Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
55.


__ADS_3

Tetapi Andi yang sudah mengetahui tentang pesan yang masuk ke ponsel Liliana kini semakin merasa khawatir bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh perempuan itu sehingga dia kembali berkata, "katakan dengan jujur! Aku bisa membantu apapun jika kau memiliki masalah!"


🤑🤑🤑


Ucapan Andi langsung membuat jantung Liliana berdegup kencang sebab dulunya orang yang ia cintai juga pernah mengatakan hal seperti itu, tetapi setelah beberapa saat merasakan jantungnya berdegup kencang, Liliana berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


'tidak, pria ini tidak sama dengan Andi yang kucintai, pria ini hanya mengatakan omong kosong saja!!' ucap Liliana dalam hati yang berusaha mencegah dirinya untuk terperangkap ucapan pria itu, sebab dia yakin bahwa pria itu tidak terlalu memperdulikannya kecuali memperdulikan tentang pelampiasan hasrat pria itu.


"Aku sungguh baik-baik saja, Jadi kalau kau tidak membutuhkan apa-apa lagi, aku harus kembali bekerja," ucap Liliana segera turun dari pangkuan pria itu dan ketika ia hendak melangkah pergi tangannya masih ditahan oleh Andi.


"Aku sungguh-sungguh, kalau kau membutuhkan sesuatu katakan saja padaku!" Tegas pria itu benar-benar membuat Liliana semakin merasa aneh dengan pria itu, tetapi dia tidak terlalu memasukkan ucapan pria itu dalam hati dan dia hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Baik," jawab Liliana lalu perempuan itu kemudian keluar dari ruangan Andi.


Andi yang melihat pintu tertutup kembali menyalakan layar komputernya lalu dia memperhatikan pesan yang dikirim oleh sebuah nomor baru ke akun Liliana dan dia benar-benar penasaran Siapa yang telah mengirim pesan ancaman seperti itu.


'Nanti, aku harus mencari tahu nomor ini!' ucap Andi dalam hati lalu pria itu mematikan layar komputernya.


Baru saja pria itu selesai mematikan layar komputernya ketika ponselnya tiba-tiba saja berdering memperlihatkan ibu angkatnya yang menelponnya.


Maka tanpa menunggu lama, pria itu mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon dari ibunya, "halo Bu," ucap Andi seraya berdiri lalu berjalan ke arah jendela untuk menenangkan pikirannya dengan melihat pemandangan di luar kantornya.


"Ah,, baik Bu," jawab Andi.

__ADS_1


Maka setelah panggilan telepon itu diakhiri, Andi mengirim pesan pada Liliana supaya nanti sore perempuan itu tidak perlu pergi ke apartemennya.


Liliana yang menerima pesan itu, dia tersenyum senang lalu dia meletakkan ponselnya dan kembali fokus pada pekerjaannya.


Michelle yang melihat senyum Liliana sangat terkejut di tempatnya, sebab Dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat perempuan itu tersenyum Setelah sekian lama perempuan itu hanya berwajah datar saja.


Oleh sebab itu, Michelle tidak tahan untuk mendekati Liliana sembari berkata, "Apakah ada berita baik?"


Pertanyaan itu langsung membuat Liliana menghilangkan senyum di bibirnya lalu dia menatap Michelle, "apa maksudmu?" Tanya Liliana.


Michel langsung mengangkat jari telunjuknya menunjuk bibir Liliana, "kau baru saja tersenyum," ucap Michelle.

__ADS_1


"Ahh,, itu,, ada berita baik dari keluargaku," ucap Liliana langsung membuat Michel teringat bahwa perempuan itu tersenyum setelah melihat layar ponselnya.


Hal itu membuat Michelle menjadi sedih sehingga dia mengulurkan tangannya memegang bahu Liliana, "kau harus lebih banyak tersenyum, Jangan membuat dirimu terjebak dalam permainan manajer. Aku sangat senang melihat senyummu tadi, aku pikir manajer sudah memperlakukanmu dengan baik tapi ternyata tidak ada yang berubah. Aku memiliki seorang kenalan di kantor, Bagaimana kalau aku mengusulkan mu untuk pindah divisi?" Tanya Michelle yang sudah tidak tahan melihat wajah Liliana yang tampak murung dari waktu ke waktu.


__ADS_2