
Liliana berkata,
"Kau bilang kau mau menikah dengan tunanganmu? Lalu--"
"Kapan aku bilang seperti itu?" Tanya Andi yang tidak mengerti dengan pertanyaan Liliana.
👪👪👪
Liliana menelan air liurnya dan dia tidak mengerti mengapa pria itu tidak mengingatnya.
Dan sekarang pun entah kenapa dia takut untuk mengatakannya, namun karena merasa begitu aneh dengan sikap Andi yang begitu senang mendengar kabar kehamilannya, maka perempuan itu dengan bersusah payah memberanikan dirinya untuk bertanya, katanya, "Kau mengatakannya tadi saat kita membahas tentang pernikahanmu dan tunanganmu!"
Andi mengerutkan keningnya, lalu pria itu mengingat tentang pembahasan mereka ketika duduk di depan TV hingga membuat Andi kemudian tersenyum lalu pria itu naik ke tempat tidur memeluk Liliana.
__ADS_1
"Hm,, , aku memang bilang kalau aku akan menikah, Tapi aku tidak pernah bilang dengan siapa Aku menikah. Sayangnya orang yang ingin ku nikahi itu tidak mau menikah, jadi aku hanya akan menjadi seorang ayah," ucap Andi sembari memejamkan matanya dan nikmati kebersamaannya dengan Liliana.
Sedangkan Liliana, perempuan itu langsung mematung di tempatnya ketika dia mendengarkan ucapan pria itu, Dan Dia teringat akan ucapannya di dapur bahwa dia tidak mau menikah.
'Apakah mungkin aku salah?' ucap Liliyana dalam hati yang mana kini jantungnya kembali lagi berdegup kencang dan perempuan itu merasakan desiran aneh dalam hatinya.
Tetapi saat itu, ia langsung menghentikan pikirannya ketika ia melihat Dokter Nia menatap ke arah mereka dan tampak bahwa perempuan itu bahkan merasa malu dengan kelakuan mereka.
Sehingga perempuan itu menggunakan segenap kekuatannya mendorong Andi menjauh darinya.
Tetapi Andi yang mendengarkannya tidak mengatakan apapun, perempuan itu malah mengangkat setengah tubuhnya lalu dia menciumi bibir Liliana sembari berkata, "aku akan menjadi seorang ayah jadi mulai sekarang Aku akan merawatmu dengan baik!!"
Liliana yang melihat pria di atasnya tersenyum sambil berbicara benar-benar termangu-mangu di tempatnya sebab Dia masih kesulitan untuk memahami pria itu.
__ADS_1
"Obatnya Aku taruh di sini," ucap Dokter Nia meletakkan obat yang telah Ia siapkan lalu perempuan itu pun mengambil tasnya dan dia berjalan ke lantai bawah meninggalkan dua orang yang masih berada di atas ranjang.
Liliana yang melihat itu segera berkata "pergi antar Dokter Nia."
"Baik sayang," jawab Andi sembari tersenyum lalu pria itu dengan patuh turun ke lantai bawah untuk mengantar dokter Nia.
Sementara Liliana yang ada di tempat tidur, meski perempuan itu merasa begitu lemas karena tubuhnya yang kekurangan nutrisi setelah memuntahkan makanannya, namun perempuan itu masih mengikutkan pandangannya ke arah Andi yang turun ke lantai bawah.
'Apakah aku tidak salah melihat? Pria itu benar-benar senang saat mengetahui Aku sedang mengandung anaknya?' ucap Liliana dalam hati dengan pikiran yang melayang-layang.
Perempuan itu kembali mengingat percakapannya dengan Andi dan dia akhirnya menangkap sesuatu dari ucapan pria itu.
"Apa jangan-jangan perubahan sikapnya terjadi karena dia mau dijodohkan dengan tunangannya, tetapi pria itu tidak mau menikah dengan tunangannya. Lalu pria itu semakin bersikap aneh saat dia mengetahui bahwa aku tidak mau menikah dengannya?" Ucap Liliana Kembali mengingat Bagaimana pria itu menurunkan dia dari pangkuannya dan bahkan sudah beberapa waktu mereka bersama-sama di apartemen, namun pria itu tidak pernah menyentuhnya.
__ADS_1
Tidak seperti biasanya!!!