
Setelah satu malam berada dalam IGD, akhirnya Hakim dipindahkan ke ruang rawat inap, dan saat itu juga ada seorang dokter yang terus berjaga di ruangan itu untuk memastikan kondisi pria itu.
Andi bersama-sama dengan ibunya menemani pria itu saat dipindahkan ke ruang rawat inap dan mereka dengan teladan mengurus pria itu sampai akhirnya Hakim duduk bersandar dalam posisi yang nyaman.
Pria itu pun menatap putranya sembari berkata, "Bagaimana keadaan perusahaan?"
Andi yang mendengarkan itu langsung mendekati ayahnya lalu dia duduk di samping pria itu sembari menjawab pertanyaan ayahnya, katanya, "Ayah tidak perlu khawatir, semuanya berjalan dengan baik. Yang paling penting untuk dikhawatirkan sekarang adalah kesehatan Ayah sebab semua orang berharap supaya Ayo cepat keluar dari rumah sakit."
Hakim menganggukkan kepalanya, *ayah akan cepat sembuh kalau kau membawa Heriani kemari, cepat pergi jemput dia supaya ayah bisa bertemu dengannya," ucap Hakim langsung membuat Zaskia menatap ke arah putranya dan perempuan itu berharap bahwa semalam pria itu telah berbicara dengan Meliani agar perempuan itu masih mau membantu mereka sampai Hakim sembuh.
Andi menganggukkan kepalanya, "saat ini dia masih ada jadwal operasi di klinik, jadi nanti sore baru aku akan mempertemukannya dengan Ayah. Oya, Apakah Ayah membutuhkan sesuatu?" Tanya Andi berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Hm, tidak ada yang ku butuhkan, ahh,, telepon ayah Meliani, Aku mau berbicara denganmu sebentar," ucap Hakim langsung membuat Zaskia dan Andi kembali berpandangan satu sama lain Sebab tentunya segalanya akan terbongkar kalau kedua orang tua itu saling berbicara.
Sebab, meski mereka bisa membujuk Maliani, tetapi tentunya ayah dari perempuan itu bukanlah hal yang mudah untuk ditangani, apalagi Ayah Meliani adalah orang yang keras kepala.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Zaskia dengan cepat menatap suaminya sembari berkata, "kau ini!! Pasti kamu menghubungi Ayah Meliani untuk membahas bisnis lagi, Memangnya kau tidak mempercayai Putra kita yang saat ini mengurusi perusahaan??? Aku disini bersama-sama denganmu selalu saja merasa khawatir kau akan kenapa-kenapa, tapi kau benar-benar tidak menghargaiku yang menjagamu di sini!! Malah memikirkan hal lain padahal kesehatanmu saja belum beres!!!"
Andi yang mendengarkan ucapan ibunya langsung mengganggukan kepalanya, "Ibu benar, sampai beberapa waktu ke depan Pokoknya Ayah tidak boleh memikirkan masalah apapun, apalagi yang berkaitan dengan bisni!! Lagi pula saat ini, ayahnya Meliani berada di luar kota, jadi dia sedang sibuk dalam sebuah acara pembukaan perusahaan cabangnya, jadi akan menyulitkan bajunya kalau Ayah menelponnya sekarang," kata Andi berbohong.
Pada akhirnya, Hakim menganggukan kepalanya dan hanya patuh pada kedua orang yang terlalu cerewet padanya sehingga Andi pun segera berpamit pada kedua orang itu untuk meninggalkan rumah sakit.
Begitu keluar dari ruangan VIP tempat ayahnya berada, Andi langsung bertemu dengan sekretaris ayahnya yang saat itu datang mengantarkan berkas yang perlu ditandatangani oleh Andi.
"Silakan ikuti saya," ucapkan dia sembari berjalan ke arah ruangan VIP tempat Liliana dirawat.
Saat itu, Aliana telah dipulangkan ke rumah, Jadi hanya Liliana saja yang berada di dalam kamar itu sehingga Andi pun tanpa ragu-ragu membawa sekretaris itu untuk berbicara dengannya di ruangan tersebut.
Liliana mengganggu kan kepalanya dengan pelan lalu menata pria itu pun pergi menuju sofa yang terletak di dalam ruangan tempat mereka berada dan keduanya pun membahas masalah pekerjaan.
"Tuan Muda, orang-orang dari grup xx tidak mau melakukan pertemuan jika bukan dengan tuan muda atau dengan tuan besar, sehingga masalah ini harus tuan muda turun tangan sendiri. Apalagi, proyek dengan grup xx adalah proyek yang sangat penting ayam sudah berusaha mendapatkannya sejak beberapa tahun yang lalu karena kerja sama dengan mereka akan menguntungkan bagi perusahaan kita." Ucap sang sekretaris sembari menyerahkan sebuah dokumen penting pada Andi.
__ADS_1
"Ahh,, kalau begitu jadwalkan pertemuanku dengannya 3 hari lagi," kata Andi yang tidak mau meninggalkan Liliana dari rumah sakit karena dokter berkata bahwa perempuan itu sudah boleh pulang dalam dua hari lagi.
Tetapi sang sekretaris yang mendengarkan ucapan Andi langsung berkata, "maaf Tuan Muda, tetapi orangnya meminta pertemuannya dijadwalkan besok, sebab besok malam mereka akan pergi ke luar negeri."
Andi yang mendengarkan itu langsung mengatup erat-erat giginya berpikir dan dia benar-benar tidak ingin meninggalkan Liliana Sebab Dia selalu cemas dengan perempuan itu.
"Kau pergilah," tiba-tiba kata Liliana dari belakang Andi langsung membuat Andi menatap ke arah perempuan yang sedang duduk bersandar di atas ranjang.
Andi segera berkata, "Biasanya pertemuan seperti ini memakan waktu agak lama, bahkan sampai 4 jam, jadi--"
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja." Sela Liliana.
Mendengar ucapan Liliyana, maka akhirnya Andi menganggukkan kepalanya, lalu dia menatap sang sekretarisnya, "usahakan pertemuannya berada di sekitar rumah sakit, dan juga aku mau seorang asisten yang cekatan dalam menangani masalah ini," kata Andi.
"Baik Tuan," jawab sang sekretaris.
__ADS_1
makasih dah ngasih tahu. udh di revisi ya😁😁