Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
25. Dipergoki berduaan dalam ruangan manager


__ADS_3

Clek!


"Kau!! Kemari!" Perintah Andi sembari menatap tajam ke arah Liliana langsung membuat tubuh Liliana tersentak kaget.


Perempuan itu secara spontan berdiri karena tidak biasa menghadapi tekanan yang sebegitu mengerikannya dari seorang atasan.


"Baik Pak," ucap Liliana melangkah menuju Andi yang sudah memasuki ruangan.


Sementara semua orang yang ada di ruangan itu, mereka menatap ke arah Liliana dengan raut wajah prihatin mereka.


"Dia sungguh kasihan, dia akan menjadi budak manager kita menggantikan karyawan yang baru saja dipecat beberapa minggu yang lalu."


"Kau benar, dulu manager kita membenci karyawan itu hanya karena karyawan itu memiliki wajah yang tampan, tapi sekarang entah kenapa manajer malah menargetkan seorang perempuan. Padahal Liliana itu cukup cantik, tapi sayang sekali Dia memiliki nasib yang sial."

__ADS_1


"Iya, dia sungguh sial, pasti pekerjaannya di kantor cabang jauh lebih baik dan jauh lebih tenang daripada ketika dia bekerja di sini."


Gosip-gosip itu memenuhi ruangan, sementara di dalam ruangan manager, Liliana yang masuk sangat terkejut ketika tubuhnya langsung didorong oleh Andi ke tembok dan pria itu menekan tubuhnya ketembak.


Tangan pria itu juga menjepit keras dagu Liliana sembari berkata, "Apakah kau begitu senang mengabaikan pesanku? Apakah peringatan yang kuberikan padamu tidak cukup?!"


Tatapan dan suara yang dingin dari Andi benar-benar membuat Liliana gemeter ketakutan, namun dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun untuk membantah pria itu sehingga dia hanya mengganggukan kepalanya dengan pelan berharap anggukannya bisa membuat pria itu cepat melepaskannya.


Sementara Andi yang melihat anggukan Liliana, pria itu tersenyum miring lalu dia mendaratkan sebuah ciuman di bibir Liana sambil berkata, "nanti malam, menginaplah di apartemenku."


Seorang perempuan yang masuk kini mengerutkan keningnya saat ia melihat Andi tidak duduk di kursinya dan terlebih dia melihat Liliana sedang menyekah bibirnya sehingga membuat perempuan itu merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi.


"Ada apa ini?" Tanya Melani sembari menatap Liliana dengan tatapan meniti.

__ADS_1


Sementara Liliana, dia menurunkan tangannya dan berkata, "Saya keluar sekarang pak."


Setelah berbicara, Liliana kemudian keluar dari ruangan meninggalkan Melani yang memandangi punggung Liliana dengan perasaan kesalnya.


Setelah pintu tertutup, Melani lalu berbalik menatap Andi yang sudah duduk dengan tenang di meja kerjanya lalu perempuan yang merupakan dokter kecantikan itu kemudian berjalan mendekati tunangannya.


"Apa yang baru saja kau lakukan dengan perempuan itu?!" Tanya Melani dengan suara yang tegas karena tentunya dia tidak menginginkan seorang perempuan lain merebut pria miliknya.


Andi yang mendengarkan itu tidak ada niat untuk memandang Melani, namun pria itu tetap berkata, "urusan pekerjaan."


Mendengar jawaban Andi yang terdengar seperti acuh tak acuh membuat Melani semakin kesal saja hingga perempuan itu mengepal kuat tangannya, "hanya urusan pekerjaan, lalu Mengapa ketika aku masuk kalian terburu-buru berpisah dan perempuan itu bahkan menyekah bibirnya? !" Tanya Melani dengan tatapan tajamnya menatap pria di depannya.


Dalam pikirannya bahwa kedua orang itu baru saja berciuman lalu kepergok olehnya sehingga buru-buru berpisah.

__ADS_1


Sementara Andi yang melihat bahwa Melani terus memojokkan nya, maka saat itu juga Andi kemudian berbalik menatap Meliana dan dengan tatapan yang begitu dingin dan menusuk pria itu berkata, "jangan bertanya Kalau kau tidak akan mempercayai jawaban orang lain. Ahh,, Memangnya, kenapa juga kalau aku berciuman dengan perempuan lain? Apakah kau marah?"


__ADS_2