Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
47


__ADS_3

Ucapan pria di depannya benar-benar membuat Liliana menyipittkan matanya, tetapi kemudian Aliana yang duduk di pangkuan Liliana berseru dengan senang.


"Bagus!! Semakin banyak orang yang pergi maka akan semakin menyenangkan perjalanannya!! Tunggu di sini, aku akan mengecek Apakah makan malam sudah siap, supaya kita bisa cepat-cepat pergi" ucap Aliana segera turun dari pangkuan Liliana lalu gadis kecil itu berlari menuju dapur.


Liliana mengepal kuat tangannya melihat punggung gadis kecil itu, dan tentunya dia tidak ingin gadis kecil itu menjadi dekat dengan Andi, sebab dia takut kalau saja Andi kemudian menghancurkan hati gadis kecil itu.


Maka Liliyana kembali menatap pria di depannya lalu berkata, "Itu, Tolong pergi saja dari rumah kami, tolong,,, Aku tidak ingin keluargaku--"


"Kau pikir aku sejahat itu?" Ucap Andi segera berdiri, lalu pria itu membetulkan pakaiannya dan berjalan menuju dapur, Karena dia sudah melihat Aliana melambaikan tangannya dari sana sebagai pertanda bahwa makanan telah siap.


Liliana sendiri yang melihat ketidakmaluan pria itu menjadi sangat kesal dalam hati, namun tidak mungkin dia bertengkar dengan pria itu di depan keluarganya, sehingga dia hanya bisa menahan amarahnya dalam hati lalu mengikuti pria itu ke dapur.

__ADS_1


Begitu tiba di dapur, Mereka pun makan bersama-sama dan Dika sangat terkejut melihat pria yang bergabung bersama dengan mereka.


Dika mengerutkan keningnya menatap Andi sembari berkata, "Kau,, Apakah aku salah mengenalmu? Bukankah kau tunangan putriku?"


Pertanyaan itu langsung membuat semua orang menatap ke arah Andi tetapi kemudian Tiara menatap suaminya sembari berkata, "bukan, dia katanya saudara kembarnya."


"Apa?!" Dika sangat terkejut, sebab Dia tidak pernah tahu bahwa Andi memiliki seorang saudara kembar, padahal orang tuanya juga sudah mengatakan bahwa dia anak satu-satunya dari keluarga mereka.


Ucapan Andi benar-benar membuat Liliana tertegun di tempatnya, sebab Dia tak menyangka bahwa Andi akan berbicara seperti itu, padahal dia sendiri tidak akan pernah percaya bahwa pria itu ialah saudara kembar mantan tunangannya.


"Ah,, lalu begitu, Apakah kau mengetahui rumah kami dari keluarga kandungmu?" Tanya Dika Yang penasaran Bagaimana bisa pria itu datang ke rumah mereka.

__ADS_1


"Tidak, kebetulan aku Manager Liliana di kantor, dan ayah dan ibu kandungku telah meninggal 5 tahun yang lalu." Ucap Andi benar-benar mengejutkan semua orang hingga tidak ada satupun dari mereka yang bergeming kecuali Aliana yang terus makan di tempatnya.


"Apa katamu? Erina dan Yunus meninggal?" Tanya Tiara yang benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Andi menganggukkan kepalanya dengan pelan, "benar, setelah kepergian saudara kembarku, barulah aku juga mengetahui bahwa aku memiliki seorang saudara kembar, tetapi ketika aku kembali dari luar negeri, ayah dan ibu kandungku telah meninggal." Ucap Andi.


"Innalillahiwainnailaihirojiun." Kata Dika sembari melepaskan sendok dan garpu yang ia pegang, pria itu sangat terkejut mengetahui kabar Itu sebab setelah mereka pindah kota, mereka berusaha memutuskan hubungan dengan banyak orang sehingga tidak mengetahui informasi apapun.


"Kau yang sabar ya," ucap Tiara merasa prihatin dengan pria yang ada bersama-sama dengan mereka.


Sementara Liliyana, perempuan itu hanya terdiam di tempatnya dan dia tidak sanggup mengatakan apapun, sebab saat ini pikirannya sedang kacau balau.

__ADS_1


__ADS_2