Aliana langsung membuat Andi kembali berdiri lalu pria itu pun pergi ke dalam kamar untuk mendapatkan ponselnya.
Aliana mengangguk dengan pelan, "Baik Kak,"ucap gadis kecil itu lalu kembali fokus pada makanan yang ada di hadapannya.
Sementara Liliana, dia menatap ke arah pintu kamar Andi dan merasa khawatir bahwa ada sesuatu yang terjadi sehingga pihak rumah sakit menelpon pria tersebut.
__ADS_1
Benar saja, baru beberapa menit Liliana menatap pintu kamar tersebut, Andi sudah keluar dengan langkah terburu-burunya lalu menghampiri mereka.
"Ada apa?" Tanya Liliana.
"Aku harus ke rumah sakit sekarang, nanti kalau kalian perlu apa-apa tinggal telepon aku saja, hari ini juga pun kau tidak perlu ke kantor untuk bekerja," ucap Andi langsung dijawab anggukan Liliana lalu pria itu pun pergi meninggalkan kedua perempuan yang ada di meja makan.
Andi berkendara dengan cepat ke rumah sakit, dan begitu tiba di rumah sakit, pria itu langsung pergi ke sebuah ruang rawat inap yang mana telah diberitahukan padanya bahwa ayahnya dirawat di sana.
Saat tiba di sana, dia melihat ayahnya sedang ditangani oleh beberapa orang dokter dan ibunya berdiri di sudut ruangan menatap para dokter yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa pria yang berbaring di ranjang rumah sakit.
Maka Andi langsung menghampiri perempuan itu dan memeluk ibunya hingga membuat Zaskia langsung runtuh diperlukan putranya dan menangis dengan keras.
"Hiks,, hiks,, hiks,, Kenapa kau baru datang?!!!" Dari perempuan itu yang kini tidak tahu lagi harus berkata apa-apa melihat suaminya yang tampak sudah sangat sekarat.
__ADS_1
Padahal, baru tadi pagi pria itu berada dalam kondisi sebaik-baik saja, namun hanya dalam kurun waktu 2 jam para dokter sudah harus mengelilinginya lagi.