
Sementara Liliana berada di kantor, perempuan yang sedang mengerjakan tugas kantornya begitu terkejut ketika tiba-tiba saja sebuah pesan dari nomor tak dikenal memberinya sebuah ancaman.
*Jaga dirimu, karena apa yang kau lakukan bisa membuatmu mati dalam sekejap!!*
Liliana yang membaca pesan itu benar-benar terkejut, 'Siapa orang ini?' ucap Liliana dalam hati sembari mengerutkan ke dunia karena tidak mengerti siapa yang telah mengiriminya pesan seperti.
Baru saja perempuan itu selesai berbicara dalam hati saat sebuah pesan lain masuk ke ponselnya yang berasal dari Andi.
*Masuk ke ruanganku sekarang!* Isi pesan itu langsung membuat Liliana menghela nafas, sebab dia sudah tahu apa yang diinginkan oleh pria itu, pastilah pria itu ingin melakukan sesuatu lagi terhadap tubuhnya hingga Liliana merasa agak kesal untuk pergi menemui pria.
Tetapi ketakutannya jika pria itu akan mengganggu keluarganya, maka Liliana hanya bisa menaruh ponselnya lalu perempuan itu pun masuk ke ruangan Manager dengan semua orang yang merasa prihatin terhadap Liliana.
Begitu tiba di dalam ruangan, Liliana langsung berjalan menuju Andi yang sudah duduk menatapnya.
__ADS_1
"Kau mau mulai bagaimana?" Tanya Liliana sembari mengulurkan tangannya untuk menyentuh kerah baju pria itu.
Tetapi Liliana terkejut saat ternyata tangannya malah dihentikan oleh tangan Andi dan pria itu malah menarik Liliana ke dalam pelukannya.
Liliana berpikir bahwa pria itu akan memulai adegan erotis mereka dengan cara seperti itu hingga dia membuka kancing kemeja Andi.
"Jangan," ucap Andi sembari menghentikan gerakan tangan Liliana langsung membuat Liliyana merasa keheranan dengan pria itu.
Dia mengangkat wajahnya menatap, "Apa katamu?" Tanya Liliana.
Melakukan apa yang ingin Liliyana lakukan?
Liliana sama sekali tidak mengerti dengan ucapan pria itu, memangnya Sejak kapan dia mau melakukan hal-hal seperti itu jika dia tidak dipaksa??
__ADS_1
Tetapi meski kesal, Liliana tidak mengatakan apapun dan hanya menunggu pria itu lanjut berbicara.
"Apakah akhir-akhir ini ada seseorang yang menemuimu dan mengancammu?" Tanya Andi langsung membuat Liliana mengerutkan keningnya, pertama Dia teringat akan pesan yang baru saja ia terima lalu bersamaan dengan Andi yang memanggilnya masuk ke dalam ruangan.
Kedua, Dia teringat akan meliana yang menghampirinya dan mengancamnya, sehingga perempuan itu langsung membuang muka dari Andi dan dia menatap ke arah dinding mengaitkan semuanya.
'Meliana mengancam, kalau begitu jangan-jangan pesan itu berasal dari Meliana. Tetapi bagaimana Andi bisa mengetahui semuanya dan bahkan memanggilku tepat bersamaan dengan pesan yang masuk ke ponselku?' ucap Liliana dalam hati yang merasa aneh.
Tetapi setelah berpikir beberapa detik, perempuan itu merasa bahwa mungkin saja hal itu hanya kebetulan dan Andi bertanya seperti itu setelah kejadian di apartemen ketika Liliana berada di sana dan Ibu serta tunangan pria itu datang ke apartemen.
Sementara Andi yang melihat perempuan itu tampak melamun, dia mengulurkan tangannya menjepit dagu perempuan itu dan memaksa perempuan itu menetapnya.
"Ada apa?" Tanya Andi yang merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh perempuan itu.
__ADS_1
"Tidak,, tidak ada apa-apa," ucap Liliana berbohong karena dia merasa bahwa hal itu tidak perlu ia katakan pada Andi sebab dia takut mungkin masalahnya akan jadi lebih rumit.
Tetapi Andi yang sudah mengetahui tentang pesan yang masuk ke ponsel Liliana kini semakin merasa khawatir bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh perempuan itu sehingga dia kembali berkata, "katakan dengan jujur! Aku bisa membantu apapun jika kau memiliki masalah!"