
Keesokan harinya, Liliana Akhirnya sudah bisa keluar dari rumah sakit.
Perempuan itu dijemput oleh kedua orang tuanya dan Andi pun menemani perempuan itu untuk kembali ke rumah.
Begitu mereka tiba di rumah, Aliana yang sudah menunggu kedatangan kakaknya langsung berseru senang saat ia melihat kakaknya sudah sehat dan terlihat ceria dengan senyum di wajahnya.
"Kakak!!!" Seru Aliana langsung berlari menghampiri kakaknya dan memeluk Liliana dengan erat.
"Kakak sudah sembuh?" Tanya Aliana dengan mata berbinar-binarnya menatap Liliana sebab gadis kecil itu merindukan Liliana setelah beberapa waktu mereka tidak bersama-sama.
"Ya,," jawab Liliana sembari berlutut lalu dia membalas pelukan gadis kecil itu.
Saat itu, gejolak dalam hatinya membuat Liliana merasa sedih bahwa sampai saat ini gadis kecil itu belum tahu bagaimana hubungan mereka yang sebenarnya.
Tentang dia yang bukan kakak dari Aliana, melainkan Ibu dari gadis kecil itu.
__ADS_1
"Kata ayah dan ibu di perut Kakak ada bayi kecil, Apakah itu benar?" Tanya Aliana dengan antusias menatap Liliana.
Liliana menganggukkan kepalanya dengan sebuah senyum di bibirnya, "ya, itu benar," jawab Liliana langsung membuat Aliana bersorak kegirangan.
"Yei!!!!!! Kalau begitu, aku akan menjadi seorang tante!!!" Seru gadis kecil itu sembari melompat-lompat di depan Liliana langsung membuat hati Liliana begitu teriris-iris mendengarkan perkataan Aliana.
Liliana kemudian berdiri, lalu Dia memegang tangan gadis kecil itu dan menarik Liliana ke arah sofa di mana Andi telah duduk bersama-sama dengan Dika sementara Tiara pergi ke dapur membuat minuman.
Saat mereka duduk di sofa, Aliana langsung memegang perut Liliana, "Apakah bayi kecil itu di dalam sini?" Tanya Aliana sembari memandangi perut Liliana yang masih datar.
"Ya," jawab Liliana dengan singkat.
"Uhh,, dia masih kecil, jadi tentu saja muat, nanti setelah lama kelamaan akan tumbuh menjadi lebih besar lagi dan perut Kakak juga akan semakin membesar," jawab Liliana langsung membuat Aliana memiringkan kepalanya menatap perut kakaknya dan gadis kecil itu berpikir dengan keras.
"Tapi, bagaimana dia bisa berada dalam perut kakak?? Lalu siapa ayahnya?" Tanya Aliana penasaran.
__ADS_1
"Aliana, bantu ibu di sini," tiba-tiba teriak Tiara dari dapur langsung membuat Aliana menatap ke arah dapur dan melihat Tiara memandangnya sembari melambaikan tangannya ke arahnya.
"Ahh... Baik Bu!" Jawab Aliana segera turun dari sofa berlari ke arah dapur.
Liliyana menghela nafas menatap Andi yang langsung meraih tangannya.
"Tidakkah kau ingin memberitahu Aliana tentang hubungan kalian yang sebenarnya?" Tanya Andi.
Pertanyaan itu langsung membuat Liliana menatap ke arah ayahnya, dan terlihat bahwa ayahnya juga menatapnya dengan serius menandakan bahwa pria itu ingin mengetahui jawaban Liliana.
"Ahh,, Aku mau, tapi bagaimana aku mengatakannya? Aku sudah melakukan kesalahan yang besar padanya, jadi,, Aku tidak yakin dia akan menerima kenyataan yang sebenarnya," ucap Liliana.
"Aku rasa, dia akan menerimanya meskipun membutuhkan waktu." Kata Andi menguatkan Liliana sembari nampar erat genggaman tangannya pada tangan Liliana.
Liliana yang mendengarkan itu menunjukkan kepalanya, dan meski masih ada banyak keraguan dalam hatinya, tetapi perempuan itu memang berniat untuk memberitahu Aliana meski dia belum tahu kapan dia akan mengatakan fakta yang sebenarnya.
__ADS_1
"Hm, akan ku pikirkan nanti. Tapi,, Ayah dan ibumu, Aku rasa mereka akan terkejut jika mengetahui masalah ini," ucap Liliana yang kini merasa cemas lagi bahwa orang tua Andi mungkin tidak akan menerima Aliana sama seperti anak yang sedang ada di dalam kandungannya.
Dia pun merasa ragu melihat Andi, dia cemas pria itu mungkin akan membeda-bedakan Aliana dengan anak kandung pria itu.